Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemodelan Arus Distribusi Komoditas dengan Metode TOGAF Indri Koesnadi
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2019: SNTIKI 11
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.659 KB)

Abstract

Saat ini distribusi komoditas pokok dan strategis menyebar pada berbagai sarana perdagangan berupa pasar, gudang bahkan pedagang eceran sebelum sampai ke tangan konsumen. Sistem Distribusi sangat dipengaruhi oleh efektifnya berbagai sub-sistem baik didalam sektor perdagangan maupun diluar sektor perdagangan (instansi terkait dan dunia usaha) secara terpadu sehingga distribusi dapat berjalan secara efektif dan efisien. Untuk penyusunan informasi arus distribusi komoditas, diperlukan Sistem Informasi Distribusi Pangan Pokok dan Strategis Jawa Barat (SI-RUDI) sebagai enabler konektifitas sarana distribusi dalam negeri utamanya di Jawa Barat. Penyelarasan layanan SI-RUDI dengan tujuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dituangkan dengan metode TOGAF. Pemodelan yang dilakukan mencakup tata kelola operasional, layanan teknis operasional, pemodelan proses dan pemodelan data sebagai pembentuk building block dan metamodel layanan SI-RUDI.
Tata Kelola Interoperabilitas Data Aplikasi Indri Koesnadi
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2022: SNTIKI 14
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Daerah membutuhkan keterpaduan data. Saat ini, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat telah memiliki ratusan aplikasi yang menghasilkan informasi yang sejenis dan memiliki banyak versi. Hal tersebut berakibat pada penelusuran validitas data menjadi beragam.  Keterpaduan data tidak dapat tercipta dikarenakan tata Kelola interoperabilitas data pada aplikasi yang menghasilkan informasi sejenis belum tersedia. Interoperabilitas data membutuhkan teknologi elektronik tertentu dan menjadi back office dari operasionalisasi suatu aplikasi. Terwujudnya tata Kelola interoperabilitas data akan memudahkan pemahaman pengguna aplikasi dan penyedia aplikasi dalam melakukan interoperabilitas data sehingga menghasilkan keterpaduan informasi mulai dari penyelenggaraan pengolahan data di Kabupaten/Kota – Provinsi sampai dengan Pemerintah Pusat. Sosialisasi dan peningkatan pemahaman teknologi interoperabilitas data yang digunakan harus senantiasa dilakukan sehingga semakin banyak aplikasi-aplikasi yang terhubung dan akibatnya keterpaduan informasi dapat tercipta.