Al Rasyidin
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ORGANISASI ISLAM DI TANAH MELAYU: Ideologi dan Gerakan Al-Ittihadiyah Sebelum Era Reformasi Al Rasyidin
Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.501 KB) | DOI: 10.30821/jcims.v2i1.1746

Abstract

Abstrak: Artikel ini menelaah organisasi Al-Ittihadiyah di Sumatera Utara. Secara khusus, artikel ini akan menguak ideologi yang diperjuangkan organisasi, amal usaha, serta perkembangannya di komunitas yang majemuk. Artikel ini merupakan hasil penelitian kepustakaan yang didukung oleh data lapangan. Metode yang digunakan adalah analisis isi. Artikel ini mengajukan temuan bahwa Al-Ittihadiyah merupakan salah satu organisasi Islam yang lahir di Kota Medan dimana kelompok ulama dan tokoh Melayu menjadi patron utama organisasi ini. Al-Ittihadiyah seakan menjadi corong bagi etnis Melayu di Sumatera Timur, dan ini yang membedakan mereka dengan etnis Minangkabau yang berafiliasi dengan Muhammadiyah dan etnis Mandailing yang berafiliasi dengan Al Jam’iyatul Washliyah. Selain itu, Al-Ittihadiyah sebagai organisasi tidak berafiliasi dengan mazhab akidah dan fikih tertentu, tetapi para pendukungnya adalah penganut mazhab Asy‘ariyah dan Syâfi‘iyah. Kemudian, Al-Ittihadiyah bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah dan amal sosial, meskipun mulai dari awal kemerdekaan Al-Ittihadiyah terlibat dalam Partai Masyumi, dan kelak tokoh-tokohnya melibatkan diri dalam PPP yang akhirnya membuat organisasi ini kalah bersaing dengan Al Washliyah dan Muhammadiyah dalam pengembangan amal usahanya.    Abstract: Islamic Organization in Malay Land: Ideology and Movements of Al-Ittihadiyah Before-Reform Era. This article examines the Al-Ittihadiyah organization in North Sumatra, focusing on its ideology, programs, and its development in a pluralistic community. This article is based on content analysys study, combining literary information and field data. This article proposes that Al-Ittihadiyah was one of the Islamic organizations established in Medan City, initiated and patronized by Malay clerics and prominent figures. As such this organisation has a very close ties with Malays, very much like the association of the Minangkabaus with Muhammadiyah and Mandailings with Al Jam’iyatul Washliyah. In addition, Al-Ittihadiyah as an organization is not affiliated with certain schools of faith and jurisprudence, but its supporters are adherents of the Ash‘ariyah and Syâfi‘iyah schools. Al-Ittihadiyah engages in education, da’wah and social charity. In the beginning of independence, Al-Ittihadiyah leaders joined the Masjumi Party, and later on the Unity and Development Party (PPP). It seems that this political involvement makes this organization unable to compete with Al Washliyah and Muhammadiyah.Kata Kunci: organisasi Islam, Al-Ittihadiyah, mazhab, pendidikan, dakwah, politik, Melayu
PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PESANTREN MUSTHAFAWIYAH, MANDAILING NATAL Al Rasyidin
Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.841 KB) | DOI: 10.30821/jcims.v1i1.324

Abstract

Abstrak: Kitab kuning sejak lama menjadi bagian penting studi Islam di Indonesia, sejak era pertumbuhannya sampai kini. Pesantren, dan agak belakangan madrasah, menjadi garda terdepan dalam pengkajian dan pelestarian khazanah kitab kuning di Nusantara. Kitab-kitab yang dikaji meliputi bidang tafsir, hadis, tauhid, fikih, sampai bidang tasawuf. Penelitian pembelajaran kitab kuning selama ini memang dirasa masih berfokus pada kawasan Jawa yang memang bisa dikatakan basis pesantren di Nusantara. Selain itu diketahui ada sejumlah perubahan dalam sistem pembelajaran kitab kuning di pesantren. Secara khusus, artikel ini mengkaji sistem pembelajaran kitab kuning di Pesantren Musthafawiyah. Berdasarkan penelitian lapangan terhadap sistem pembelajaran kitab kuning di pesantren tersebut, di mana data diperoleh dari kegiatan wawancara, observasi, dan telaah dokumen, artikel ini mengajukan temuan bahwa pembelajaran kitab kuning di pesantren Musthafawiyah tidak mengalami perubahan. Kitab yang dikaji selalu sama sejak berdiri sampai sekarang, meskipun ada penambahan kitab yang bukan dalam katagori kitab kuning. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian sejarah pendidikan Islam di Indonesia, khususnya pendidikan Islam di luar Jawa.  Kata Kunci: Mandailing, pesantren, pembelajaran, kitab kuning, Musthafawiyah Abstract: Learning System of Kitab Kuning at Pesantren Musthafawiyah, Mandailing Natal. The kitab kuning (literally ‘Yellow Book’, pre-modern books on Islam) has been the core of Indonesian Islamic studies for a long time. Right from the beginning, pesantrens, to be joined by madradsas at a later period, have taken the responsibility of preserving and teaching kitab kuning throughout the Indonesia archipelago.  The kitab kuning-based studies encompass a variety of subjects such as Qur’anic Exegesis, Prophetic Tradition, Islamic Theology, Islamic Law, and Sufism.  Very much of the existing studies about kitab kuning was undertaken in Java pesantrens and very seldom cover those pesantrens outside Java. Considering that, as well as many developments and changes in kitab kuning studies, the present studies concentrate on Pesantren Musthafawiyah of Mandailing Natal, North Sumatra. The data obtained suggest that in Pesantren Musthafawiyah the kitab kuning curriculum has remained the same from its initial operation in early 20th century to the present. It means that the books studied have always been the same. Although some new books enter the lists, but they are by no means replacing the kitab kuning.  Keywords: Mandailing, pesantren, learning, yellow book, Musthafawiyah