Makhfud Makhfud
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MENGKAJI ULANG SIGNIFIKANSI ASB?B AL-NUZ?L DALAM PEMAHAMAN AL-QUR'AN Makhfud Makhfud
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 21 No. 1 (2010): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v21i1.119

Abstract

Mempelajari dan mengetahui Sabab al-Nuz?l bagi turunnya al-Qur'an sangat penting, terutama dalam memahami ayat-ayat yang menyangkut hukum. Para ulama seperti al-Wahidi, al-Suy??i, dan lain-lainnya telah banyak menulis tentangnya dan menekankan pentingnya mengetahui Asb?b al-Nuz?l dengan pernyataan-pernyataan yang jelas. Di samping itu ada sebagian ulama yang tidak menganggap signifikan mengetahui Asb?b al-Nuz?l.Lepas dari perbedaan pendapat dari dua kelompok di atas, rasanya memang patut dipertanyakan lagi pandangan yang menyatakan bahwa tidak mungkin memahami al-Qur'an tanpa mengetahui tentang Asb?b al-Nuz?l-nya. Sebab pandangan seperti ini terkesan memutlakkan posisi Asb?b al-Nuz?l dalam pemahaman al-Qur'an. Padahal kalau diteliti secara seksama, hanya sebagian kecil saja di antara ayat-ayat al-Qur'an yang tidak bisa dipahami secara akurat kecuali dengan mengetahui sebab turunnya
Meninjau Ulang Signifikansi Kedudukan Hadits dan Ingkar al Sunnah Makhfud Makhfud
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 28 No. 1 (2017): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v28i1.414

Abstract

MENGKAJI ULANG SIGNIFIKANSI ASBĀB AL-NUZŪL DALAM PEMAHAMAN AL-QUR'AN Makhfud Makhfud
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 21 No. 1 (2010): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v21i1.119

Abstract

Mempelajari dan mengetahui Sabab al-Nuzūl bagi turunnya al-Qur'an sangat penting, terutama dalam memahami ayat-ayat yang menyangkut hukum. Para ulama seperti al-Wahidi, al-Suyūťi, dan lain-lainnya telah banyak menulis tentangnya dan menekankan pentingnya mengetahui Asbāb al-Nuzūl dengan pernyataan-pernyataan yang jelas. Di samping itu ada sebagian ulama yang tidak menganggap signifikan mengetahui Asbāb al-Nuzūl.Lepas dari perbedaan pendapat dari dua kelompok di atas, rasanya memang patut dipertanyakan lagi pandangan yang menyatakan bahwa tidak mungkin memahami al-Qur'an tanpa mengetahui tentang Asbāb al-Nuzūl-nya. Sebab pandangan seperti ini terkesan memutlakkan posisi Asbāb al-Nuzūl dalam pemahaman al-Qur'an. Padahal kalau diteliti secara seksama, hanya sebagian kecil saja di antara ayat-ayat al-Qur'an yang tidak bisa dipahami secara akurat kecuali dengan mengetahui sebab turunnya
METODOLOGI TAFSIR AL-QUR’AN: Sebuah Sorotan Historis Makhfud Makhfud
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 24 No. 2 (2013): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v24i2.177

Abstract

Memahami al-Qur'an tidak bisa dengan waktu yang singkat dan cepat, butuh waktu dan penjelasan-penjelasan lain yang memungkinkan untuk dapat mendapatkan pemahaman yang jelas dan detail. Tafsir dengan segala metodenya dan terlepas dari semua perbedaan pendapat didalamnya, merupakan perangkat yang dibutuhkan dan tepat dalam memahami al-Qur'an. Kata tafsir sendiri mempunyai makna yang berarti menjelaskan, menyingkap dan menampakkan atau menerangkan makna yang abstrak. Itu berarti ilmu tafsir adalah ilmu yang menjelaskan segala sesuatu yang tersirat dan tersurat dalam al-Qur'an karena masih bersifat abstrak. Jadi urgensi metodologi penafsiran adalah untuk membentuk pemikiran pemahaman yang sistematis dan jelas serta mengerti luas tentang al-Qur'an yang merupakan kitab pedoman hidup bagi kaum Muslimin.
Meninjau Ulang Signifikansi Kedudukan Hadits dan Ingkar al Sunnah Makhfud Makhfud
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 28 No. 1 (2017): Jurnal Tribakti
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v28i1.414

Abstract

Hadits sesungguhnya dipenuhi topik-topik yang sangat urgen untuk kita dekati. Seandainya kita benar-benar merealisasikan dengan penuh kesungguhan, tampaklah kepada kita kandungan-kandungan hadits berupa: penerapan syari’at yang cocok untuk setiap waktu dan tempat; sesungguhnya ragam petunjuk hadits bukanlah suatu pelajaran yang mengawang-awang, tetapi menyentuh kejadian-kejadian yang menimpa kelompok manusia baik personal maupun kolektif; Kedudukan Sunnah dalam Islam sebagai sumber hukum para ulama juga telah berkonsesus dasar hukum Islam adalah al Quran dan Sunnah. Dari segi tinkatan dasar Islam, Sunnah menjadi dasar hukum Islam (Tasyri`iyyah) kedua setelah al Quran. Hal ini dapat dimaklumi karena fungsi sunnah sebagai penjelas terhadap alQur’an dan mayoritas sunnah relatif kebenarannya (zhanny ats tsubut), tetapi sebagian kelompok yang oleh ahli hadits disebut ahli bid`ah mengingkari keberadaan dan kedudukan sunnah terhadap al Quran.