Sa songko
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH INDEKS PERSEPSI KORUPSI, PENGELUARAN PEMERINTAH DAN PENERIMAAN PAJAK TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI ASEAN-5 TAHUN 2002-2011 Rino Bagus Haryanto; Sa songko
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.526 KB)

Abstract

This paper is based on the empirical evidence on the effects of corruption on economic growth. There are two different opinions, some have argued that corruption can reduce economic growth and others argue corruption can increase economic growth. Based on empirical evidence to the contrary in various objects of research, the authors try to review and analyze how the effects of corruption on economic growth in ASEAN-5 countries consisting of  Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand and the Philippines. ASEAN-5 is a region that describes the emerging economies. This paper uses panel data analysis of five countries during the period of 2002-2011. Keywords: Corruptions, ASEAN-5, Corruption Perceptions Index, Growth, Rent-seeking.
IMPLIKASI EKONOMI DAN SOSIAL MASYARAKAT PESISIR ATAS TURUNNYA HASIL TANGKAPAN LEMURU (Studi Kasus Masyarakat Pesisir Muncar Kabupaten Banyuwangi) Wingking Putra Pamungkas; Sa songko
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.153 KB)

Abstract

Muncar merupakan kecamatan penghasil tangkapan ikan terbesar di Kabupaten Banyuwangi dan merupakan pelabuhan utama pendaratan ikan utama di Provinsi Jawa Timur. Sampai saat ini ikan pelagis khususnya ikan lemuru (Sardinella Lemuru) masih mendominasi hasil tangkapan nelayan sehingga tidak mengherankan jika industri-industri pengolahan ikan baik skala industri rumah tangga maupun industri besar berdiri di kawasan ini. Pada tahun 2009, total hasil tangkapan nelayan berjumlah 32.782ton ikan dan untuk jenis ikan lemuru sendiri berjumlah 28.446 ton. Namun pada tahun 2010 hasil tangkapan nelayan menurun tajam dan hanya mampu mendaratkan ikan sebanyak 22.046.289 ton saja. Untuk jenis ikan lemuru pada tahun yang sama nelayan hanya mampu mendaratkan sebesar 17.718 ton saja dan terus mengalami penurunan setidaknya sampai tahun 2011. Penurunan hasil tangkapan ikan pada tahun-tahun tersebut tentu akan berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial masyarakat pesisir yang  notabene menggantungkan mata pencahariannya di sektor perikanan tangkap. Penelitian ini menjelaskan dampak yang ditimbulkan dari fenomena penurunan hasil tangkapan ikan kepada masayarakat pesisir khususnya mereka yang memanfaatkan pasokan ikan pelagis ikan lemuru maupun ikan pelagis lainnya sebagai mata pencahariannya seperti nelayan pandega penangkap lemuru dan pemindang. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dampak sosial yang berkaitan dengan upaya yang dilakukan masyarakat pesisir menyikapi penurunan hasil tangkapan ikan yang terjadi di Muncar baru-baru ini. Kata kunci: Penurunan hasil tangkapan ikan, implikasi ekonomi dan sosial, dan upaya.
