- Sriyadi
Staf Pengajar Jurusan Tari STSI Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEKILAS TENTANG TARI KLASIK  GAYA SURAKARTA (Introduction to the Style of Surakarta Dance) Sriyadi, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 4, No 3 (2003)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v4i3.732

Abstract

Tari klasik gaya Surakarta memiliki karakter yang khas, tari klasik semula meniru gerak alam semesta dan pertanda seperti mbanyu mili (sesuai dengan letak arah mengalirnya), posisi   gerak   tari   seperti   tanjak   ndoran   tinangi,   angranakung, singkal,   mager   timun.   Pada   susunan   kembangan   sekaran)   tari   terdapat   nama ngranggeh lung,   merak  kesimpir,  gajah  ngoling,   menthokan, mucang   kanginan, banteng   nggambul.   ombak   banyu,   ngalap   sari.   Berbagai   gerak   alam   di   stilir menjadi ragam gerak tari yang dilakukan oleh tubuh. Dasar gerak tari klasik gaya Surakarta   berpegang   pada   dua   aspek   yaitu   adeg   dan   solah.   Untuk   mencapai tingkat gerak yang berkualitas (estetik) diperlukan suatu metode latihan tari yang efektif, di dalam istilah tari gaya Surakarta disebut Rantaya yang meliputi pola dasar adeg, pola dasar lumaksana, susunan kembangan atau sekaran. Filosofi tari klasik   gaya   Surakarta   adalan   menggunakan   konsep   Dewa   Raja   Jejer,   sedang mitosnya adalah kiblat papat lima pancer.Kata Kunci: Klasik, Ragam gerak, Filosofi, Mitologi
SEKILAS TENTANG TARI KLASIK  GAYA SURAKARTA (Introduction to the Style of Surakarta Dance) Sriyadi, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 4, No 3 (2003)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v4i3.732

Abstract

Tari klasik gaya Surakarta memiliki karakter yang khas, tari klasik semula meniru gerak alam semesta dan pertanda seperti mbanyu mili (sesuai dengan letak arah mengalirnya), posisi   gerak   tari   seperti   tanjak   ndoran   tinangi,   angranakung, singkal,   mager   timun.   Pada   susunan   kembangan   sekaran)   tari   terdapat   nama ngranggeh lung,   merak  kesimpir,  gajah  ngoling,   menthokan, mucang   kanginan, banteng   nggambul.   ombak   banyu,   ngalap   sari.   Berbagai   gerak   alam   di   stilir menjadi ragam gerak tari yang dilakukan oleh tubuh. Dasar gerak tari klasik gaya Surakarta   berpegang   pada   dua   aspek   yaitu   adeg   dan   solah.   Untuk   mencapai tingkat gerak yang berkualitas (estetik) diperlukan suatu metode latihan tari yang efektif, di dalam istilah tari gaya Surakarta disebut Rantaya yang meliputi pola dasar adeg, pola dasar lumaksana, susunan kembangan atau sekaran. Filosofi tari klasik   gaya   Surakarta   adalan   menggunakan   konsep   Dewa   Raja   Jejer,   sedang mitosnya adalah kiblat papat lima pancer.Kata Kunci: Klasik, Ragam gerak, Filosofi, Mitologi