Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH TUNJANGAN KINERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA ANGGOTA POLRI DAN PEGAWAI NEGERI SIPIL POLRI DI LINGKUNGAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA USMIAR M.si
Menara Ilmu Vol 10, No 73 (2016): Menara Ilmu Desember Jilid 2
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v10i73.51

Abstract

Penelitian ini dilakukan di suatu perusahaan institusi kepolisian  Negara RI yaitu Polres Payakumbuh. Anggota kepolisian adalah sumberdaya yang dimiliki institusi kepolisian RI atau dapat dikatakan sebagai karyawan yang dimiliki oleh suatu organisasi; yang memiliki kepentingan  terhadap  kesejahteraan mereka. Seorang karyawan akan termotivasi untuk bekerja dengan baik, tentunya bila memperoleh motivasi kerja. Sehingga bekerja dengan motivasi yang kuat akan meningkatkan kinerja karyawan, baik secara kuantitas, maupun kualitas.  Alat motivasi kerja dimaksud, bisa berupa immaterial maupun material. Dalam penelitian ini akan diamati tentang alat motivasi kerja dari aspek material, berupa tunjangan yang ditambahkan kepada pendapatan gaji anggota Polri dan PNS Polri yang dibayarkan negara. Dalam kajian ini dikenal dengan tunjangan kinerja.Permasalahan yang diamati didalam penelitian ini adalah (a) Bagaimana pengaruh pemberian tunjangan kinerja terhadap motivasi kerja anggota Polri dan PNS Polri di lingkungan Polres Payakumbuh? (b)Seberapa kuat hubungan tunjangan kinerja terhadap motivasi kerja anggota Polri dan PNS Polri di lingkungan Polres Payakumbuh? Dan tujuan penelitian adalah (a) Untuk mengetahui pengaruh pemberian tunjangan kinerja terhadap motivasi kerja anggota Polri dan PNS Polri di lingkungan Polres Payakumbuh. Dan (b) Untuk mengetahui kekuatan hubungan tunjangan kinerja terhadap motivasi kerja anggota Polri dan PNS Polri di lingkungan Polres Payakumbuh.Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dimana analisis data dilakukan secara deskriptif dan menafsirkan  data dan informasi yang ada secara kuantitatif, dilakukan analisis dengan pendekatan mode regresi sederhana.Hasil penelitian ini menunjukkan, beberapa temuan empiris sebagai berikut: Output analisis kuantitatif  mengungkapkan sebagai berikut : bahwa pengaruh tunjangan kinerja terhadap motivasi kerja karyawan cukup signifikan yang ditunjukkan oleh koefisien regresi sebesar b = 0,435 ; yang berarti bahwa setiap perubahan sebanyak 1 satuan pemberian tunjangan kinerja dapat mempengaruhi perubahan motivasi kerja karyawan sebesar 0,993 satuan. Dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,440 yang menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara tunjangan kinerja dengan motivasi kerja anggota Polri dan PNS Polri pada Polres Payakumbuh.
ANALISIS PREDIKSI KEBANGKRUTAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE Z-SCORE ALTMAN PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG GO PUBLIC Usmiar M.Si
Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi Vol 4, No 2 (2018): Volume IV No. 2 April 2018
Publisher : Jurnal Menara Ekonomi : Pelatihan dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/me.v4i2.693

Abstract

Perusahaan Telekomunikasi merupakan salah satu perusahaan yang palingmenguasai pangsa pasar dan memiliki perkembangan yang sangat cepat saat sekarang ini. Namun dalam perkembangannya, tidak semua perusahaan Telekomunikasi dapat menghasilkan kenaikan laba, beberapa entitas anak perusahaan Telekomunikasi yang menguasai pangsa pasar, justru mengalami penurunan laba atau bahkan mengalami kerugian. sehingga kalau tidak diantisipasi secepatnya, perusahaan telekomunikasi akan mengalami kebangkrutan. dalam hal ini pihak manajer perusahaan perlu melakukananalisis prediksi kebangkrutan untuk mengetahui perkembangan keuangan perusahaan sehingga dapat mangantisipasi terjadinya kebngkrutan di masa yang akan datang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prediksi kebangkrutan dengan menggunakan metode z-score Altman pada perusahaan Telekomunikasi yang go public periode 2013-2016. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah PT Telekomunikasi Indonesia tbk, PT Xl Axiata tbk dan PT Indosat tbk. Jenis penelitian ini yaitu Deskriptif  kualitatif, Jenis data yang digunakan adalah data Skunder, sumber data diperoleh dari Bursa Efek Indonesia dengan situs internet www.idx.co.id. Teknik yang digunakan dalammengumpulkan data adalah Dokumentasi dan Studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Z-Score dari Altman yaitu: Z= 1,2X1 + 1,4X2 + 3,3X3 + 0,6X4 + 1,0X5. Hasil penelitian ini yaitu PT Telekomunikasi Indonesia tbk adalah perusahaan yang berada di daerah rawan dengan nilai 1,81 <Z< 2,99. Sedangkan PT Indosat tbk dan PT Xl Axiata tbk adalah perusahaan yang berada di daerah Bangkrut dengan nilai Z<1,81. Hal ini dikarenakan pada perkembangan laporan keuangan dari tahun 2013-2016, rasio keuangan ke 3 sub sektor perusahaan Telekomunikasi selalu berfluktuasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ke 3 sub sektor perusahaan telekomunikasi tersebut tidak ada yang memiliki nilai Z>2,99 dengan klasifikasi perusahaan sehat.Kata kunci : Kebangkrutan, Z-Score, perusahaan Telekomunikasi yang Go Public.