Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Program No Lost Generation UNICEF dalam Menangani Kasus Child Soldiering di Konflik Suriah Tahun 2011-2018 Venisa Yunita Sari
Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial Vol 2, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaiss.v2i1.530

Abstract

United Nations Children's Fund (UNICEF) adalah organisasi internasional bekerja di 191 negara yang berfokus pada penegakan dan perlindungan hak-hak anak. UNICEF melalui program No Lost Generation Initiative yang bertujuan untuk menyelamatkan tentara anak dan melindungi keselamatan anak di Suriah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas dalam pencapaian program bantuan yang diberikan oleh UNICEF melalui program No Lost Generation (NLG). Melalui metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sumber data dalam tulisan ini berasal dari studi pustaka dengan telaah buku, jurnal ilmiah, laporan, serta artikel dari sumber terpercaya. Penelitian ditelusuri dengan menggunakan teori efektivitas organisasi yang dikemukakan oleh S.P. Siagian yang selaras dengan tujuan penelitian untuk menganalisis efektivitas suatu program organisasi internasional. Penulis menemukan bahwa program UNICEF No Lost Generation tahun 2011-2018 telah efektif dalam membantu aktor pemerintah untuk memenuhi, menegakkan, dan melindungi hak-hak anak di Suriah melalui enam indikator, yaitu adanya kepastian tujuan NLG yang hendak dicapai, NLG memiliki kepastian strategi, proses analisis dan perumusan kebijakan NLG yang baik, penyusunan NLG yang matang, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, sistem monitoring dan pengelolaan dalam implementasi NLG yang baik.Kata kunci: No Lost Generation, UNICEF, Tentara Anak di Suriah
Peran Indivindu dalam Dunia Internasional Studi Kasus: Upaya Nadia Murad, Sang Wanita Peraih Nobel Perdamaian Melawan Ketiranian ISIS Venisa Yunita Sari
Jurnal Sentris Vol. 2 No. 2 (2019): Non State Actor
Publisher : Kelompok Studi Mahasiswa Pengkaji Masalah Internasional Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/sentris.v2i2.4178.17-31

Abstract

Nadia Murad Basee Taha is a Human Rights Activist, winner of the Nobel Peace Prize in 2018. Nadia Murad was one of the victims of ISIS-related atrocities in 2014. She is one of 6,500 Yazidi women who can be arbitrarily questioned by ISIS militia. Therefore, after being freed from ISIS incarceration, Nadia Murad have been vigorously campaigning to fight for both children and adults’ rights, who were still shackled in the grip of ISIS. This study uses the theory of feminism which then supported by policies, values, norms, and public opinion that have an impact on international realm. This research then formulates answers to research questions relating to the role of individuals in the international world. Through qualitative with descriptive methods, the data sources in this paper come from literature studies by studying books, journals, and research reports. The results of this paper are divided into two important points in explaining the efforts of Nadia Murad in fighting for minority rights in Iraq to be free from the shackles of ISIS. First, Nadia Murad's background. Second, the role of Nadia Murad to fight for and save ISIS prisoners.
Analisis Respons Pemerintah Tiongkok dalam Upaya Penanganan Covid-19 Venisa Yunita Sari
Jurnal Sentris Vol. 1 No. 2 (2020): COVID-19 in International Relations Perspective: Impact on Global Dynamics
Publisher : Kelompok Studi Mahasiswa Pengkaji Masalah Internasional Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/sentris.v1i2.4284.173-186

Abstract

AbstractThis paper aims to analyze the policy responses undertaken by the Chinese government of the Xi Jinping era in dealing with the spread of the Covid-19 virus. Covid-19 is a real threat to humans and the state. The effects of Covid-19 are felt by all people in China. Since the spread of the coronavirus in China has continued to increase, the Chinese government immediately made countermeasures in the city of Wuhan and other infected areas. This research was conducted with a qualitative and descriptive method by using the analysis of securitization theory studies of International Relations and human security. The result of this research is the Chinese state has successfully arrested and handled the spread of Covid-19. Evidenced by the decline in the number of Covid-19 patients in China, the reopening of quarantined areas, and public places have been operational again. The Chinese government has also provided assistance to other countries affected by Covid-19. The efforts to deal with Covid-19 could be successful with the government's rapid response, compliant society, and are supported by China's three-stage strategy, namely self-isolation, mass mobilization, and the use of technology. Keywords— China, Covid-19, Securitization, Threat AbstrakTulisan ini bertujuan menganalisis respons kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok era Xi Jinping dalam menangani penyebaran virus Covid-19. Covid-19 merupakan ancaman nyata terhadap manusia dan negara. Efek dari Covid-19 dirasakan oleh seluruh kalangan masyarakat di Tiongkok. Sejak penyebaran virus corona di Tiongkok terus meningkat, pemerintah Tiongkok segera melakukan upaya penanggulangan di kota Wuhan dan daerah lain yang terinfeksi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan deskriptif dengan menggunakan analisis teori sekuritisasi studi Hubungan Internasional dan konsep keamanan manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara Tiongkok sudah berhasil menahan dan menangani penyebaran Covid-19. Hal tersebut dibuktikan dengan terjadinya penurunan angka pasien Covid-19 di Tiongkok, pembukaan kembali wilayah yang dikarantina, dan tempat-tempat umum kembali berjalan secara operasional. Pemerintah Tiongkok juga turut memberikan pertolongan kepada negara-negara lain yang terdampak Covid-19. Upaya penanganan Covid-19 dapat sukses dengan adanya respons pemerintah yang cepat, masyarakat yang patuh, dan didukung oleh strategi tiga tahap Tiongkok, yaitu isolasi mandiri, mobilisasi massa, dan penggunaan teknologi. Kata kunci—Ancaman, Covid-19, Sekuritisasi, Tiongkok