Perusahaan melakukan pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan mengolah inti sawit atau kernel. Namun pada prosesnya belum memenuhi kriteria yang tercantum pada metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke), permasalahan yang sering terjadi seperti misalnya masih terdapat tumpahan fibre hasil dari proses pengepresan yang terjadi di mesin press yang dibiarkan begitu saja dan tidak dibersihkan, semakin lama fibre akan menumpuk di lantai produksi dan dapat mengganggu proses produksi yang sedang berlangsung. Selain itu, terdapat beberapa peralatan seperti gerobak, tambang, dan drigen minyak yang dibiarkan berserakan di area kerja pada stasiun Press. Permasalahan juga terdapat pada stasiun boiler, dimana pada stasiun boiler terdapat air yang bercampur dengan fibre mengalir di lantai dan area kerja, sehingga menyebabkan lantai menjadi licin dan jika air tersebut mengenai peralatan ataupun komponen-komponen yang terbuat dari besi maka akan mudah menimbulkan korosi. Selain itu juga terdapat fibre dan shel yang berserakan pada stasiun boiler, hal ini dapat membahayakan operator apabila para operator tidak mengenakan kacamata pelindung, karena jika tertiup angin tumpukan fibre ini akan berterbangan. Adapun permasalahan yang hendak diangkat pada penelitian ini adalah bagaimana menata lingkungan kerja PT. Ekadura Indonesia pada stasiun Press, dan stasiun boiler apabila ditinjau dengan menggunakan metode 5S. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan usulan perbaikan berdasarkan metode 5S pada stasiun Press dan stasiun Boiler. 5S adalah sebuah pendekatan dalam mengatur lingkungan kerja, sehingga tercipta lingkungan kerja yang efektif, efisien dan produktif. Sumber data diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada pihak perusahaan, baik pimpinan maupun karyawan. Analisis yang dilakukan pada PT. Ekadura Indonesia berdasarkan aktivitas Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada stasiun kerja Press dan stasiun kerja Boiler belum sesuai dengan aktivitas 5S secara optimal, dan diberikan usulan perbaikan yang harus diimplementasikan oleh pihak perusahaan agar pencapaian 5S dapat dioptimalkan.