Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INDUKSI KALUS THEOBROMA CACAO SEBAGAI TAHAP AWAL PENGEMBANGAN TANAMAN MELALUI EMBRIOGENIS SOMATIK Rantih Fadhlya Adri
Menara Ilmu Vol 13, No 8 (2019): Vol. XIII No. 8 Juli 2019
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v13i8.1484

Abstract

Abstrak :Penelitian ini merupakan penelitian pendahulu yang dilakukan untuk pengembangan tanaman kakao melalui embriogenesis somatik, yang bertujuan untuk mengetahui waktu muncul kalus embriogenik dengan menggunakan medium B5 dengan zat pengatur tumbuh 2,4 D dan Kinetin yang dapat dikembangkan untuk induksi embrio somatik. Kata Kunci : kakao, kalus, embrio somatik
Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Penjamah Makanan tentang Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Instalasi Gizi RSUD Arosuka Solok Tahun 2025 Zain, Noval Aziz; Adzkia, Legabina; Rantih Fadhlya Adri
MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Maret 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v4i1.1215

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh tenaga penjamah makanan merupakan langkah esensial dalam meminimalkan risiko kontaminasi dan mencegah infeksi di lingkungan rumah sakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan tindakan petugas bagian gizi dalam tentang alat pelindung diri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Gizi RSUD Arosuka Solok Tahun 2025. Pengumpulan data penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2025. Populasi dan dalam penelitian ini adalah petugas instalasi gizi di RSUD Arosuka Solok sebanyak 13 petugas. HasilĀ  yang didapat 69.2% petugas dengan pengetahuan yang tinggi tetang alat pelindung diri, 61.5 % petugas sudah dengan sikap positif, 53.8 % petugas dengan tindakan yang patuh terhadap alat pelindung diri. Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap dan tindakan petugas lebih dari separuh sudah baik. Diharapkan rumah sakit memberikan pelatihan dan himbauan tentang alat pelindung diri.