Rudiansyah Harahap
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SURGICAL INCISION TECHNIQUE APPROACH ON DISTAL FEMUR FRACTURE A LITERATURE REVIEW Rudiansyah Harahap
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol 4, No 1 (2021): DISEASE
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v4i1.4903

Abstract

Distal Femur fractures are rare, with the literature reporting a prevalence of 0.5% of all fractures1. Incidence rates of distal femur fractures have only been reported in a small number of studies2,3. Fractures of the distal femur is described as a classic fragility fracture, with the mean age of patients reported as 67.3 years and the vast majority of fractures (83%) occurring in women1,4.A study shows an incidence of distal femur fractures is 8.7/100,000/year. After the age of 60 years, a rapid increase in the incidence of distal femoral fractures was observed for both genderswith a considerable female predominance5. Nowdays, the surgical management of distal femur fracture is evolving. This review will discuss about the incision approach on distal femur approaches.           
Keinginan Pasien Untuk Periksa ke Poliklinik Orthopaedi saat Pandemi Covid-19 Rudiansyah Harahap; Ferlyannisa Ikanandia
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 3, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.3.1.2021.48-52

Abstract

Pendahuluan : Sejak Maret 2020, Indonesia mengalami dampak penyebaran penyakit corona. Pemerintah mulai memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk tidak berpergian ke fasilitas kesehatan kecuali jika sangat memerlukannya1,8. Sehingga terjadilah penurunan jumlah pasien yang berobat ke fasilitas kesehatan atau Rumah Sakit kecuali pasien yang diduga “Covid-19”.Metode : Cara penelitian dengan survey melalui kuesioner yang dilakukan pada awal Februari hingga minggu kedua Februari 2021. Kuesioner berisikan : identitas pasien, diagnosa, keluhan berdasarkan derajat nyeri, status pasien, pengaruh covid-19 terhadap keinginan untuk periksa ke bagian orthopaedi, dan metode yang diingikan pasien untuk berobat.Hasil : Dari 100 pasien, terdiri dari 53 laki-laki dan 47 perempuan, 80 pasien fraktur, 8 pasien osteoarthritis, 5 pasien infeksi, 3 pasien sprain/contusion, 1 pasien metabolik, 1 pasien dislokasi, 1 pasien ruptur tendon. Berdasarkan keluhan pasien terdapat 62 pasien dengan gejala ringan, 31 pasien dengan gejala sedang, dan 7 pasien dengan gejala berat, 6 pasien merupakan kasus baru dan 94 pasien merupakan pasien lama. Terdapat 8 pasien yang takut terjangkit bila berobat atau kontrol ke Rumah Sakit/fasilitas kesehatan. Metode yang diinginkan pasien untuk berobat adalah bertemu langsung dengan dokter (100 pasien).Kesimpulan : Pengaruh pandemi covid-19 terhadap keinginan pasien untuk berobat sebesar 8% dan 100% pasien ingin berobat langsung bertemu dokter bukan melalui media lain, menunjukkan bahwa pengaruh pandemi covid-19 untuk menunda pasien untuk berobat adalah kecil