Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pemberian Kapsul Vitamin A TerhadapKejadian ISPA pada Balita Yang Berkunjung di Puskesmas Simpang Baru Tahun 2017 Adhistie Indah Sari
Sistem Informasi Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Photon
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jp.v10i1.1485

Abstract

ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut, Penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran napas mulai dari hidung (saluran pernapasan atas) sampai alveoli (saluran pernapasan bawah) termasuk jaringan adneksanya seperti sinus rongga telinga tengah dan pleura dan Vitamin A merupakan salah satu gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati, tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga harus dipenuhi dari luar (essensial), Berfungsi untuk penglihatan, pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, ISPA merupakan salah satu penyebab utama kematian bayi dan anak balita serta terjadinya penurunan cakupan jumlah balita yang mendapat vitamin A dari setiap tahun. Tujuan Penelitian Untuk Mengetahui Hubungan Pemberian Kapsul Vitamin A Terhadap Kejadian ISPA Pada Balita Yang Telah Berkunjung Ke Puskesmas Simpang Baru Pekanbaru Tahun 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Adapun instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Populasi yang diambil yaitu ibu-ibu yang memiliki balita dan datang ke Posyandu Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling yaitu ibu-ibu yang kebetulan ada saat peneliti melakukan penelitian dengan jumlah 99 responden. Analisa dalam penelitian ini yaitu univariat dan bivariat yang kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil analisa univariat dan bivariat di temukan Balita yang mendapatkan Kapsul Vitamin A sebanyak 69 responden ( 71,4% ), sedangkan jumlah balita yang tidak pernah mengalami ISPA sebanyak 56 responden (56,4%), Berdasarkan hasil uji statistik chi square didapatkan X2 hitung (4.808) dengan nilai α 0,1 dan df 1 didapatkan > X2 tabel (2.706), Keputusan : Ho ditolak artinya ada hubungan yang bermakna antara pemberian kapsul vitamin A terhadap kejadian ISPA. Diharapkan kepada Pihak Puskesmas untuk berperan aktif dengan cara mempromosikan pemberian Vitamin A Gratis pada bulan Februari dan Agustus.
Pemahaman Remaja Putra Tentang Bahaya Merokok Di SMK Akbar Pekanbaru Adhistie Indah Sari
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64931/jks.v5i2.168

Abstract

Menurut badan kesehatan dunia WHO (2020), pada tahun 2013 prevalensi merokok pada remaja usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2% menjadi 9,1%. Kemudian pada tahun 2018, prevalensi merokok terjadi peningkatkan sebesar 20%. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah perokok aktif terbanyak ketiga di dunia setelah China dan India (Kemenkes, 2020). Selain prevalensi merokok meningkat, usia perokok pemula pun semakin lama semakin usia muda, hampir 80% perokok mulai merokok ketika usianya belum mencapai 19 tahun dan berdasarkan jenis kelamin prevalensi perokok 16 kali lebih tinggi pada laki-laki (65,8%) dibandingkan perempuan (4,2%). (Riskesdas, 2013). Merokok berdampak buruk pada kesehatan dengan penyakit seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kehilangan sensitivitas indra, batuk, dan kanker paru-paru. Prevalensi merokok remaja meningkat di Indonesia, terutama di provinsi Lampung, NTB, Bengkulu, dan Jawa Barat dan Riau. Berdasarkan obeservasi awal yang dilakukan oleh peneliti di SMK Akbar Pekanbaru Tahun 2023, banyak ditemukan banyak remaja putra yang merokok diluar lingkungan sekolah seperti warung dan parkiran. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putra terhadap bahaya merokok Di SMK Akbar Pekanbaru tahun 2023. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan rancangan deskriptif, populasi penelitian sebanyak 166 responden dan sampel 62 responden dengan mengunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan 10 pernyataan tentang pengetahaun bahaya merokok. Adapun skala yang digunakan ordinal dengan kategori baik/cukup/kurang. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan SPSS secara univariat. Adapun hasil penelitian distribusi frekuensi didapatkan yaitu pengetahuan baik sebanyak 12 orang (19,4%), cukup sebanyak 40 orang (64,5%) dan kurang sebanyak 10 orang (16,1%). Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan tingkat pengetahuan remaja terhadap bahaya merokok mayoritas berpengetahuan cukup (64,5%), hal ini karena remaja putra hanya sekedar mengetahui apa itu bahaya merokok tetapi tidak terlalu memahami apa sebenarnya rokok tersebut, apa saja kandungannya, dan mengapa dapat berbahaya bagi kesehatan,  Diharapkan pihak sekolah dapat bekerjasama dengan tenaga kesehatan dan Babinkhatibmas dalam pelayanan promotif dan preventif terhadap bahaya merokok bagi remaja.