Zainul Fuad
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelembagaan Hukum Islam di Sumatera Timur: Tinjauan Historis Jumanah Nasution; Zainul Fuad
UNES Law Review Vol. 6 No. 2 (2023): UNES LAW REVIEW (Desember 2023)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i2.1617

Abstract

The institutionalization of Islamic law has long roots in the life history and collective memory of the Indonesian Muslim community; Reflected in various proverbs such as "Adat is coded syarak, syarak is coded Kitabullah" in Minangkabau and "Hukom ngon adat lagee alat ngon sifeut" in Aceh. Throughout the sultanates in Arkhabil, including North Sumatra, this institution grew during the era of the Islamic sultanates. In that period, fiqh literature became a source of reference for developing law, and the jurists occupied a central position at court in society as the intellectual elite. Simultaneously with the entrenchment of the colonial grip, Islamic law and its judiciary experienced decline and stunting until in the end they only handled matters of marriage, divorce and reconciliation with quasi authority. The Muslim community's long efforts to revitalize the enforcement of Islamic law found its momentum again in the Proclamation and was outlined in the Jakarta charter. Even though it was later deleted, it was considered implicit in Pancasila and the 1945 Constitution, which was reaffirmed through the Presidential Decree of 5 July. implementation of Islamic law for Muslims in the Republic of Indonesia and every sound request in that direction is legal. With his long experience of protecting various sects, races, ethnicities and religions in a wide geography from Morocco to Merauke, for at least 13 periods, the discourse of fiqh in its broadest meaning is expected to be able to contribute to modern life in building peace in pluralism.
DINAMIKA POLITIK HUKUM ISLAM ERA ORDE BARU Zainul Fuad; Nandani Zahara Mahfuzah; Fitri Hidayati Hasibuan
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 2 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia politik islam berjalan seiring dengan lahirnya Negara Republik Indonesia, dari sejak masa orde lama hingga masa Refomasi. Namun sangat perlu diperhatikan bahwa islam mengalami hubungan yang cukup dramatis sejak orde lama dan baru, yang paling utama adalah pada masa orde baru. Penelitian ini menggunakan metode studi kombinasi yang menggabungkan penelitian hukum normatif dan penelitian hukum empiris Pada masa ini terjadi transisi paradigma kekuasaan yang bertolak belakang dari orde sebelumnya, dimana Soekarno masih bersikap persuasif dan cenderung mengakomodir berbagai ideologi yang ada, karenanya berpengaruh terhadap peraturan yang dikeluarkan, dan khususnya kaitan dengan Islam. Namun setelah orde lama tumbang, Soeharto memiliki pandangan berbeda, dan cenderung tidak ambil pusing mengenai peraturan ideologi, yang mempentingkan pembangunan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Dampaknya adalah kepada politik Islam yang cenderung stagnan di decade awal, namun berubah pada akhir orde ini. Dimana Makalah ini akan menggambarkan tentang bagaimana dinamika kebijakan politik hukum Islam dan hubungan Soeharto terhadap Islam kala itu.