p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Agroteksos
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MULSA PLASTIK DAN TUMPANGSARI DENGAN KACANG HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI BERAS HITAM SISTEM IRIGASI AEROBIK Aloysius Rabata Nggale; Ida Bagus Komang Mahardika; Wayan WANGIYANA
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1429

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mulsa plastik dan tumpangsari dengan kacang hijau terhadap pertumbuhan dan hasil padi beras hitam pada sistem irigasi aerobik. Percobaan dilaksanakan di Desa Taman, Abiansemal, Badung, Bali dari dari bulan April sampai dengan Agustus 2024, yang ditata menurut rancangan Split Pot design dengan tiga blok (ulangan) dan dua faktor perlakuan, yaitu mulsa plastik (P0: tanpa mulsa plastik; P1: dengan mulsa plastik penutup bedeng) dan tumpangsari (T0: tanpa tumpangsari; T1: tumpangsari padi beras hitam dengan kacang hijau). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi mulsa plastik pada bedeng penanaman padi beras hitam berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah anakan, jumlah malai, jumlah gabah berisi, jumlah gabah hampa, dan hasil gabah per rumpun dengan rata-rata hasil gabah lebih tinggi pada aplikasi mulsa plastik (84,97 g/rumpun) dibandingkan tanpa mulsa plastik (66,88 g/rumpun), sedangkan tumpangsari dengan kacang hijau hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat 100 gabah berisi. Namun demikian, pengaruh interaksi antar faktor perlakuan hanya signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah gabah berisi per malai dan per rumpun, berat 100 gabah, dan hasil gabah, dengan rata-rata hasil gabah tertinggi pada padi beras hitam tumpangsari dengan kacang hijau pada bedeng bermulsa plastik (89,65 g/rumpun). Abstract. This study aims to determine the effect of plastic mulch and intercropping with mungbean on growth and yield of black rice in an aerobic irrigation system. The experiment was conducted in Taman Village, Abiansemal, Badung, Bali from April to August 2024, which was arranged according to Split Pot design with three blocks (replications) and two treatment factors, namely plastic mulch (P0: without plastic mulch; P1: with plastic mulch covering the raised-beds) and intercropping (T0: without intercropping; T1: intercropping black rice with mungbean). The results showed that the application of plastic mulch on the raised-beds significantly affected number of leaves, tillers, panicles, filled grains, unfilled grains, and grain yield per clump with higher grain yield under application of plastic mulch (84.97 g/clump) compared to without plastic mulch (66.88 g/clump), while intercropping with mungbean only significantly affected plant height and weight of 100 filled grains. However, interaction effects between the treatment factors were significant only on plant height, number of filled grains per panicle and per clump, weight of 100 grains, and grain yield, with the highest grain yield was on black rice plants intercropped with mungbean grown on the raised-beds covered with plastic mulch (89.65 g/clump).
SISTEM AGROSILVOPASTURA TROPIS: TINJAUAN INTEGRASI KELAPA, JAHE, TURI DAN KAMBING UNTUK KEBERLANJUTAN AGROEKOSISTEM DAN PELUANG PENERAPANNYA DI PULAU LOMBOK Mutia Devi Ariyana; Wayan WANGIYANA
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 3 (2025): Jurnal Agroteksos Desember 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i3.1541

Abstract

Pertanian skala kecil di wilayah tropis seperti Pulau Lombok menghadapi tantangan keberlanjutan akibat keterbatasan lahan, degradasi tanah, dan variabilitas iklim. Sebagai solusi, sistem agrosilvopastura yang mengintegrasikan kelapa (Cocos nucifera), jahe (Zingiber officinale), turi (Sesbania grandiflora), dan kambing menawarkan model pertanian terpadu yang berkelanjutan. Kajian ini bertujuan menganalisis konsep, manfaat, dan peluang implementasi sistem ini melalui sintesis literatur. Hasil tinjauan menunjukkan adanya interaksi sinergis antar komponen: kelapa sebagai kerangka struktural yang memodifikasi iklim mikro dan penyedia jasa hidrologis melalui hydraulic lift; jahe sebagai tanaman sela bernilai ekonomi tinggi yang toleran terhadap naungan moderat (25–50%); turi sebagai leguminoseae fiksator nitrogen yang memperbaiki kesuburan tanah dan sumber pakan berkualitas tinggi; serta kambing sebagai komponen daur ulang nutrien melalui pupuk organik dan aset ekonomi likuid. Integrasi ini secara signifikan meningkatkan produktivitas penggunaan lahan, mendiversifikasi sumber pendapatan (jangka pendek, menengah, dan panjang), serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga terhadap guncangan pasar dan iklim. Secara ekologis, sistem ini membentuk siklus hara yang lebih tertutup, meningkatkan kesuburan dan kandungan karbon tanah, serta mengurangi ketergantungan pada input eksternal. Disimpulkan bahwa model agrosilvopastura kelapa, jahe, turi, dan kambing merupakan bentuk intensifikasi ekologis yang strategis dan relevan untuk wilayah semi-kering seperti Lombok, yang mampu meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan agroekosistem sekaligus berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Kata kunci: agrosilvopastura, jahe, kambing, kelapa, pertanian terpadu berkelanjutan