Almuhajir Almuhajir
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN DAYAH: REALITA, PROBLEMATIKA, DAN CITA-CITA Almuhajir Almuhajir
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 23 No. 2 (2012): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v23i2.29

Abstract

Lembaga pendidikan tertua dalam sejarah pendidikan di Aceh adalah Dayah. Lembaga pendidikan seperti dayah ini di luar Aceh dikenal dengan nama pesantren. Dayah di Aceh terdapat dua model dayah yaitu dayah salafy (tradisional) dimasukkan kedalam lembaga pendidikan non-formal dan dayah terpadu (modern) dimasukkan kedalam lembaga formal. Dalam perjalanan sejarahnya dayah berfungsi sebagai Dayah Sebagai pusat belajar agama dan cendikiawan, melawan penetrasi penjajah, agen pembangunan, lembaga pendidikan bagi masyarakat. Ruang lingkup manajemen dayah yang harus menjadi perhatian para pakar pendidikan, pemerintah, masyarakat, dan pihak pengelola pendidikan untuk meningkatkan dayah setara dengan lembaga-lembaga pendidikan lain seperti sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi antara lain.
MANAJEMEN DAYAH: REALITA, PROBLEMATIKA, DAN CITA-CITA Almuhajir Almuhajir
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 23 No. 2 (2012): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v23i2.29

Abstract

Lembaga pendidikan tertua dalam sejarah pendidikan di Aceh adalah Dayah. Lembaga pendidikan seperti dayah ini di luar Aceh dikenal dengan nama pesantren. Dayah di Aceh terdapat dua model dayah yaitu dayah salafy (tradisional) dimasukkan kedalam lembaga pendidikan non-formal dan dayah terpadu (modern) dimasukkan kedalam lembaga formal. Dalam perjalanan sejarahnya dayah berfungsi sebagai Dayah Sebagai pusat belajar agama dan cendikiawan, melawan penetrasi penjajah, agen pembangunan, lembaga pendidikan bagi masyarakat. Ruang lingkup manajemen dayah yang harus menjadi perhatian para pakar pendidikan, pemerintah, masyarakat, dan pihak pengelola pendidikan untuk meningkatkan dayah setara dengan lembaga-lembaga pendidikan lain seperti sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi antara lain.