Pengamatan terhadap bahasa Indonesia ragam lisan belum sebanyak pengamatan terhadap ragam tulis. Partikel deh dan dong banyak digunakan dalam ragam lisan dan belum ada yang mengungkap secara detail kedua partikel ini dan/atau membandingkan penggunaan keduanya. Pengamatan mengenai deh dan dong ini meliputi (1) jenis kalimat, (2) posisi, (3) pola, (4) fungsi, dan (5) kesinoniman keduanya. Pengamatan mengenai keduanya menggunakan metode deskriptif dengan teknik penyulihan dan permutasian. Kedua partikel yang diamati mempunyai persamaan dan perbedaan. Kedua partikel ini terdapat pada kalimat deklaratif dan imperatif dengan posisi final atau medial. Selain itu, partikel dong terdapat juga pada kalimat interogatif. Kedua partikel ini tidak ditemukan pada posisi inisial. Posisi final merupakan posisi dominan bagi keduanya. Kedua partikel hampir mempunyai fungsi yang sama, terutama fungsi yang dipunyai keduanya pada kalimat imperatif, yaitu menghaluskan perintah. Akan tetapi, fungsi deh pada kalimat deklaratif lebih bervariasi jika dibandingkan dengan fungsi dong. Namun, dong mempunyai fungsi sebagai penegas pertanyaan dan fungsi ini tidak dipunyai deh. Partikel deh bersinonim dengan dong hanya pada kalimat imperatif, sedangkan pada kalimat interogatif dong tidak bersinonim dengan deh. Partikel deh pada kalimat deklaratif sebagian besar bersinonim dengan dong.