Irene Florensia Situmeang
Politeknik Karya Husada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Determinan Kasus Preeklampsia pada Ibu Bersalin Nirmala Harahap; Irene Florensia Situmeang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i04.1526

Abstract

Preeklampsia merupakan hipertensi yang timbul pada usia kehamilan ≥20 minggu disertai dengan adanya proteinuria. Preeklampsia merupakan penyulit kehamilan yang dapat terjadi pada saat hamil, bersalin dan masa nifas. Preeklampsia merupakan penyebab langsung kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kasus preeklampsia pada ibu bersalin. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain Cohort retrosfektif. Pengambilan data secara cross sectional dengan pendekatan accidental sampling. Jumlah besaran sampel dalam penelitian ini menggunakan uji hipotesis dua populasi dari lemeshow, S., Hos,er., Klar., and Lwanga sesuai kriteria eksklusi diketahui sebanyak 159 ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 24,5% responden mengalami preeklampsia, angka ini cukup tinggi menjadi morbiditas ibu. Hasil analisis statistik bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara usia ibu (Pv=0,04; OR=2,495), riwayat hipertensi (Pv=0,000; OR=41,043) riwayat preeklamspia (Pv=0,000; OR=59.500), dan konsumsi kalsium (Pv= 0,018; OR=2,613) dengan kasus preeklampsia. Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling dominan mempengaruhi kasus preeklamspia adalah riwayat hipertensi (Exp B=43,557), artinya responden dengan riwayat hipertensi akan berpeluang 43 kali terjadi preeklampsia. Dari hasil tersebut perlu adanya peningkatan edukasi pada ibu hamil mengenai faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia dan mampu untuk mengenali gejala-gelaja preeklampsia sehingga ibu hamil dapat melakukan pencegahan.
Determinan Kasus Preeklampsia pada Ibu Bersalin Nirmala Harahap; Irene Florensia Situmeang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i04.1526

Abstract

Preeklampsia merupakan hipertensi yang timbul pada usia kehamilan ≥20 minggu disertai dengan adanya proteinuria. Preeklampsia merupakan penyulit kehamilan yang dapat terjadi pada saat hamil, bersalin dan masa nifas. Preeklampsia merupakan penyebab langsung kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kasus preeklampsia pada ibu bersalin. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain Cohort retrosfektif. Pengambilan data secara cross sectional dengan pendekatan accidental sampling. Jumlah besaran sampel dalam penelitian ini menggunakan uji hipotesis dua populasi dari lemeshow, S., Hos,er., Klar., and Lwanga sesuai kriteria eksklusi diketahui sebanyak 159 ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 24,5% responden mengalami preeklampsia, angka ini cukup tinggi menjadi morbiditas ibu. Hasil analisis statistik bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara usia ibu (Pv=0,04; OR=2,495), riwayat hipertensi (Pv=0,000; OR=41,043) riwayat preeklamspia (Pv=0,000; OR=59.500), dan konsumsi kalsium (Pv= 0,018; OR=2,613) dengan kasus preeklampsia. Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling dominan mempengaruhi kasus preeklamspia adalah riwayat hipertensi (Exp B=43,557), artinya responden dengan riwayat hipertensi akan berpeluang 43 kali terjadi preeklampsia. Dari hasil tersebut perlu adanya peningkatan edukasi pada ibu hamil mengenai faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia dan mampu untuk mengenali gejala-gelaja preeklampsia sehingga ibu hamil dapat melakukan pencegahan.
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Persalinan Preterm Di Ruang Bersalin Puskesmas Kecamatan Tambora Tahun 2023 eni marfuah; Irene Florensia Situmeang; Delvira Andini
Indonesian Journal of Midwifery Scientific Vol 3 No 2 (2024): Indonesian Journal of Midwifery Scientific
Publisher : Politeknik Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Factors Associated with Preterm Birth Incidence in the Delivery Room of Tambora Sub-District Public Health Center in 2023. According to WHO, approximately 13.4 million babies were born prematurely in 2020. Premature birth is a leading cause of death among children under 5 years old, accounting for about 900,000 deaths in 2019. Worldwide, the prevalence of premature births ranges from 4% to 16% in 2020. In Indonesia, the neonatal mortality rate is 16.85 per 1,000 live births. Jakarta experienced a decrease in infant mortality rates by 92% during the period 1971-2020. However, the infant mortality rate declined from 14 to 10-11 per 1,000 live births between the 2010 and 2020 population censuses. The causes of preterm birth remain uncertain, as premature birth can occur for various reasons. This research was conducted in Tambora District Health Center in 2023 with the aim of identifying factors associated with preterm birth. The study employed a case-control approach, involving 40 cases of preterm birth and 40 controls of full-term births. The bivariate analysis results revealed that age (p = 0.309, OR 1.926) and nutritional status (p = 0.642, OR 1.385) did not show a significant relationship with preterm birth incidence. However, a significant association was found between premature rupture of membranes (PROM) and preterm birth incidence (p = 0.000, OR 19.000). Based on the research findings, it is recommended that healthcare professionals provide education on regular prenatal check-ups to prevent infections that could lead to PROM and other factors related to preterm birth. Ensuring proper nutrition for pregnant mothers and paying attention to safe gestational age are also considered essential. Through these interventions, the rate of preterm births is anticipated to be further reduced. Keywords: age, nutritional status, preterm birth, premature rupture of membranes (PROM)..