Handoko Sugiharto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Compressive Strength of Post Fire Exposed Concrete Column Wrapped with Fiber Reinforced Polymer Dwi Agus Setiawan Wardaya; Handoko Sugiharto; Pamuda Pudjisuryadi
Civil Engineering Dimension Vol. 19 No. 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.886 KB) | DOI: 10.9744/ced.19.2.105-110

Abstract

In this study, behaviour of reinforced concrete columns strengthened using fiber reinforced polymer (FRP; glass fiber and carbon fiber) after fire exposure are discussed. After being exposed to fire as high as 720oC for 180 minutes, the specimens showed concrete and  reinforcement strength degradation, even though there was no carbonation. It was found that specimens wrapped by carbon fiber showed better compressive strength but less ductility compared to specimens wrapped by glass fiber. It was also found that the low initial compressive strength did not decrease FRP confinement effectiveness. Increase of wrapped concrete com­pressive strength was evident despite the low initial strength (<17 MPa). Strength esti­mation using ACI 440.2R-08 formula, which is originally for wrapped plain concrete without fire heat exposure, underestimated the compressive strength. In the proposed formula, the initial compressive strength (f’co) should be adjusted by considering the modulus elasticity and strain limitation to have more precise estimation.  
Optimasi Penempatan Tower Crane dengan Mempertimbangkan Beban Angkatan (Studi Kasus: Proyek High-Rise Building di Kota Surabaya) Jessica Natalia Hartono; Harbert Kuanda; Ambrosius Matthew Junius Reynaldo; Handoko Sugiharto
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 3 (2025): Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i3.445

Abstract

Tower crane merupakan salah satu peralatan utama dalam proyek konstruksi gedung bertingkat yang berperan penting dalam distribusi material. Penempatan tower crane yang tidak optimal dapat menyebabkan penurunan produktivitas sehingga jadwal proyek terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimasi penempatan tower crane berdasarkan nilai konflik , keseimbangan beban kerja , durasi proyek, dan total biaya. Metode penelitian menggunakan pemodelan spasial dengan membagi area proyek ke dalam zona demand yang ditentukan berdasarkan kebutuhan material, kapasitas angkatan, serta elevasi lantai. Selanjutnya dilakukan iterasi perhitungan pada tiga skenario: (1) kondisi eksisting, (2) optimasi penempatan dengan tiga tower crane, dan (3) optimasi penempatan dengan dua tower crane. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada skenario 1 nilai konflik sebesar 141.236 dan keseimbangan beban kerja 603,18 menit dengan durasi proyek 165 hari. Pada skenario 2, konflik turun menjadi 42.706 dan keseimbangan beban kerja menjadi 417,09 menit dengan durasi 148 hari, tetapi ada peningkatan biaya. Sementara itu, skenario 3 menghasilkan nilai konflik nol, keseimbangan beban kerja 346,06 menit, dan biaya operasional lebih rendah dibanding skenario 1 maupun 2, meskipun durasi proyek lebih lama yaitu 169 hari. Dengan demikian, skenario 3 dapat dianggap sebagai solusi terbaik karena memberikan distribusi beban kerja yang lebih merata, eliminasi konflik, dan efisiensi biaya, meskipun memiliki durasi proyek yang sedikit lebih panjang.