Zahra Hafizha Fitria Anam
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENANGGULANGAN TRAUMA PADA ANAK-ANAK KORBAN GEMPA BUMI Safitri Sri Handayani; Lupma Miftah Ul Izza Aziz; Zahra Hafizha Fitria Anam
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol 2, No 2 (2019): Emergency Medicine
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v2i2.3954

Abstract

The earthquake is one of the natural disasters that should be watched out for. The impact of the disaster was not only a material loss but also a loss of life. The most vulnerable earthquake victims are infants, toddlers, and children. This is because of their weak and bad protection abilities. What is caused by the main earthquake is physical trauma and psychological trauma to the victim. Trauma has a more fatal effect on child victims. The need for special actions to handle it.
Sebuah Laporan Kasus : Seorang Anak 12 Tahun dengan Webbed Penis Zahra Hafizha Fitria Anam; Hitaputra Agung Wardhana
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Webbed penis merupakan abnormalitas pada jaringan atau lapisan kulit yang menghubungkan skrotum dengan ventral preputium dan memberikan kesan hilangnya sudut penoskrotal. Laporan kasus : seorang anak laki-laki berusia 12 tahun diantar keluarganya datang dengan keluhan ingin sunat. Keluhan lain yang disampaikan berupa bentuk penis pasien yang lebih kecil dari usia teman sebayanya. Pada saat pemeriksaan didapatkan hasil berupa penis yang terlihat kecil dan tertutup preputium. Saat perabaan didapatkan ukuran penis normal, testis sejumlah dua buah, dan terdapat adanya jaringan kulit preputium yang terhubung dengan skrotum. Rencana terapi yang dilakukan berupa pro operasi rekontruksi penis. Operasi dilakukan dengan prinsip membuat kembali sudut penoskrotal. Setelah selesai operasi, pasien juga diberikan antibiotik dan analgesik. Kemudian pasien dipulangkan dan diminta kontrol satu minggu kemudian. Kesimpulan : webbed penis jarang menimbulkan keluhan namun memberikan kesan penampilan yang kurang sehingga tindakan rekontruksi penis direkomendasikan untuk dilakukan. Operasi rekontruksi penis memiliki banyak pilihan metode namun memiliki prinsip yang sama,yakni dengan membuat sudut penoskrotal.
Edukasi Kesehatan Jiwa pada Pasien dengan Skizofrenia Residual melalui Pendekatan Kedokteran Keluarga Zahra Hafizha Fitria Anam; Ayu Meilasari Aris; Rahma Pranesti; M. Fabri Nashrullah; Ahmad Isa Wijaya; Zukhrufa Delima Majid; Yusuf Alam Romadhon
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang laki-laki, Tn. K berusia 67 tahun datang ke poli umum puskesmas Bulu, Sukoharjo untuk memeriksakan keluhan anaknya yaitu Tn. W (33 tahun) yang sering diam. Terdapat riwayat penyakit terdahulu berupa skizofrenia tak terinci sejak tahun 2013. Pasien kooberatif namun memiliki beberapa kebiasaan yang kurang sehat seperti merokok. Selain pasien, ayah pasien yang tinggal satu rumah dengan pasien juga melakukan perilaku yang serupa. Tipe keluarga nuclear family dan berada pada stadium enam menurut Duval. Hubungan antar anggota keluarga harmonis, APGAR Family menunjukkan fungsional sehat. Fungsi SCREEM yang menonjol, pasien berlatar etnis Jawa, cenderung pendiam dan menghindar dari sosialisasi. Paisen memiliki JKN-KIS dalam perawatannya. Diagnosis holistik: adalah Skizofrenia Residual yang masih menjalankan pengobatan. Perilaku rawat anggota kelurga baik, tetapi pengetahuan tentang penyakit dan upaya mengelola terutama dalam meningkatkan produktivitas pasien masih kurang. Selain itu ada beberapa kebiasaan yang masih kurang sehat sehingga mempengaruhi kebiasaan dari pasien. Oleh karena itu, intervensi yang diberikan yakni edukasi kesehatan jiwa secara holistic dan komprehensif melalui pendekatan kedokteran keluarga.