ABSTRAK Latar Belakang: Sifat remaja memiliki sifat ingin meniru sesuatu hal yang baru dan disamping itu remaja mempunyai kebutuhan akan seksual. Sedangkan gerakan “Keluarga Berencana” menganjurkan untuk menikah pada usia yang relatif dewasa sehingga menghadapi penundaan perkawinan ini para remaja memerlukan penyaluran diri dan informasi yang baik agar terhindar dari berbagai aspek hubungan seks bebas yang akan menimbulkan hal tidak diinginkan seperti kehamilan remaja di luar nikah. Tujuan: Membuktikan bahwapenyuluhan kesehatan reproduksi berpengaruh terhadap pengetahuan tentang akibat kehamilan remaja di luar nikah pada siswa-siswi SMAN 1 Cikijing. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental berupa penyuluhan, dengan cara static group comparison. Besar sampel yang digunakan adalah berjumlah 100 sampel yang terdiri dari 50 sampel kontrol dan 50 sampel perlakuan. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 100responden di SMAN 1 Cikijing 54 orang atau 54 % memiliki pengetahuan baik mengenai akibat kehamilan remaja di luar nikah dan sisanya 46 orang atau 46% memiliki pengetahuan kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian interpretasi hasil dari uji Chi Square, diperoleh 0,000 nilai significance nya (P-value) adalah 0,000(p < 0,05). Kesimpulan: Pemberian penyuluhan dapat digunakan sebagai salah satu metode untuk meningkatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi tentang akibat kehamilan di luar nikah pada remaja. Kata kunci: Penyuluhan, Pengetahuan, Akibat Kehamilan Remaja Di Luar Nikah. ABSTRACT Background:The nature of teenagers have wanted toimitate nature of something new and besides that have a need for sexual. While the“Keluarga Berencana” movement advocate for marriage at a relatively mature age thus faced delays this marriage adolescents need distribution of self and good information to avoid various aspects of illicit sex which will lead to was not desirable such as teenage pregnancy out of wedlock. Purpose: Proving that reproductive health education effect on knowledge of due to teenage pregnancy outside marriage the students of SMAN 1 Cikijing. Methods: This study wasexperimentalmethodssuch ascounselingby means ofstaticgroupcomparison. The sample sizeusedwascomposedof 100samplesfrom50control samplesand50samples oftreatment. Results:The analysis showed that of the100 respondents in SMAN 1 Cikijing 54 people or 54% had a good knowledge of the consequences of teenage pregnancy outside marriage and the remaining 46 or 46% had poor knowledge. Based on the interpretation of the research results of the Chi Square test, gained was significance value of 0.000(P-value) is 0.000(p <0.05). Conclusion: Provision of extension can be used as one method to improve reproductive health information about due to pregnancy outside marriage in adolescents. Keywords:Counseling, Knowledge, DueTeen PregnancyOutside of Marriage.