Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN KANTOR KELURAHAN MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT Fitri Khoirunnisa; Siti Roifah; Soni Setiawan; Maxsi Ary
JURNAL TEKNOLOGI DAN OPEN SOURCE Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Teknologi dan Open Source, June 2020
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.368 KB) | DOI: 10.36378/jtos.v3i1.519

Abstract

Electronic-based Government System (SPBE) is the government's effort in developing an electronic-based government organization, so that there is an increase in the quality of public services. The system that runs in Sukabungah which is still manual and the lack of providing information to the community related to village services is an obstacle in improving the quality of the organization. Therefore the use of organizational development strategy analysis is very necessary for the Sukabungah village office to achieve maximum organizational strategy. In this study the method used in improving the quality of service is the SWOT analysis, which is used to develop the potential of the organization and to find out internal and external factors of the organization. In the SWOT analysis that has been carried out on Sukabungah village office it can be seen that Sukabungah village office is included in the quadrant I strategy which means supporting an aggressive strategy, therefore in developing an organization that will be achieved has a huge opportunity, so this can be a good development for Sukabungah sub-district. Implementation in the development of this SWOT analysis is by designing a village service information system where this system will assist the government in improving the Electronic-Based Government System (SPBE) as well as assisting the urban village in improving the quality of the organization and facilitating the existing service system.
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA RELAWAN MENGGUNAKAN METODE MOORA PADA YAYASAN AKSI CEPAT TANGGAP Yudi Ramdhani; Resdiana Pratama; Fitri Khoirunnisa
Naratif (Jurnal Nasional Riset, Aplikasi Dan Teknik Informatika) Vol 4 No 1 (2022): NARATIF : Jurnal Nasional Riset Aplikasi dan Teknik Informatika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/naratif.v4i1.152

Abstract

Kualitas Sumber Daya Manusia merupakan faktor terpenting dalam keberhasilan sebuah organisasi, semakin tinggi kualitas sumber daya manusia semakin baik kinerja yang akan dihasilkan. Prestasi kerja relawan yang baik akan sangat mempermudah suatu perusahaan atau organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sumber daya manusia memiliki posisi yang sangat penting bukan hanya sebagai objek manajemen, tetapi SDM menjadi subjek dan salah satu aspek yang sangat penting dalam manajemen sehingga dengan inovasi dan kemampuannya dapat menjadi ujung tombak untuk mengembangkan organisasi Penilaian Kinerja Relawan adalah agenda bulanan yang diselenggarakan oleh Kepala Cabang ACT Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk memilih relawan terbaik dan untuk memotivasi para relawan lainnya. Penilaian Kinerja Relawan didasarkan pada kriteria kepemimpinan, kerjasama, keaktifan, kedisiplinan dan tanggung jawab. Perhitungan yang belum otomatisasi, hal ini dinilai cukup sulit, belum profesional, tidak objektif, dan lambat bagi Kepala Cabang. Sistem Penunjang Keputusan disediakan untuk membantu tim penilai menyelesaikan pekerjaannya secara profesional dan transparan. Penilaian Kinerja Relawan menggunakan metode MOORA, studi literatur dan wawancara pada kepala cabang, serta metode waterfall untuk tahapan pengembangan sistemnya. Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian, direkomendasikan metode MOORA sebab metode ini memungkinkan adanya penilaian cost dan benefit dalam putusan akhirnya. Laporan penelitian ini menghasilkan penilaian kinerja relawan berdasarkan akurasi 100%.
ANALISIS PENERIMAAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI PELAYANAN KANTOR KELURAHAN BERBASIS WEB Fitri Khoirunnisa; Siti Roifah; Soni Setiawan
Jurnal Responsif : Riset Sains dan Informatika Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Responsif : Riset Sains dan Informatika
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jti.v4i2.845

Abstract

Penggunaan teknologi dalam bidang pemerintahan merupakan suatu keharusan yang harus dilaksanakan. Karena dengan penggunaan sebuah teknologi informasi ini dapat membantu pihak pemerintahan dalam meningkatkan efektifitas, efisiensi, serta penyampaian layananan. Sesuai dengan Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 mengenai Desa/Kelurahan Pasal 86 ayat (3) menyatakan bahwa “Sitem Informasi desa/kelurahan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) meliputi fasilitas perangkat keras dan perangkat lunak, maka dengan demikian diimplementasikanlah sebuah sistem informasi pelayanan kantor kelurahan berbasis web. Maka dilakukanlah analisis kepuasan pengguna terhadap implementasi sistem informasi layanan kelurahan berbasis web ini dengan meggunakan metode Technology Acceptance Model (TAM), dalam penelitian ini variabel yang digunakan yaitu variabel kegunaan persepsi, kemudahan penggunaan dan sikap terhadap pengguna. Hasil dari analisis kepuasan ini yaitu dapat diketahui bahwa pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 31,2%, pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 32,7% , dan pengaruh X1 dan X2 secara simultan terhadap Y adalah sebesar 38,5%.
PENETRATION TESTING WEBSITE DENGAN METODE BLACK BOX TESTING UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN WEBSITE PADA INSTANSI (REDACTED) Widi Linggih Jaelani; Yanto Yanto; Fitri Khoirunnisa
Naratif (Jurnal Nasional Riset, Aplikasi Dan Teknik Informatika) Vol 5 No 1 (2023): NARATIF : Jurnal Nasional Riset Aplikasi dan Teknik Informatika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/naratif.v5i1.180

