Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa masih ada siswa yang memiliki self-esteem rendah, yang ditunjukkan melalui kurangnya rasa percaya diri, keraguan terhadap kemampuandiri, mengemukakan pendapat, serta cenderung menghindari tanggung jawab dalam kegiatan akademik maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik Cognitive Defusion dalam layanan konseling kelompok untuk meningkatkan self-esteem siswa kelas X DKV di SMK PKP 1 JIS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 12 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling, desain pre-experiment One Group Pretest-Posttest. Dengan kriteria siswa kelas X DKV berusia (15–16) tahun dan memiliki tingkat self-esteem yang belum tinggi berdasarkan hasil pretest. Instrumen penelitian menggunakan angket self-esteem dengan skala Guttman. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan self-esteem siswa setelah mengikuti layanan konseling kelompok dengan teknik Cognitive Defusion. Hal tersebut ditunjukkan oleh peningkatan skor total dari 36 pada pretest menjadi 322 pada posttest, dengan nilai rata-rata meningkat dari 3,00 menjadi 26,83. Hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan nilai Z = -3,070 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,002 (< 0,05), sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teknik Cognitive Defusion dalam layanan konseling kelompok efektif untuk meningkatkan self-esteem siswa kelas X DKV di SMK PKP 1 JIS.