Keterbatasan dalam berbica membuat para tuna wicara sulit untuk berkomunikasi dengan orang sekitar dalam kehidupan sehari-hari maka dari itu kemampuan untuk mengembangkan keterampilannya sangat terbatas. Yayasan kubca samakta memiliki program pembuatan keramik untuk mengembangkan kemampuan kecakapan hidup (like skill) para tuna wicara.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan tuna wicara dalam pengembangan kecakapan hidup (life skill) yang mereka miliki dan menjadikan tuna wicara mandiri. Hal ini dapat mendorong para tuna wicara untuk mengembangkan kecakapan hidup (life skill) agar lebih terampil dan terarah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriftif. Subjek penelitian 7 orang 1 ketua yayasan kubca samakta 1 pengolala keterampilan keramik. Hasil penelitian menujukan bahwa di yayasan ini sudah ada 5 orang yang mengikuti program pembuatan keramik meraka semua orang-orang yang memiliki keterbatasan, tetapi semangat untuk belajar mereka tinggi. Hasil dari pembuatan keramik ini membuat mereka menjadi terampil, dapat mengembangkan life skiil melalui ide-ide yang mereka punya. Sikap mereka sangat antusias dengan diadakannya program pembuatan keramik ini mereka jadi lebih terampil dalam mengembangkan bakat mereka. Faktor penghambatnya mereka kesulitan berkomunikasi dengan baik karena keterbatasan yang mereka miliki. Secara keseluruhan program ini sangat baik untuk pengembangan life skill tuna wicara karena mereka bisa menghasilkan karya yang menarik, dan karya mereka pun dapat di nikmati oleh para pecinta keramik. Hanya saja kesulitan berkomunikasi membuat hambatan bagi mereka karena hanya orang-orang tertentu saja yang memahami bahasa isyarat yang mereka miliki.