Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEDIA SOSIAL DAN DEMOKRASI DI ERA INFORMASI Devie Rahmawati
Jurnal Vokasi Indonesia Vol 2, No 2 (2014): July - Desember
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.47 KB) | DOI: 10.7454/jvi.v2i2.40

Abstract

Media sosial telah menjadi kekuatan baru dalam pembentukan ranah publik dewasa ini. Dibandingkan media konvensional, media sosial memiliki potensi yang lebih besar dalam produksi dan persebaran informasi secara lebih egaliter. Dengan kemampuan demikian, media sosial tentunya dapat berperan dalam penguatan demokratisasi dengan mengemansipasi publik untuk mengakses ranah publik. Melalui analisis terhadap ranah publik yang terbentuk, kita dapat melihat dengan jernih relasi antara media sosial dengan demokratisasi. Untuk keperluan tersebut tulisan ini mengadopsi konsepsi ranah publik Jurgen Habermas dan konsepsi korupsi ranah publik Mark E. Warren. Mengikuti Habermas, dalam menganalisis ranah publik kita harus memperhatikan dimensi komunikasi politik sekaligus ekonomi politik. Dalam hal ini, proses inklusi dan eksklusi di ranah publik juga harus diperhatikan agar kita dapat menilai apakah ranah publik kita koruptif atau tidak. Kata kunci: media sosial, media konvensional, demokratisasi, ranah publik, korupsi.