Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IbBM PELATIHAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN“INSTRUCTIONAL GAME”UNTUK PENINGKATAN PROFESIONALISME BAGI PENDIDIK PAUD SE KECAMATAN CIHIDEUNG KOTA TASIKMALAYA syaefuddin syaefuddin; Lulu Yuliani; Lesi Oktiwanti
Abdimas Siliwangi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.555 KB) | DOI: 10.22460/as.v2i1p23-29.2498

Abstract

Tujuan umum dalam rencana pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan mutu pendidik PAUD di Kecamatan Cihideung  Kota Tasikmalaya melalui pendampingan dalam kerangka meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan Model Pembelajaran“Instructional Game”Untuk Peningkatan Profesionalisme Bagi  Pendidik Paud. Jenis luaran yang dihasilkan dari pelatihan melalui pendampingan ini adalah peningkatan kompetensi tutor dalam menerapkan model Pembelajaran“Instructional Game” pada pembelajaran PAUD. Berdasarkan penemuan dilapangan dan hasil wawancara dengan tutor PAUD di kecamatan Cihideung  Kota Tasikmalaya pada umumnya mengharapkan seminar, dan pendampingan dalam  penerapan  model Pembelajaran“Instructional Game”Untuk Peningkatan Profesionalisme pendidik PAUD. Target yang ditetapkan dalam Pengabdian Masyarakat Iptek bagi Bina Masyarakat (IbBm) adalah Tutor diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan model Pembelajaran “Instructional Game”. Tim pelaksana dalam kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat  ini berasal dari Perguruan Tinggi dari Stap pengajar Pendidikan Luar Sekolah UNSIL 3 orang sebagai dari bidang kepakaran Pendidikan Kemasyarakatan Non Formal dan Informal sebagai  pendamping/ nara sumber.
Pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) Dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Bagi Peserta Didik di PKBM GEMA Pada Pendidikan Kesetaraan Program Paket B dan C Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Syaefuddin Syaefuddin; Lulu Yuliani; Lesi Oktiwanti
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.03 KB) | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i2.2611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) Dalam Upaya Meningkatkan  Motivasi Belajar Bagi  Peserta Didik di PKBM Gema Pada Pendidikan Kesetaraan Program Paket B dan C  Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Menghasilkan rekomendasi keilmuan  Pendidikan Masyarakat,  mempublikasikan hasil penelitian pada prosiding, jurnal nasional maupun Internasioanal. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan sumbangan dan memperkaya pengembangan teori ilmu pendidikan, ilmu sosial dan ilmu pengetahuan sejenis dalam menambah cakrawala dan membuka wawasan keilmuan PLS.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Peneliti mengadakan pengamatan dan mencari data deskriptif  berupa kata-kata tertulis atau lisan dari responden yang diamati. Peneliti secara terus menerus melaksanakan wawancara dengan informan secara mendalam untuk mengumpulkan data dari peserta didik Pendidikan Keseteraan Pada Program Paket B dan C. Teknik yang di gunakan, Teknik Triangulasi Data yaitu Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Hasil penelitianWarga belajar penerima bantuan KIP di PKBM GEMA pada Pendidikan kesetaraan Pada Program Paket A dan Paket B kecamatan Tawang tahun 2018 berjumlah 103 dan diberikan setiap setahun sekali, warga belajar yang seluruhnya memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP). Warga belajar yang menerima bantuan KIP telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan.  Dengan adanya pemberian dana KIP Motivasi warga belajar dalam mengikuti Pembelajaran pada pendidikan kesetraan Paket B dan Paket C di PKBM GEMA semakin meningkat. Di tunjukkan adanya minat untuk datang dalam proses pembelajaran  (frekuensi kehadiran) serta ketekunan, keuletan dan kemauan/minat untuk belajar sangat nampak sekali ketika mereka mendapatkan dana bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Partisipasi PLS Melalui Kader Pos Pelayanan (Posyandu) “Seruni” Dalam Penyuluhan Pembangunan Kesehatan di Masyarakat RW 10 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Syaefuddin Syaefuddin; Adang Danial; Lulu Yuliani
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.311 KB) | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i2.2612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Partisipasi PLS melalui Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) “Seruni” Dalam Penyuluhan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Di Rw 10 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Target yang hendak dicapai Mendeskripsikan Partisipasi PLS melalui Kader Pos Pelayanan Terpadu (posyandu)“ Seruni ”Dalam Penyuluhan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Di Rw 10 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Menghasilkan rekomendasi keilmuan Pendidikan Luar Sekolah,  mempublikasikan hasil penelitian pada prosiding, jurnal nasional maupun Internasioanal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Peneliti mengadakan pengamatan dan mencari data deskriptif  berupa kata-kata tertulis atau lisan dari responden yang diamati. Peneliti secara terus menerus melaksanakan wawancara dengan informan secara mendalam untuk mengumpulkan data dari kader Posyandu. Teknik yang di gunakan, Teknik Triangulasi Data yaitu Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada bentuk partisipasi PLS  melalui kader Posyandu, seperti tenaga, uang  dan ikut dalam pelaksanaan program. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, seperti pengetahuan, usia, pekerjaan, keluarga dan lokasi posyandu, serta upaya yang dilakukan kader untuk meningkatkan kesehatan balita dengan cara memberikan makanan tambahan, pemberian vitamin secara rutin setiap 6 bulan sekali, memberikan arahan dan penyuluhan mengenai kesehatan dan makanan bergizi untuk balita. 
Pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) Dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Bagi Peserta Didik di PKBM GEMA Pada Pendidikan Kesetaraan Program Paket B dan C Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Syaefuddin Syaefuddin; Lulu Yuliani; Lesi Oktiwanti
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i2.2611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) Dalam Upaya Meningkatkan  Motivasi Belajar Bagi  Peserta Didik di PKBM Gema Pada Pendidikan Kesetaraan Program Paket B dan C  Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Menghasilkan rekomendasi keilmuan  Pendidikan Masyarakat,  mempublikasikan hasil penelitian pada prosiding, jurnal nasional maupun Internasioanal. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan sumbangan dan memperkaya pengembangan teori ilmu pendidikan, ilmu sosial dan ilmu pengetahuan sejenis dalam menambah cakrawala dan membuka wawasan keilmuan PLS.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Peneliti mengadakan pengamatan dan mencari data deskriptif  berupa kata-kata tertulis atau lisan dari responden yang diamati. Peneliti secara terus menerus melaksanakan wawancara dengan informan secara mendalam untuk mengumpulkan data dari peserta didik Pendidikan Keseteraan Pada Program Paket B dan C. Teknik yang di gunakan, Teknik Triangulasi Data yaitu Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Hasil penelitianWarga belajar penerima bantuan KIP di PKBM GEMA pada Pendidikan kesetaraan Pada Program Paket A dan Paket B kecamatan Tawang tahun 2018 berjumlah 103 dan diberikan setiap setahun sekali, warga belajar yang seluruhnya memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP). Warga belajar yang menerima bantuan KIP telah memenuhi kriteria yang telah ditentukan.  Dengan adanya pemberian dana KIP Motivasi warga belajar dalam mengikuti Pembelajaran pada pendidikan kesetraan Paket B dan Paket C di PKBM GEMA semakin meningkat. Di tunjukkan adanya minat untuk datang dalam proses pembelajaran  (frekuensi kehadiran) serta ketekunan, keuletan dan kemauan/minat untuk belajar sangat nampak sekali ketika mereka mendapatkan dana bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Partisipasi PLS Melalui Kader Pos Pelayanan (Posyandu) “Seruni” Dalam Penyuluhan Pembangunan Kesehatan di Masyarakat RW 10 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya Syaefuddin Syaefuddin; Adang Danial; Lulu Yuliani
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v2i2.2612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Partisipasi PLS melalui Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) “Seruni” Dalam Penyuluhan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Di Rw 10 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Target yang hendak dicapai Mendeskripsikan Partisipasi PLS melalui Kader Pos Pelayanan Terpadu (posyandu)“ Seruni ”Dalam Penyuluhan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Di Rw 10 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya. Menghasilkan rekomendasi keilmuan Pendidikan Luar Sekolah,  mempublikasikan hasil penelitian pada prosiding, jurnal nasional maupun Internasioanal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Peneliti mengadakan pengamatan dan mencari data deskriptif  berupa kata-kata tertulis atau lisan dari responden yang diamati. Peneliti secara terus menerus melaksanakan wawancara dengan informan secara mendalam untuk mengumpulkan data dari kader Posyandu. Teknik yang di gunakan, Teknik Triangulasi Data yaitu Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada bentuk partisipasi PLS  melalui kader Posyandu, seperti tenaga, uang  dan ikut dalam pelaksanaan program. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, seperti pengetahuan, usia, pekerjaan, keluarga dan lokasi posyandu, serta upaya yang dilakukan kader untuk meningkatkan kesehatan balita dengan cara memberikan makanan tambahan, pemberian vitamin secara rutin setiap 6 bulan sekali, memberikan arahan dan penyuluhan mengenai kesehatan dan makanan bergizi untuk balita.