EVALUASI KELAYAKAN USAHA GARAM RAKYAT BERPOLA SUBSISTEN DALAM RANGKA PEMBANGUNAN EKONOMI DI KAWASAN PESISIR (Studi Pada Kelompok Petani Garam PUGAR Kabupaten Pasuruan) Nur saulah; Sa songko
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.409 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi mengenai manfaat  –  biaya (cost  – benefit) dari usaha garam rakyat di Kabupaten Pasuruan yang berpola subsisten, (2) Mengetahui tingkat kelayakan dari usaha garam rakyat, (3) Mengetahui seberapa tingkat sensitivitas usaha garam rakyat terhadap perubahan beberapa variabel seperti harga jual garam, tingkat produksi, biaya-biaya produksi dan dana bantuan pemerintah (BLM) dan (4) Mengetahui titik pulang pokok/break even point (BEP) dari usaha garam rakyat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif dengan data diperoleh dari: data primer (wawancara secara langsung terhadap informan kunci, pengisian kuesioner, dokumentasi, dan observasi lapangan) dan data sekunder (berupa data dari BPS dan penelitian terdahulu). Analisa evaluasi kelayakan usaha garam rakyat berpola  subsisten  ini diukur dengan menggunakan indikator: Cost-Benefit analysisis yang meliputi: Nisbah Benefits, Nisbah Cost, Net Present Value  (NPV), B/C Ratio, BEP, Payback Periode (PP)  dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan usaha garam rakyat (PUGAR) di Kabupaten Pasuruan layak untuk dikembangkan secara kontinu karena berdasarkan perhitungan evaluasi kelayakan proyek, kelompok usaha tersebut memiliki biaya dan manfaat yang besar bagi petani garam rakyat dalam satu musim produksi (4–6 bulan per tahun), dengan nisbah Benefit sebesar Rp.4.119.988.500,- Nisbah Cost sebesar Rp.2.694.529.600,- NPV sebesar Rp.1.268.653.346,- B/C Ratio 1,529, dan BEP Rp.2.275.241.533,-  dengan rata-rata tingkat  pengembalian kelompok adalah 3,9 bulan, kemudian (dengan asumsi perubahan sebesar 40%) usaha garam sangat sensitif terhadap perubahan variabel harga dan hasil produksi, kurang sensitif terhadap perubahan biaya produksi dan  tidak peka terhadap perubahan variabel dana bantuan pemerintah berupa BLM, namun bantuan pemerintah (BLM) tersebut memberikan dampak yang besar terhadap beberapa kelompok PUGAR. Hal tersebut kemudian yang menjadi  dasar pertimbangan kebijakan pihak-pihak yang berkaitan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir khususnya Kabupaten Pasuruan melalui: perbaikan sistem pemasaran garam dan stabilitas harga garam, perbaikan fasilitas sarana & prasarana usaha garam agar produksi garam semakin meningkat dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan konsumsi garam nasional sekaligus  terwujudnya pembangunan ekonomi di kawasan pesisir.Kata Kunci: Ekonomi Subsisten, PUGAR, Evaluasi Kelayakan Proyek,Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan, Petani Garam Rakyat
EVALUASI KELAYAKAN USAHA GARAM RAKYAT BERPOLA SUBSISTEN DALAM RANGKA PEMBANGUNAN EKONOMI DI KAWASAN PESISIR (Studi Pada Kelompok Petani Garam PUGAR Kabupaten Pasuruan) saulah, Nur; songko, Sa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi mengenai manfaat  –  biaya (cost  – benefit) dari usaha garam rakyat di Kabupaten Pasuruan yang berpola subsisten, (2) Mengetahui tingkat kelayakan dari usaha garam rakyat, (3) Mengetahui seberapa tingkat sensitivitas usaha garam rakyat terhadap perubahan beberapa variabel seperti harga jual garam, tingkat produksi, biaya-biaya produksi dan dana bantuan pemerintah (BLM) dan (4) Mengetahui titik pulang pokok/break even point (BEP) dari usaha garam rakyat tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif dengan data diperoleh dari: data primer (wawancara secara langsung terhadap informan kunci, pengisian kuesioner, dokumentasi, dan observasi lapangan) dan data sekunder (berupa data dari BPS dan penelitian terdahulu). Analisa evaluasi kelayakan usaha garam rakyat berpola  subsisten  ini diukur dengan menggunakan indikator: Cost-Benefit analysisis yang meliputi: Nisbah Benefits, Nisbah Cost, Net Present Value  (NPV), B/C Ratio, BEP, Payback Periode (PP)  dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan usaha garam rakyat (PUGAR) di Kabupaten Pasuruan layak untuk dikembangkan secara kontinu karena berdasarkan perhitungan evaluasi kelayakan