ABSTRAKLatar Belakang : Prevalensi dismenore di Indonesia cukup tinggi yaitu 60-70% dan 15 % diantaranya mengalami nyeri yang hebat dengan komplikasi syok dan penurunan kesadaran akibat penanganan yang salah, pada umumnya terjadi pada usia remaja dan dewasa. Pemahaman tentang menstruasi sangat diperlukan untuk dapat mendorong remaja mengambil sikap yang terbaik mengenai permasalahan reproduksi yang mereka alami yang berhubungan dengan menstruasi yaitu dismenore. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang penanganan dismenore dengan perilaku saat dismenore pada siswi di SMPN 1 Sumber. Metode : Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional, populasi adalah siswi SMPN 1 Sumber yang sudah mengalami menstruasi. Jumlah sampel 96 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling Data diperoleh menggunakan kuesioner. Hasil : hubungan tingkat pengetahuan tentang penanganan dismenore dengan perilaku saat dismenore yang diuji menggunakan korelasi pearson diperoleh nilai ρ value = 0,000, dengan besar korelasi 0,681Simpulan : Karena ρ value < 0,05 artinya ada hubungan antara pengetahuan tentang penanganan dismenore dengan perilaku saat dismenore, sedangkan besar korelasinya termasuk ke dalam korelasi yang kuat antara pengetahuan tentang penanganan dismenore dengan perilaku saat dismenore di SMPN 1 Sumber Kabupaten Cirebon Tahun 2016. Semakin baik tingkat pengetahuan tentang dismenore, maka semakin baik pula perilaku saat dismenore.Kata Kunci : Dismenore, Pengetahuan, PenangananABSTRACTBackground: The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is quite high, 60-70% and 15% of them experienced severe pain with complications of shock and loss of consciousness due to incorrect handling, generally occurs in adolescence and adulthood. An understanding of menstruation is necessary so that teenagers could handle their respective problems which associated with dysmenorrheal in the right way. Objective: To analyze the relationship of knowledge about the handling of dysmenorrhea treatment dysmenorrhea in adolescent girls in SMP N 1 Sumber. Method: it was an analytical research with cross-sectional design, using sample of 96 respondents using total sampling techniques sampling, Data were obtained using a questionnaire . Results: the relation between the knowledge of dysmenorrhea with the behavior when dysmenorrhea was analyze using the pearson test with ρ value = 0,000, and the correlation 0,681 Conclusion: There was a positive correlation between knowledge about the handling of dysmenorrhea with the behavior when dysmenorrhea in SMP Negeri 1 Sumber Cirebon 2016. Keywords: Awareness, Dysmenorrhea, Treatment