Nitrogen merupakan salah satu unsur hara makro yang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Nitrogen memiliki sifat mudah hilang sehingga seringkali tidak dapat memenuhi kebutuhan tanaman. Dalam memenuhi kebutuhan tanaman akan nitrogen, maka dilakukan pemupukan. Urea adalah jenis pupuk N yang banyak digunakan oleh petani di Indonesia. Pupuk Urea cenderung mudah hilang dari sistem tanah karena memiliki sifat mudah larut dan higroskopis. Usaha untuk mengurangi kehilangan N dari pupuk diantaranya dengan membuat Slow Release Fertilizer. Salah satu metodenya adalah mencampurkannya dengan bahan yang memiliki KTK tinggi seperti zeolit dan arang aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pemberian formula pupuk campuran Urea, zeolit, arang aktif dan kanji terhadap penurunan kelarutan N-Organik, N-NO3-, N-NH4, dan peningkatan penjerapan cemaran kadmium, serta untuk mendapatkan formula kombinasi terbaik. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Juli 2014 dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktor tunggal. Faktor perlakuan tunggal yang diujikan yaitu perbandingan konsentrasi formula pupuk yang terdiri dari 10 (sepuluh) kombinasi perlakuan. Kombinasi perlakuan terdiri dari Urea (95%, 70%, 60%, dan 50%), Zeolit (45%, 35%, 25%, 22,5%, 17,5 %, 12,5%, dan 0%), Arang Aktif (45%, 35%, 25%, 22,5%, 17,5 %, 12,5%, dan 0%), dan kanji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing - masing formula pupuk memberikan pengaruh terhadap penurunan kelarutan nitrogen dan peningkatan penjerapan kadmiumpada larutan setiap minggunya hingga minggu ketiga. Formula dengan campuran Urea, zeolit, arang aktif, dan kanji memiliki jumlah kelarutan N terkecil dan formula dengan kandungan 60 % Urea, 35 % zeolit, dan 5 % kanji serta 70 % Urea, 25 % arang aktif, dan 5 % kanji memiliki konsentrasi kadmium terendah.kata kunci : formula pupuk granul, N-organik, amonium, nitrat, penjerapan Cd.