Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

URGENSI MEMAHAMI LAFAZ| ‘AM DAN KHOS DALAM AL-QUR’AN Moh. Muslimin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 23 No. 2 (2012): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v23i2.33

Abstract

‘Aam menurut bahasa artinya merata, yang umum; dan menurut istilah adalah “ Lafaz\ yang memiliki pengertian umum, terhadap semua yang termasuk dalam pengertian lafaz\ itu “.Dengan pengertian lain, ‘am adalah kata yang memberi pengertian umum, meliputi segala sesuatu yang terkandung dalam kata itu dengan tidak terbatas. Pegertiannya adalah “suatu lafadh yang dipasangkan pada suatu arti yang sudah diketahui (ma’lum) dan manunggal”. Atau pengertian yang lain adalah “Setiap lafaz\ yang dipasangkan pada suatu arti yang menyendiri, dan terhindar dari makna lain yang (musytarak).” Al-Bazdawi. Dalalah khas menunjuk kepada dalalah qath’iyyah terhadap makna khusus yang dimaksud dan hukum yang ditunjukkannya adalah qath’iy, bukan z\anniy, selama tidak ada dalil yang memalingkannya kepada makna yang lain
Syawir dan Penguatan Public Speaking Santri (Studi di Madrasah Diniyah Al-Amiriyyah Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi) Afif Mahmudi; Hasyim Iskandar; Moh. Muslimin
JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jdariscomb.v6i1.5106

Abstract

This study aims to analyze the implementation of syawir activities and their role in improving students’ public speaking skills at Madrasah Diniyah Al-Amiriyyah, Darussalam Islamic Boarding School, Blokagung Banyuwangi. This research employs a descriptive qualitative approach with data collected through interviews, observations, and documentation. Informants were selected purposively, consisting of MUFADA administrators, pesantren authorities, and students at the Wustho and Ulya levels. Data were analyzed using the Miles and Huberman model with validity tested through triangulation. The results show that syawir is conducted regularly and systematically through several forms, including daily sessions, Monday night sessions, Thursday night sessions, and monthly syawir kubro. These activities involve scientific discussions based on classical Islamic texts, encouraging students to actively express opinions and construct arguments. The findings indicate that syawir plays a significant role in enhancing students’ public speaking skills, as reflected in increased confidence, more structured speech delivery, and sharper analytical ability. Despite challenges such as fatigue and boredom, syawir remains an effective participatory learning model that integrates intellectual development with communication skill enhancement.