Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Cinta, Perjodohan dan Impal Oleh Etnik Karo Warni Fitri Sari; Yummy Jumiati Marsa
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impal adalah salah satu tradisi di dalam masyarakat etnik karo. Impal merupakan pernikahan ideal dalam etnik karo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis cinta yang berhubungan dengan tradisi dan kebudayaan perkawinan perjodohan impal oleh etnik karo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif, metode etnografi. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih selama empat bulan. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan informan sebanyak 15 informan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perkawinan perjodohan impal mengalami pergeseran sosial (pola pikir) orang tua yang menganggap bahwa harta warisan tidak masalah apabila tidak diberikan kepada impalnya. Begitu juga dengan pergeseran sosial (pola pikir) muda-mudi yang menganggap bahwa perkawinan perjodohan impal sudah dianggap tidak ideal lagi untuk dilaksanakan karena impal dianggap sudah seperti saudara kandung. Pada temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perkawinan perjodohan impal etnik karo bukan lah menjadi suatu kewajiban untuk dilaksanakan karena adanya beberapa faktor-faktor yaitu faktor lingkungan, pendidikan, agama serta pergeseran sosial.
Perjuangan Masyarakat Muslim Banjar dalam Resolusi Konflik Agraria Yummy Jumiati Marsa
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 4 No. 2 (2023): (DESEMBER 2023) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki focus pada perjuangan komunitas muslim etnik Banjar di Sumatera Utara dalam mempertahankan properti berupa lahan yang dimilikinya. Perjuangan etnik ini mengalami berbagai kendala dan hambatan. Hal ini menyebabkan munculnya ketertarikan untuk meneliti masalah perjuangan etnik Banjar di Sumatera Utara. Upaya mengungkapkan perjuangan tersebut dilaksanakan melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini terdapat sepuluh informan yang sangat membantu dalam mengungkapkan fakta terkait isu konflik dalam penelitian ini. Temuan penelitian ini yaitu berisi informasi tentang: a) sejarah konflik komunitas etnik banjar dan PTPN II, b) dampak konflik terhadap kehidupan social masyarakat muslim banjar, c) proses resolusi konflik agraria komunitas muslim etnik banjar. Artikel ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi pihak-pihak tertentu untuk menganalisa berbagai persoalan agraria guna mencari solusi damai atas konflik agraria yang berlangsung di Sumatera Utara.
Pelestarian Permainan Tradisional untuk Meningkatkan Kesadaran Budaya pada Siswa SD di Desa Naman Yummy Jumiati Marsa; Rida Wati; Septi Utami; Veri Fadli Ritonga; Selfiana Selfiana; Uswatun Hasanah Siregar
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.578

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional sebagai warisan budaya lokal sekaligus meningkatkan kesadaran budaya pada siswa SDN. 046417 Naman, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan observasi, wawancara, dokumentasi, demonstrasi, pelatihan, dan perlombaan permainan tradisional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti egrang, lari batok, gasing, dan lompat karet mampu menumbuhkan nilai karakter pada siswa, antara lain sportivitas, kerja sama, kejujuran, serta ketekunan. Selain itu, keterlibatan siswa dalam permainan tradisional terbukti efektif untuk meningkatkan kesadaran budaya dan kebersamaan, sekaligus menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget. Dengan demikian, pelestarian permainan tradisional dapat dijadikan media edukatif dan kultural dalam membentuk generasi muda yang berkarakter serta beridentitas budaya yang kuat.