Encu Sutarman
FAKULTAS TEKNIK, JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS LANGLANG BUANA BANDUNG

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SETTLEMENT KHAS BEBERAPA JENIS TANAH Encu Sutarman
JURNAL ISTEK Vol 10, No 1 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Consolidasi atau proses keluarnya air pori dari ruang pori akibat adanya beban diatas tanah dasar berupa timbunan atau beban konstruksi menyebabkan tejadinya settlement atau penurunan. Pekerjaan timbunan menyangkut permasalahan beban dan consolidasi serta settlement yang akan berpengaruh terhadap stabilitas konsruksi diatas timbunan sehingga perlu kajian awal untuk dapat mengetahui salah satu karakteristik tanah dasar konstruksi. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui besarnya settlement khas dari jenis - jenis tanah yang diakibatkan beban berupa timbunan/ konstruksi. Dari rekayasa geoteknik, makro struktur lebih penting karena dapat mengontrol perilaku rekayasa dari tanah seperti halnya: Kekuatan geser tanah, settlement dan displacement serta drainase.Struktur tanah menghasilkan respon terhadap perubahan eksternal didalam lingkungan seperti halnya beban, air, temperatur serta faktor – faktor lainnya. Kemampuan fluida untuk mengalir melalui media yang porous merupakan sifat teknis yang disebut daya rembesan atau permeabilitas, dimana fluida itu air dan media porous merupakan massa tanah. Tahanan geser tanah ditentukan oleh besarnya tegangan effektif didalam tanah, tegangan effektif tidak dapat ditentukan secara langsung tetapi harus diketahui tegangan total dan tekanan air pori. Penurunan (settlement) terjadi jika material tanah menerima beban diatasnya. Settlement yang terjadi merupakan perubahan regangan sepanjang kedalaman. Indek tekanan atau indek kompresi Azzouz, 1976 mengusulkan; Tanah tidak organis dan tanah organis. Metode analisis yang digunakan berlandaskan pada parameter jenis tanah berdasarkan Terzaghi dan Peck 1976. Analisis tegangan akibat beban serta penambahan tekanan vertical ∆σv dari persamaan Bousinesq (1885). Analisis geoteknik dapat menentukan dan mengetahui penyebab terjadinya settlement yang diakibatkan beban berupa timbunan/ konstruksi, pengaruh consolidasi serta permeabilitas pada tanah dasar timbunan. Analisis ini juga berdasarkan sifat physis tanah serta kuat geser tanah. Berdasarkan hasil analisis; a. Beban 100 kN berupa timbunan/ konstruksi yang mana settlement untuk ketebalan tanah dasar 5 m: rasio settlement soft montmorillonite clay terhadap soft very organic clay sebesar137,6%. dan rasio settlement bog peat terhadap pen peat sebesar184%. b. Settlement merupakan fungsi (Cc) atau fungsi (Is) besarnya berbanding lurus dengan Indeks Tekanan Cc atau Indeks Settlement Is. Settlement yang terjadi untuk Bog peat melebihi ketebalan tanah dasarnya sehingga perlu evaluasi pengaruh hilangnya tegangan akibat beban metode Bousinesq, mengetahui hilangnya tegangan dikedalaman tertentu akibat beban dapat dijadikan batas maksimum settlement yang terjadi.
Kapasitas Grup Pondasi Tiang Berdasarkan NSPT Pada Abutment Jembatan Encu Sutarman
Jurnal Tiarsie Vol 14 No 2 (2017): Jurnal TIARSIE 14.2
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.265 KB) | DOI: 10.32816/tiarsie.v14i1.23

