This Author published in this journals
All Journal SUARA GURU
S Suparti
Guru SDN 015 Giri Sako Kecamatan Logas Tanah Darat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN METODE RESITASI DAN SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DAN IPS SISWA SEKOLAH DASAR S Suparti
SUARA GURU Vol 4, No 1 (2018): SG Vol.4 No. 1 Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/suara guru.v4i1.5589

Abstract

Judul Penelitian Tindakan Kelas ini adalah Penerapan Metode Resitasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Dan Penerapan Metode Sosiodrama Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Pada Siswa Kelas III SDN 015 Giri Sako Kecamatan Logas Tanah Darat Tahun Pelajaran 2009/2010. Jumlah siswa dalam penelitian ini sebanyak 30 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Matematika melalui metode resitasi dan meningkatkan hasil belajar IPS melalui metode sosiodrama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah menerapkan metode tersebut, hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah siswa yang mencapai ketuntasan. Sebelum penerapan metode resitasi pada pelajaran Matematika hanya 8 siswa dari 30 siswa yang tuntas atau sekitar 26,67%, setelah diterapkan metode resitasi pada siklus I terjadi peningkatan yaitu siswa yang tuntas menjadi 20 siswa dari 30 siswa atau sekitar 66,67% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan lagi yaitu siswa yang tuntas menjadi 27 orang dari 30 siswa atau sekitar 90%. Hal yang serupa juga terjadi pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Sebelum diterapkan metode sosiodrama siswa yang tuntas hanya 9 orang siswa dari 30 siswa atau sekitar 30%, setelah diterapkan metode sosiodrama pada siklus I terjadi peningkatan yaitu siswa yang tuntas menjadi 22 siswa dari 30 siswa atau sekitar 73,34% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan lagi yaitu siswa yang tuntas menjadi 28 orang dari 30 siswa atau sekitar 93%.