Abstract

Penetration testing website merupakan sebuah pengujian yang dilakukan untuk meningkatkan keamanan pada website agar tidak terkena serangan dari luar hak akses. Penetration testing memiliki 3 metode dalam melakukan pengujian diantaranya, black box testing, white box testing dan gray box testing. Dimana ketiga metode ini mempunyai scope pengujian yang berbeda dan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Metode black box testing hanya mendapatkan akses sebatas informasi tentang nama website atau alamat url saja. Pengetesan white box testing akses yang penguji dapatkan itu sangat kompleks, karena dengan metode ini penguji dapat mengetahui scope yang banyak dimulai dari coding, alur dari aplikasi, dan hak akses yang cukup untuk melakukan pengetesan. Sedangkan metode gray box testing pada pengujian ini hak akses yang dimiliki penguji mengetahui alur dan memiliki akun yang bisa di akses ke dalam website. Penetration testing website dengan metode black box testing merupakan teknik pengujian website untuk meningkatkan keamanan website. Dengan mengimplementasikan metode black box testing ini cukup efektif apabila dilakukan untuk pengujian jangka pendek karena untuk melakukan metode testing ini cukup menggunakan tools yang open source maupun dengan tools manual lainnya. Oleh karena itu, pada penelitian ini penulis menggunakan black box testing karena akses yang diberikan hanyalah sebatas informasi alamat url saja.
KOMPARASI 2 METODE CLUSTER DALAM PENGELOMPOKAN INTENSITAS BENCANA ALAM DI INDONESIA Fitri Khoirunnisa; Yulianto Rahmawati
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i1.3619

Abstract

Data mining merupakan sebuah proses pengolahan informasiyang digunakan untuk keperluan tertentu dari suatu database. Salah satumetode dalam data mining adalah Clustering, yang berfungsi untukmencari pola, titik, objek, atau dokumen yang dapat dikelompokkan. Algoritma K-Means clustering memiliki peran penting dalam bidang data mining karena mudah diimplementasikan dan dijalankan. Namun, terdapatvariasi pengembangan dari metode K-Means Clustering, yaitu K-Medoids, yang diciptakan untuk mengatasi kelemahan Algoritma K-Means yang cenderung sensitif terhadap outlier. Dalam penelitian ini, kedua algoritma clustering dibandingkan dengan menggunakan dataset yang berisi informasi tentang bencana alam di Indonesia dari tahun 2013-2022, yang terdiri dari atribut banjir, gempa bumi, kekeringan, putingbeliung, tanah longsor, dan tsunami. Hasil pengujian menunjukkan bahwanilai DBI pada K-Means lebih rendah dibandingkan K-Medoids, yaitumasing-masing 0.425 dan 0.939. Berdasarkan data tersebut, terdapat tigacluster yang terbentuk, yang dapat diinterpretasikan berdasarkan intensitasbencana alam, dengan masing-masing cluster memiliki karakteristik yang berbeda.
Perencanaan Arsitektur Sistem Informasi pada Universitas Menggunakan Pendekatan Enterprise Architecture Planning (EAP) Fitri Khoirunnisa; Budi Permana
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i6.10025

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan merancang arsitektur sistem informasi di Universitas ARS menggunakan pendekatan Enterprise Architecture Planning (EAP) untuk mencapai keselarasan antara teknologi informasi dengan visi dan misi universitas. Saat ini, penerapan sistem informasi di Universitas ARS belum memiliki kerangka dasar perencanaan TI yang optimal sehingga diperlukan perancangan ulang secara menyeluruh. Metode EAP meliputi empat tahap: analisis proses bisnis, analisis teknologi saat ini, perancangan arsitektur data–aplikasi–teknologi, serta implementasi blueprint arsitektur enterprise. Hasil penelitian mengidentifikasi 63 entitas data dan 63 modul aplikasi yang dikelompokkan ke dalam 8 sistem utama, yaitu penerimaan mahasiswa baru, akademik, wisuda/alumni, marketing, penelitian dan pengabdian masyarakat, sarana prasarana, SDM dan keuangan, serta administrasi surat. Arsitektur yang dihasilkan mampu meningkatkan integrasi sistem dan efisiensi pengelolaan informasi. Blueprint ini menjadi panduan strategis dalam pengembangan sistem informasi terintegrasi yang mendukung peningkatan kinerja universitas dan pencapaian visi menjadi perguruan tinggi yang kuat, mandiri, dan unggul di era digital.Kata kunci: Perencanaan Arsitektur Perusahaan; sistem informasi; arsitektur data; arsitektur aplikasi; arsitektur teknologi; Abstract - This study aims to design an information system architecture at ARS University using the Enterprise Architecture Planning (EAP) approach to achieve alignment between information technology and the university’s vision and mission. Currently, the implementation of information systems at ARS University lacks a foundational IT planning framework, making a comprehensive redesign necessary. The EAP method consists of four stages: business process analysis, current technology analysis, the design of data–application–technology architecture, and the implementation of the enterprise architecture blueprint. The study identified 63 data entities and 63 application modules grouped into eight main systems: new student admissions, academics, graduation/alumni, marketing, research and community service, facilities and infrastructure, human resources and finance, and document administration. The designed architecture effectively enhances system integration and information management efficiency. The resulting blueprint serves as a strategic guide for developing an integrated information system that supports improved institutional performance and the achievement of the university’s vision to become a strong, independent, and excellent higher education institution in the digital era.Keywords: Enterprise Architecture Planning; information system; data architecture; application architecture; technology architecture;