Diana Puspita Sari Purba
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PREDICE Score sebagai Prediktor Mortalitas 90 Hari pada Pasien Gagal Jantung Diana Puspita Sari Purba
Majalah Kedokteran Nusantara The Journal Of Medical School Vol 51, No 2 (2018): The Journal of Medical School
Publisher : Fakultas Kedokteran USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.504 KB)

Abstract

AbstrakPendahuluan Hospitalisasi pada pasien-pasien gagal jantung kronis berkaitan dengan tingginya angkamortalitas dan morbiditas baik pada saat perawatan maupun pasca perawatan. Meskipun denganadanya berbagai terapi yang tersedia saat ini, tingkat mortalitas dan rehospitalisasi dalam 60 – 90 haripasca rawat inap masih cukup tinggi. Periode ini kemudian dikenal sebagai fase rentan. Dengan adanyaalat bantu evaluasi prognosis pada pasien-pasien gagal jantung yang dirawat inap diharapkan dapatmembantu mengidentifikasi individu dengan risiko tinggi, maka dapat dilakukan pemantauan yang lebihketat serta intervensi yang lebih intensif.Tujuan Untuk mengetahui apakah PREDICE score dapat berfungsi sebagai parameter dalam penilaianmortalitas 90 hari pada pasien gagal jantung.Metode Penelitian observasional dengan metode pengukuran kohort yang bersifat prospektif terhadap34 pasien gagal jantung kronis yang dirawat inap oleh karena perburukan. Kemudian dilakukan follow upselama 90 hari setelah pemeriksaan awal dengan primary end point kematian.Hasil Dari total subyek penelitian 34 orang, 16 orang subyek meninggal selama masa follow-up 90 hari.Dijumpai perbedaan bermakna rerata PREDICE score kelompok yang meninggal 17,06 (2,76) dankelompok yang hidup 12,83 (3,60) dengan nilai p=0.001 dan diperoleh area di bawah kurva (AUC) ROCadalah 84% (95% CI: 60,9% - 97,4%).Simpulan PREDICE score memiliki kemampuan yang baik untuk memprediksi mortalitas 90 hari padapasien gagal jantungEfusi pleura adalah akumulasi cairan yang berlebihan di rongga pleura, hal inidisebabkan penyakit yang mendasarinya. Efusi pleura menyebabkan gangguan ventilasi terutamarestriksi, dan disertai keluhan pasien dengan sesak napas. Tindakan aspirasi cairan pleura denganevakuasi cairan pleura dari rongga pleura, dimana jumlah cairan pleura berhubungan dengan ukuranrongga dada. Tujuan penelitian ini menilai faal paru dilakukan sebelum dan sesudah dua puluh empatjam tindakan aspirasi cairan pleura.Kata Kunci : Gagal jantung, mortalitas, PREDICE scoreAbstractIntroduction Hospitalization in chronic heart failure patients associated with high mortality dan morbidityrate. The 90 days postdischarge period following hospitalization in heart failure patients is known as thevulnerable phase, it carries high risk of poor outcomes due to persistent elevated filling pressure at timeof discharge and subsequent acute or subacute worsening of postdischarge haemodynamics.Identification of high risk individuals by using prognostic evaluation was intend to do a closer follow upand more intensive intervention and decreasing the morbidity and mortality rate of heart failure.Objective To determine whether PREDICE score could predict mortality within 90 days in hospitalizedheart failure patientsMethod This is an observational cohort study of 34 heart failure patients who were hospitalized due toworsening chronic heart failure. Patients were followed for up to 90 days after initial evaluation with theprimary end point is death.Result From 34 subjects, 16 subject died within 90 days. We found a statistical significant differencebetween PREDICE score in died goup 17,06 (2,76) and alive group 12,83 (3,60) with p value = 0.001and the model showed a c-statistic of 84% (95% CI: 60,9% - 97,4%).Conclusion PREDICE score has a good ability to predict mortality within 90 days in heart failurepatients.Keywords : Heart failure, mortality, PREDICE score