Abstract

Kegagalan bangunan jembatan, mulai dari penurunan & kerusakan oprit, pergeseran & keruntuhan abutmen, pilar, retak dan runtuhnya lantai jembatan dll. Daya dukung ijin abutment memenuhi kapasitas yang diijinkan terhadap beban luar serta settlement dari abutment memenuhi yang disyaratkan. Kajian ini antara lain: daya dukung pondasi, spasi antar pondasi, hubungan kapasitas ijin pondasi tunggal terhadap kapasitas ijin group pondasi, effisiensi group dengan faktor keamanan yang disyaratkan serta settlement yang diijinkan terhadap beban rencana. Data berdasarkan proyek ruas jalan Hantar Jatigede Sumedang yang merupakan pekerjaan PLTA Jawa Barat Tahun 2013. Pengambilan tanah asli (undistrubed) dengan cara melakukan pemboran di titik lokasi rencana pondasi akan ditempatkan, kedalaman pengambilan tanah (sampling) disesuaikan terhadap daya dukung tanah yang didapat dari standard penetration test (SPT). Pengambilan contoh tanah tidak terganggu (Undisturbed Sample) serta pengambilan contoh tanah terganggu (Disturb Sample) sesuai tujuan dan kegunaannya. Data – data tersebut antara lain ; Sifat fisis dan mekanis tanah undisturbed serta NSPT dari Lokasi BW 01 under bridge abutment Jl. Hantar PLTA Jatigede. Analisa daya dukung pondasi berdasarkan SPT metode Meyerhof, 1976. Hasil analisa bahwa pondasi tiang pancang maupun bor pile memberikan daya dukung yang lebih besar dibandingkan dengan beban rencana. Settlement akibat beban luar lebih kecil dari settlement yang diijinkan. Mengingat begitu pentingnya data parameter tanah yang menjadi dasar perhitungan tentunya data tersebut harus dihasilkan dengan kondisi actual serta metode yang benar.
Pengaruh Vertical Drained Geotextile dan Sand Column Terhadap Waktu Consolidasi Encu Sutarman
Jurnal Tiarsie Vol 16 No 1 (2019): Jurnal TIARSIE 16.1
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.818 KB) | DOI: 10.32816/tiarsie.v16i1.38

Abstract

Pekerjaan tanah berupa timbunan serta beban rencana dari lokasi pekerjaan itu tidak terlepas dengan permasalahan air yang terkandung didalamnya, tanah tersusun atas butir–butir tanah (skeleton), ukuran butir tanah akan membedakan tingkat permeabilitas yang dimiliki tanah itu. Kajian ini bermaksud untuk mendapatkan suatu informasi mengenai apa yang menjadi permasalahan tentang; settlement, waktu consolidasi serta waktu percepatan dengan pemasangan prefabricated vertical drain(PVD) geotektile maupun penggunaan sand column/ tiang pasir, hal ini yang menjadi latar belakang kajian ini. Parameter tanah berupa data SPT, sifat fisis tanah, batas–batas Atterberg tanah, metode pengambilan tanah asli (undistrubed) dengan cara melakukan pemboran di lokasi rencana konstruksi yang akan ditempatkan berlandaskan- ASTM D 1452, 1587, 1586. Kajian ini berdasarkan data bor log SPTBH6 B1, koefisien compresi di tanah cohesive jenis lempung organis sedangkan koefisien consolidasi berdasarkan formula Terzaghi dan Peck, 1976. Parameter tanah berdasarkan data lapangan pembangunan jalur kereta api Semarang-Grobogan pekerjaan menaikan tinggi level jembatan dan jalur KAI akibat rob pantai utara diatas tanah lunak/ rawa-rawa dari pekerjaan PT KAI Jawa Tengah Tahun anggaran 2017 serta Dinamika Konsultan cv sebagai konsultan perencana pada bulan September 2017. Perbaikan tanah lunak yang tebal dilakukan dengan melakukan percepatan consolidasi, hal ini dapat dicapai dengan penggunaan vertical dan horizontal drainberdasarkan teori consolidasi radial dan polar Baron serta perhitungan peningkatan tekanan total ∆σpada beban merata q pada bidang persegi, faktor pengaruh tekanan Fadum (1948). Daerah pengaruh drainase vertical tergantung configurasi pemasangan dari vertical drain, pada kajian ini configurasi berupa segi empat. Polythelane berbentuk persegi panjang dikonversi kebentuk lingkaran untuk analisa sand column. Factor hambat λ Yoshikuni (1990) merupakan fungsi dari permeabilitas k sehingga didapatkan faktor waktu terpasang vertical drain. Dari hasil kajian ini didapatkan besar settlement 2.07 m dengan waktu consolidasi tanpa vertical drain selama 19.68 tahun sedangkan waktu consolidasi terpasang PVD Geotextil menjadi 5.21 bulan dengan panjang geotextil 8 m dan configurasi pemasangan segi empat, jarak antar PVD sebesar 1.75 m sedangkan setelah terpasang Sand Column/ tiang pasir didapatkan waktu consolidasi sebesar 4.65 bulan. hal ini dikarenakan geotextile maupun pasir memiliki nilai permeabilitas yang tinggi. Pasir sebagai vertical maupun horizontal drain dapat meningkatkan shear strength dari tanah sehingga daya dukung dari tanah akan meningkat. Penggunaan geotextile dan pasir dapat dilakukan secara kombinasi dengan pemilihan configurasi pemasangan di lapangan. Geotextile sebagai horizontal drain (HD) harus diperhatikan jalur dan elevasinya agar maximal dalam mengalirkan air kearah samping.
Pasak Bambu Pondasi Tiang Alternatif di Tanah Lunak Encu Sutarman
Jurnal Tiarsie Vol 15 No 1 (2018): Jurnal TIARSIE 15.1
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.221 KB) | DOI: 10.32816/tiarsie.v15i1.29

