Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Model Kehalalan Proses Potong Ayam di Rumah Potong Ayam (RPA) di Samarinda etwin Fibrianie
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.381 KB) | DOI: 10.24014/jti.v3i2.9181

Abstract

Mengingat semakin meningkatnya konsumsi daging ayam di Samarinda, maka berkembang pula bisnis rumah potong ayam di Samarinda. Dalam masa sekarang  ini persoalan kehalalan dalam penyembelihan ayam sering dipertanyakan dan diragukan seiring semakin berkembangnya tata cara penyembelihan dan alat-alat yang digunakan dalam kegiatan penyembelihan. Kegiatan penyembelihan yang terjadi pada rumah potong ayam di Samarinda perlu untuk mendapatkan perhatian serius dari pihak yang berwenang seperti halnya LPPOM MUI. Dalam penelitian ini diambil populasi dan sampelnya adalah RPA di Pasar  Segiri dan Pasar Pagi Samarinda. Hasil penelitian menyatakan bahwa Pemotongan ayam di Pasar Pagi dan Pasar Segiri semuanya bersifat illegal dan tidak tersertifikasi halal oleh LPPOM MUI Samarinda. Melalui metode kualitatif yang digunakan dalam menganalisis masalah tersebut, maka terjawab kesimpulan ayam hasil pemotongan di Pasar Pagi dan Pasar Pagi tidak dapat dikatakan tidah halal, karena semua syarat pemotongan cukup dilakukan, hanya saja petugas maupun rumah potong tidak tersertifikasi halal MUI.
Perancangan Mesin Pengolah Kerupuk Ikan Sungai Khas Kotabangun Kalimantan Timur etwin Fibrianie
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 1 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.348 KB) | DOI: 10.24014/jti.v3i1.9175

Abstract

Kerupuk ikan sungai (ikan gabus dan ikan pipih) Mahakam Kalimantan Timur merupakan salah satu makanan khas Kalimantan Timur. Selain untuk di konsumsi sehari-hari, kerupuk ini juga merupakan salah satu alternatif buah tangan khas Kalimantan Timur. Salah satu contohnya adalah krupuk ikan khas Kotabangun Kalimntan Timur. Dalam pengolahannya, krupuk ikan ini terdiri dari tahapan pengerikan daging ikan sungai, penggilingan daging ikan, pencampuran bahan, perebusan adonan, penjemuran, pemotongan kerupuk. Masalah dalam pengolahan kerupuk ini adalah pada pemotongan adonan kerupuk masih manual, dan peletakan mesin giling dan alat potong kerupuk berjauhan sehingga tidak efisien waktu dalam pengolahannya. Dengan metode preliminary, process design, final design dan prototyping dihasilkan rancangan mesin giling dan mesin potong kerupuk dalam satu meja kerja yang bekerja secara otomatisasi dengan digerakkan dengan motor 1 HP dengan panjang sabuk L1= 1464,72 mm, L2= 978,536 mm, L3 = 1200,39 mm, L4 = 1531,874 mm. Kecepatan sabuk V1 = 5702,554 m/s, V2 = 3801,697 m/s. Putaran poros n1= 1430 rpm, n2= 327,148 rpm, n3= 133,93 rpm. Panjang pisau 180 mm, panjang plat besi pisau 40 cm, ketebalan plat 6 mm, derajat ketebalan pisau 100, panjang engkol penggerak 480 mm. 
Effect of Direct Smoking on Youth Smoker’s Physical Fittness Based on 3-Minute Step Test etwin Fibrianie
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 3, No 1 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.233 KB) | DOI: 10.24014/jti.v3i1.9176

Abstract

Jumlah perokok di kalangan kaum muda meningkat beberapa tahun terakhir ini. Populasi kaum muda sebagai penduduk usia produktif memerlukan kebugaran/ kekuatan fisik yang baik untuk kinerja pekerjaan mereka, dan merokok memiliki efek negatif pada kebugaran/ kekuatan fisik mereka. Penelitian ini mengamati besarnya efek merokok akut pada kebugaran/kekuatan fisik dengan melakukan langkah uji 3 menit (three minute step test) dalam dua kelompok, yani kelompok perokok dan kelompok non perokok. Setiap peserta diminta untuk melakukan 3 menit tes melangkah pada anak tangga. Kelompok perokok diminta untuk merokok setidaknya enam jam sebelum tes. Hasil post test dibandingkan antara dua kelompok. Data dianalisis menggunakan program T -Test SPSS. Dari hasil SPSS terungkap bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara perokok dan non perokok di nilai pasca latihan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa merokok memiliki dampak sigficant pada 3 menit hasil langkah tes peserta kami