Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS PROFESI AKUNTAN DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DENGAN MEREVITALISASI KURIKULUM AKUNTANSI MELALUI PENGINTEGRASIAN INFORMATION TECHNOLOGY Halmi Halmi
AkMen JURNAL ILMIAH Vol 16 No 2 (2019): AkMen JURNAL ILMIAH
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Nobel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to find out the steps taken from the challenge to increase the role of accountants in the industrial revolution 4.0, as well as opportunities that are beneficial for the accounting profession so that they can be competent in the era of industrial revolution 4.0. The data of this study were observations, interviews, and documentation from several accountant offices with a qualitative descriptive approach. The research findings that the old age as a scorekeeper where accounting only talks about rules / compliance, while the present era is known as score player, namely the accounting role that aims to print organizational profits to increase profitability or other aspects that can provide value to the organization. This forces important competencies for the profession. Professional indicators of an accountant must carry out the principles of competence, integrity principles, confidentiality principles, and objectivity principles. Application of accounting software, specifically mind your own business (MYOB) and zahir accounting by evaluating the accounting curriculum in integrating information technology. This accounting software processes accounting data through the process of recording transaction data into a computer then the computer will process it into financial statements. The positive impact arising from the progress of the industrial revolution 4.0 that accountants will not be eliminated from the machine because the task of an accountant is not only making financial reports and others, but also plays an important role in decision making and analyzing financial statements and the machine is considered unable to do so. Penelitian bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah yang ditempuh dari tantangan guna meningkatkan peran akuntan dalam revolusi industri 4.0, serta peluang yang bermanfaat bagi profesi akuntan sehingga dapat berkompetensi di era revolusi industri 4.0. Data penelitian ini observasi, wawancara, dan dokumentasi dari beberapa kantor akuntan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Temuan penelitian bahwa zaman old sebagai scorekeeper di mana akuntansi hanya berbicara mengenai aturan/compliance, sementara zaman now dikenal sebagai scoreplayer yaitu peran akuntansi yang bertujuan untuk mencetak laba organisasi guna meningkatkan profitabilitas yang didapat atau aspek lain yang dapat memberikan value bagi organisasi. Hal ini memaksa kompetensi yang penting bagi profesi. Indikator profesional seorang akuntan harus melakukan prinsip competence, prinsip integrity, prinsip confidentiality, dan prinsip objectivity. Pengaplikasian software accounting, khususnya mind your own business (MYOB) dan zahir accounting dengan merevitasi kurikulum akuntansi dalam pengintegrasian informasi teknologi. Software accounting ini mengolah data akuntansi melalui proses pencatatan data transaksi ke dalam komputer selanjutnya komputerlah yang akan mengolahnya menjadi laporan keuangan. Dampak positif yang ditimbulkan dari kemajuan revolusi industri 4.0 bahwa akuntan tidak akan tersingkirkan dari mesin karena tugas dari seorang akuntan bukan hanya membuat laporan keuangan dan yang lainnya, melainkan sangat berperan penting dalam pengambilan keputusan dan menganalisa laporan keuangan dan mesin dianggap belum mampu untuk melalukan hal tersebut.
Accounting For Biodiversity Halmi Halmi
Jurnal Aplikasi Manajemen, Ekonomi dan Bisnis Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL APLIKASI MANAJEMEN, EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : STIM LASHARAN JAYA MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat karakteristik usaha pertambangan dan potensi dampak yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan serta ancaman bagi kelangsungan biodiversity, maka kegiatan usaha pertambangan memerlukan upaya pengelolaan lingkungan sedini mungkin. Hal semacam ini mengilhami sebuah pemikiran untuk mengembangkan ilmu akuntansi yang bertujuan untuk mengontrol tanggung jawab perusahaan. Adanya tuntuan ini, maka akuntansi bukan hanya merangkum informasi data keuangan antara pihak perusahaan dengan pihak ketiga namun juga mengatasi hubungan dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengungkapkan alur kontruksi dari penerapan accounting for biodiversity pada perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretif etnometodologi. Untuk langkah pengumpulan data maka peneliti melakukan observasi dan wawancara mendalam dengan informan pada PT Vale Indonesia Tbk. Hasil penelitian accounting for biodiversity menggunakan indikator dengan alat ukur hektar, meter, ton, populasi, dan jasa. Sementara itu, biaya-biaya lingkungan dalam pengelolaan accounting for biodiversity meliputi nursery, mine rehabilitation (land preparation, enrichment, pinnacles rehabilitation, chromium treatment,.