Abstract

Konstruksi diatas tanah lunak yang tebal serta pasak bambu sebagai pondasi tiang alternatif memiliki daya dukung yang baik? hal ini yang menjadi permasalahan yang mana kajian ini berdasarkan data soil test, mengunakan data SPT yang diconversi menjadi undrained shear strength. Kajian ini bermaksud untuk mendapatkan suatu daya dukung tanah dengan menggunakan pasak bambu dan bertujuan untuk mengetahui kapasitas ijin pasak bambu yang disyaratkan dari data undrained shear strength dengan metode daya dukung pondasi tiang tunggal dan group di tanah cohesive. Tanah kohesif merupakan kumpulan dari partikel–partikel mineral yang mempunyai indeks plastisitas sesuai dengan batas Atterbeg. Tanah berbutir halus merupakan setengah bahan fraksi lebih kecil dari saringan # 200. Pengambilan tanah asli dengan melakukan pemboran di beberapa titik lokasi pada masing–masing kedalaman untuk satu titik lokasi bor berdasarkan ASTM D 1452, 1587, 1586) serta data SPT yang dilengkapi bor log, sifat fisis tanah, batas–batas Atterberg tanah asli. Kajian ini berdasarkan investigasi lapangan pembangunan jalur Kereta Api Semarang-Grobogan Jawa Tengah serta sumber terkait dari Dinamika Konsultan cv sebagai konsultan perencana pada bulan September 2017 tahun anggaran 2017. Perhitungan daya dukung ijin pasak bambu tunggal dan group pasak bambu. Rasio adhesive terhadap cohesive berkisar 0.6 yang mana ca (adhesive) diambil nilai rata-rata sepanjang tiang sedangkan nilai undrained shear strength cu (kPa) setara dengan 2.5 NSPT. Daya dukung pasak untuk 1 lokasi dengan 1buah pasak bambu yang mana penampang ujung pasak tertutup/closed ended, diameter sebesar 6 cm, panjang tiang 8 m, panjang effektif pasak 6.50 m memberikan daya dukung batas sebesar 7.5 kN (0.84 T) sedangkan daya dukung batas pasak untuk 4 buah pasak bambu sebesar 19.3 kN (2.17 T), friction capacity memberikan nilai lebih besar dibandingkan end bearing capacity artinya daya dukung tanah lunak yang tebal meningkat tergantung dari kelengketan tanah terhadap tiang bambu sesuai panjang dan keliling pasak bambu. Dalam pemasangan lapangan; kombinasi geotextile atau tiang pasir dengan pasak bambu selain daya dukung tanah meningkat juga dapat mempercepat waktu consolidasi.