Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU DI RUAS JALAN TAMAN RAHAYU PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL CIMANGGIS – CIBITUNG SEKSI 2 KOTA BEKASI Doni Haidar Nur
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 18 No. 2 (2019): EDISI BULAN NOVEMBER 2019
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v18i2.13

Abstract

Rigid Pavement is a type of road pavement that uses concrete as the main material for pavement, is one type of road pavement that is used apart from flexible pavement. Pavement is generally used on roads that have fairly congested traffic conditions and have a large load distribution, such as on inter-provincial roads, toll roads, and at signal intersections. Rigid pavement (Rigid pavement) is used because the implementation is relatively simple except for connections with a planned life can reach 15-40 years lower maintenance costs compared to asphalous pavement.This study aims to calculate the CBR value and calculate the thickness of rigid pavement in Taman Rahayu Road Section.The method used in this research is a case study in the Section 2 Cimanggis-Cibitung Toll Road Development Project by collecting CBR data and traffic data.The results of this study for the planning of road pavement thickness with a planned age of 20 years were 30 cm concrete plates, 10 cm Lean Concrete and 15 cm Aggregate drainage layers.
ANALISIS PERBANDINGAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN BINA MARGA 2017 DAN METODE AASHTO 1993 PADA JALAN SIMPANG GEDANGAN SIDOARJO Arrasis Sandekala; Doni Haidar Nur
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 22 No. 1 (2023): EDISI BULAN MEI 2023
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v22i1.139

Abstract

Peningkatan volume lalu lintas dapat menyebabkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, terutama pada persimpangan Gedangan yang merupakan kawasan industri. Penyebabnya adalah lalu lintas yang padat, terutama pada jam puncak. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dibangun jembatan layang (flyover) di persimpangan Gedangan Kabupaten Sidoarjo.Dalam menentukan ketebalan perkerasan lentur terdapat beberapa metode untuk digunakan, termasuk pada penelitian ini mengunakan Metode yang digunakan adalah analisa kuantitatif komparatif hasil perhitungan perkerasan menggunakan Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 dan American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO) 1993. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan tebal perkerasan hasil analisis dari kedua metode tersebut.Penelitian ini membandingkan parameter tebal perkerasan jalan dibawah simpang tidak sebidang, sehingga akan diketahui perbedaan dan persamaan parameter tersebut. Perencanaan tebal perkerasan dengan kedua metode tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan yang terdapat dari kedua metode tersebut dalam merencanakan tebal perkerasan lentur jalan raya. Berdasarkan perbandingan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tebal perkerasan lentur yang dihitung dengan metode MDP 2017 yaitu untuk tebal lapis permukaan AC-WC 4 cm dan AC-BC 6 cm, lapis AC-Base 16 cm, dan lapis pondasi bawah 30 cm, sedangkan dengan metode AASHTO 1993 antara lain tebal lapis permukaan AC-WC 4 cm dan AC-BC 7 cm, lapis pondasi atas 20 cm, dan lapis pondasi bawah 27 cm.. Hasil lapisan perkerasan dengan metode MDP 2017 didapat lebih efisien untuk digunakan dari pada metode AASHTO 1993. Sedangkan dari segi harga untuk metode AASHTO 1993 di dapat lebih ekonomis.
ANALISIS PERANCANGAN BOX TUNNEL STA 42+352 PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL CIMANGGIS-CIBITUNG SEKSI 2 Rizky Nabila Hasibuan; Doni Haidar Nur
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 22 No. 2 (2023): EDISI BULAN NOVEMBER 2023
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v22i2.158

Abstract

Pembangunan jalan tol Cimanggis-Cibitung seksi 2 melewati beberapa ruas jalan desa di daerah Setu-Burangkeng, khususnya di titik sta 42+352 yang mengakibatkan terhambatnya pergerakan aktivitas bagi warga sekitar, sehingga diperlukan sebuah persimpangan tidak sebidang. Underpass direncanakan menggunakan struktur box tunnel. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang pembebanan, tulangan, serta stabilitas dinding penahan tanah pada box tunnel tersebut. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi serta studi pustaka. Metode pengolahan data menggunakan aplikasi Microsoft excel. Hasil analisis diperoleh box tunnel memiliki dimensi tinggi = 6,30 meter, lebar = 7,00 meter, dengan momen ultimit pada pelat atas = 714,47 KNm, momen ultimit pada pelat dinding = 1440,53 KNm, serta momen ultimit pada pelat bawah = 1243,13 KNm. Tulangan yang digunakan pada pelat atas adalah tulangan utama D22-100 dengan tulangan bagi D16-200, sedangkan pada pelat dinding dan pelat bawah menggunakan tulangan utama D22-50 dengan tulangan bagi D16-200. Stabilitas dinding penahan tanah diperoleh nilai aman dengan stabilitas terhadap penggeseran sebesar 2,39, stabilitas terhadap penggulingan sebesar 2,27, dan stabilitas terhadap keruntuhan kapasitas dukung tanah sebesar 4,56.