Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Pelayanan Kefarmasian di Instalasi Farmasi RS X Tahuna Gayatri Citraningtyas; Imam Jayanto; Jesica Nangaro; Alfred Nangaro
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 10, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.391 KB) | DOI: 10.22146/jmpf.45917

Abstract

The level of satisfaction achievement on the services provided to patients, both the quality of health services and the health care system, will be the first choice for patients to visit the hospital. The objective of this study was to determine inpatients satisfaction level in the internal diseases room on drug services at Pharmacy Installation Hospital of X Tahuna. This research was a descriptive research with crosssectional design. The research instrument was a form of a questionnaire of hope and reality which was adopted from Nangaro in 2019. The validity and reliability test of the questionnaire was conducted on 30 respondents and data analysis using index of total quality service. There are 115 people who have met the inclusion criteria, such as being willing to be a respondent, being able to read and write, aged ≥ 18 years old, and were currently undergoing treatment in the interna room and have received service at X Tahuna Hospital. Analysis of satisfaction data was using the Weighted Servqual model. The results showed an overall satisfaction index of -0.20, while the satisfaction index for each dimension was as follows: -0.29 for the tangibles dimension, -0.278 emphaty dimensions, -0.17 reliability dimensions, -0.274 dimensions responsiveness, and - 0.32 for the assurance dimension. The overall satisfaction index as well as each dimension shows a negative value, which means that the patient is not satisfied with the drug services at X Tahuna Hospital Pharmacy Installation. The Hospital must re-evaluate the number of human resources (pharmacist-patient ratio), the flow of drug services, as well as the completeness of the available facilities.
Pelatihan Pembuatan Balsem dan Minyak Aromatherapy Berbahan Dasar Minyak Cengkeh Sulawesi Utara pada Kelompok Lansia dan Kelompok Wanita Kaum Ibu GMIM Kharisma Koka Kab. Minahasa Jainer Pasca Siampa; Olvie Syenni Datu; Imam Jayanto
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/wbx7ej72

Abstract

Keluhan nyeri merupakan keluhan yang banyak dialami oleh pasien di segala usia dan ditangani menggunakan obat Antiinflamasi Non Steroid (AINS) yang berefek analgetika, antipiretika dan antiinflamasi. Selain AINS, obat yang juga sangat sering digunakan masyarakat adalah obat Kortikosteroid yang berefek antiinflamasi, immunosupresan, anti proliferasi, dan efek vasokontriksi sehingga biasanya digunakan untuk mengobati penyakit seperti alergi, asma, antiemetikum dalam kemoterapi, edemaparu-paru, eksaserbasi akut pada penyakit autoimun dan penyakit paru kronik, rematik, dan lain-lain. Namun penggunaan obat-obat ini memiliki efek samping yang besar. Efek samping yang paling umum terjadi sebesar 56,7% adalah meningkatnya resiko gastritis. Pembuatan balsem dan minyak aromatherapy sebagai counterirritant (menghilangkan nyeri otot) dan menghangatkan badan. Penggunaan balsem dan minyak aromatherapy untuk tujuan relaksasi otot, mengatasi perut kembung, menghilangkan mual dan pegal linu serta sebagai pertolongan pertama pada gejala masuk angin. Mitra yang dipilih yaitu Kelompok lansia dan kelompok wanita kaum ibu GMIM Kharisma Koka karena merupakan kelompok usia yang paling sering melakukan swamedikasi dengan sediaan ini. Oleh karena itu, pelatihan pembuatan balsem dan minya aromatherapy akan sangat menarik bagi anggota mitra karena selain dapat digunakan sendiri, dapat juga menjadi peluang usaha karena metode pembuatannya sangat sederhana. Produksi sediaan bisa menggunakan peralatan rumah tangga sehingga sangat memungkinkan untuk diproduksi di rumah. Hasil produk yang telah dibuat disukai oleh mitra karena memberi kehangatan dan manfaat dari bahan aktif bisa dirasakan.