Matias Siagian
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Siaran Transnasional terhadap Perilaku Remaja di Kelurahan Helvetia Tengah Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan (Influence Transnational Broadcast to Teenage Behavior in Helvetia Tengah Subdistrict of Medan Helvetia Medan) Matias Siagian
Jurnal Pemberdayaan Komunitas Vol 12, No 1 (2013): Jurnal Pemberdayaan Komunitas
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi yang begitu cepat antara lain mengakibatkan siaran transnasional telah menjadi bagian hidup dari remaja. Penelitian ini secara khusus mengkaji hubungan antara siaran transnasional terhadap perilaku menyimpang remaja. Populasi penelitian ini adalah remaja yang berusia 13 – 21 tahun, yang berstatus sebagai penduduk Kelurahan Helvetia Tengah Kecamataan Medan Helvetia, Kota Medan, yang memiliki channel televisi kabel, yang dapat mengakses siaran televisi dari banyak negara sehingga sering menonton siaran-siaran yang lebih vulgar, seperti olahraga keras, percintaan dan seks, film kekerasan, yang jarang ada pada siaran televisi nasional.      Hasil analisis data menyimpulkan bahwa aktivitas menonton siaran televisi asing oleh remaja adalah tergolong kategori tinggi, aktivitas melakukan atau menampilkan perilaku menyimpang remaja adalah tergolong kategori tinggi, dan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas menonton dengan melakukan atau menampilkan perilaku menyimpang. Kata kunci: Siaran transnasional, perilaku menyimpang.   Abstract Technology development that is so fast among others result transnational broadcast has become part live off teenage. This research especially looked into a relationship between transnational broadcast to behavior deviate teenage. This population research is teenage that aged 13 – 21 year, that live in Helvetia Tengah, sub district of Medan Helvetia, Medan city, that own channel cable TV, that can access telecasts from countries wealth until often watch events those are more bawdy, like hard exercise, romances and sex, film violence , that rare is on broadcast national television. Data analysis result conclude that activity watch foreign telecasts by teenage is appertain high category, activity make or featured behavior that deviate  teenage is appertain high category, and occurred by relationship that significant between activity watch by doing or featured behavior that deviate. Keywords: transnational broadcast, behavior that deviate.
Respon Masyarakat terhadap Pengemis di Simpang Jalan Kota Medan Response Community to Beggar in Junction Medan Matias Siagian
Jurnal Pemberdayaan Komunitas Vol 12, No 2 (2013): Jurnal Pemberdayaan Komunitas
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tulisan ini adalah hasil penelitian yang secara khusus mengkaji respon masyarakat Medan terhadap kegiatan pengamen di persimpangan jalan yang ada di kota Medan. Penelitian dilakukan di empat lokasi yang menurut hasil survey yang mendahului penelitian ini menjadi tempat beraktifitasnya para pengamen. Populasi penelitian adalah seluruh pengamen yang ada di kota Medan yang jumlahnya tidak diketahui pasti. Sedangkan sampelnya adalah sebanyak 100 orang yang mana terdiri dari 25 orang di setiap lokasi penelitian. Sesuai dengan sifat populasi penelitian, sampel penelitian ditarik dengan menggunakan teknik penarikan sampel eksidental. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada umumnya masyarakat kota Medan memberikan respon negatif terhadap pengamen yang beraktivitas di Medan. Walaupun responden penelitian memahami bahwa kegiatan mengamen dilakukan sebagai dampak sulitnya memperoleh pekerjaan, namun mereka beranggapan bahwa menjadi pengamen bukanlah jalan keluar. Kata kunci: kemiskinan, anak jalanan.   Abstract This article is result of research that especially looked into response of Medan communities to activity of singing beggar (busker) in road intersection in town Medan. Research made at the four location that according to survey result pre-this research become place for singing beggar activities. Population research is entire singing beggar existing in town Medan that the number unnoticed sure. Top of Form Data analysis result indicate that generally Medan communities provide response negative to singing beggar. Although respondent research understand that activity singing in road intersection conducted as the difficult impact get job, however they be of the opinion that become singing beggar is not way out. Bottom of Form Bottom of Form Keywords: poverty, children on the street
Persepsi Peserta terhadap Program KUBE di Desa Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang The Perception of Participant of KUBE Program in Tanjung Gusta Village Subdistrict of Sunggal Deli Serdang Regency Matias Siagian
Jurnal Pemberdayaan Komunitas Vol 14, No 1 (2015): Jurnal Pemberdayaan Komunitas
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Komunitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemiskinan merupakan masalah keluarga, masalah masyarakat, masalah negara, bahkan masalah dunia. Merupakan suatu hal yang aneh, di satu pihak sudah begitu banyak program pemberdayaan yang secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat miskin, namun masalah kemiskinan di Indonesia tetap eksis, bahkan menjadi hambatan tersendiri dalam mencapai kemajuan. Penelitian ini secara khusus mengkaji pelaksanaan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Desa Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Lebih khusus lagi, penelitian mengkaji persepsi peserta program yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial tersebut. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif, dengan tujuan untuk menggambarkan bagaimana persepsi peserta terhadap program yang diikuti. Data diperoleh dari 20 peserta yang ditetapkan sebagai sampel penelitian. Hasil analisis data antara lain mengindikasikan bahwa pada umumnya peserta kurang memahami program yang sedang diikuti. Mereka sendiri sepertinya tidak yakin atas program yang diikuti mampu memperbaiki sosial ekonomi keluarga. Akibatnya, peserta begitu saja menjalankan program, tanpa rasa optimistis. Dalam kondisi seperti ini maka program KUBE tidak berhasil melakukan perubahan yang signifikan terhadap perbaikan sosial ekonomi rumah tangga peserta. Kata kunci: kemiskinan, keluarga miskin, pemberdayaan masyarakat, ekonomi keluarga. Abstract 63The poverty is family problem, social problem, state problem, more over poverty is world problem. It is really peculiar, in one side there are many empowerment program especial for the poor community, but poverty problem in Indonesia always exist, more over the poverty is a obstacle for development. This research especially to study the carrying out of KUBE program in Tanjung Gusta Village, Subdistrict of Sunggal, Deli Serdang Regency. More especially, the research study the perception of participant of program who carried out by Social Department. This research is descriptive reserch, intends to descriptive the participant perception to the program. There are 20 participants been data resources who decided as research sample. The result of data analysis indicated that mayority of participant did not quite understand the program which they were following. They did not believe for the program which they were following can promoted their family economy. Finally, the participant followed the program with out optimistic. In this situation the KUBE program did not quite changed the family economy of participant.Key words: poverty, poor family, community empowerment, family economy