proyek, kelompok usaha tersebut memiliki biaya dan manfaat yang besar bagi petani garam rakyat dalam satu musim produksi (4–6 bulan per tahun), dengan nisbah Benefit sebesar Rp.4.119.988.500,- Nisbah Cost sebesar Rp.2.694.529.600,- NPV sebesar Rp.1.268.653.346,- B/C Ratio 1,529, dan BEP Rp.2.275.241.533,-  dengan rata-rata tingkat  pengembalian kelompok adalah 3,9 bulan, kemudian (dengan asumsi perubahan sebesar 40%) usaha garam sangat sensitif terhadap perubahan variabel harga dan hasil produksi, kurang sensitif terhadap perubahan biaya produksi dan  tidak peka terhadap perubahan variabel dana bantuan pemerintah berupa BLM, namun bantuan pemerintah (BLM) tersebut memberikan dampak yang besar terhadap beberapa kelompok PUGAR. Hal tersebut kemudian yang menjadi  dasar pertimbangan kebijakan pihak-pihak yang berkaitan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir khususnya Kabupaten Pasuruan melalui: perbaikan sistem pemasaran garam dan stabilitas harga garam, perbaikan fasilitas sarana & prasarana usaha garam agar produksi garam semakin meningkat dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan konsumsi garam nasional sekaligus  terwujudnya pembangunan ekonomi di kawasan pesisir.Kata Kunci: Ekonomi Subsisten, PUGAR, Evaluasi Kelayakan Proyek,Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan, Petani Garam Rakyat
PENGARUH INDEKS PERSEPSI KORUPSI, PENGELUARAN PEMERINTAH DAN PENERIMAAN PAJAK TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI ASEAN-5 TAHUN 2002-2011 Haryanto, Rino Bagus; songko, Sa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper is based on the empirical evidence on the effects of corruption on economic growth. There are two different opinions, some have argued that corruption can reduce economic growth and others argue corruption can increase economic growth. Based on empirical evidence to the contrary in various objects of research, the authors try to review and analyze how the effects of corruption on economic growth in ASEAN-5 countries consisting of  Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand and the Philippines. ASEAN-5 is a region that describes the emerging economies. This paper uses panel data analysis of five countries during the period of 2002-2011. Keywords: Corruptions, ASEAN-5, Corruption Perceptions Index, Growth, Rent-seeking.
IMPLIKASI EKONOMI DAN SOSIAL MASYARAKAT PESISIR ATAS TURUNNYA HASIL TANGKAPAN LEMURU (Studi Kasus Masyarakat Pesisir Muncar Kabupaten Banyuwangi) Pamungkas, Wingking Putra; songko, Sa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muncar merupakan kecamatan penghasil tangkapan ikan terbesar di Kabupaten Banyuwangi dan merupakan pelabuhan utama pendaratan ikan utama di Provinsi Jawa Timur. Sampai saat ini ikan pelagis khususnya ikan lemuru (Sardinella Lemuru) masih mendominasi hasil tangkapan nelayan sehingga tidak mengherankan jika industri-industri pengolahan ikan baik skala industri rumah tangga maupun industri besar berdiri di kawasan ini. Pada tahun 2009, total hasil tangkapan nelayan berjumlah 32.782ton ikan dan untuk jenis ikan lemuru sendiri berjumlah 28.446 ton. Namun pada tahun 2010 hasil tangkapan nelayan menurun tajam dan hanya mampu mendaratkan ikan sebanyak 22.046.289 ton saja. Untuk jenis ikan lemuru pada tahun yang sama nelayan hanya mampu mendaratkan sebesar 17.718 ton saja dan terus mengalami penurunan setidaknya sampai tahun 2011. Penurunan hasil tangkapan ikan pada tahun-tahun tersebut tentu akan berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial masyarakat pesisir yang  notabene menggantungkan mata pencahariannya di sektor perikanan tangkap. Penelitian ini menjelaskan dampak yang ditimbulkan dari fenomena penurunan hasil tangkapan ikan kepada masayarakat pesisir khususnya mereka yang memanfaatkan pasokan ikan pelagis ikan lemuru maupun ikan pelagis lainnya sebagai mata pencahariannya seperti nelayan pandega penangkap lemuru dan pemindang. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dampak sosial yang berkaitan dengan upaya yang dilakukan masyarakat pesisir menyikapi penurunan hasil tangkapan ikan yang terjadi di Muncar baru-baru ini. Kata kunci: Penurunan hasil tangkapan ikan, implikasi ekonomi dan sosial, dan upaya.