Nadra Akbar Manalu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembelajaran Tari Kreasi melalui Media Audio Visual di Sekolah Luar Biasa Negeri Kota Jantho Nadra Akbar Manalu; Haria Nanda Pratama
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 6 No. 01 (2022): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v6i01.1173

Abstract

Proses pembelajaran seni khususnya seni tari di SLB masih menggunakan metode pembelajaran secara konvensional. Artinya pembelajaran secara konvensional memiliki kelemahan bagi tenaga pengajar dimana ABK sering merasa bosan, tidak fokus, slow respon, dan kurang menarik perhatian ABK. Pengabdian ini menawarkan proses pembelajaran digital yang digunakan ABK seperti media audio visual menjadi media alternatif. Dimana media audio visual seperti video gerak tari, peragaan tempo dan iringan musik menjadi bentuk pembelajaran baru. Metode dalam pengabdian ini meliputi persiapan, survei, sosialisasi penyesuaian komposisi gerak, kerja studio (proses pembuatan video), edukasi dan pertunjukan. Gerak tari yang diajarkan berangkat dari kesenian tari Aceh melalui proses kreasi sesuai dengan kemampuan dari ABK. Tari kreasi yang dibuat mengandung rukun-rukun (ragam gerak) kesenian Aceh. Kesenian tersebut diadopsi dari rukun tari kreasi Ratoeh Jaro, meliputi rukun Salam pembuka, demo, amin-lalee, salam penutup dan penutup. Rukun-rukun tersebut menjadi gerak dasar yang dikembangkan dalam suatu komposisi gerak tari kreasi baru dengan iringan musik Khutidheng. Tari Kreasi ini dibuat dalam bentuk video sebagai metode pembelajaran bagi ABK di SLB Negeri Kota Jantho. Hal ini bertujuan agar ABK lebih mudah dalam proses belajar tari serta meningkatkan antusias diri untuk mengebangkan potensi dan kreatifitas anak-anak berkebutuhan khusus. Hasil akhir dari pengabdian ini adalah menghasilkan video pembelajaran berbasis digital dengan materi gerak tari kreasi guna menanamkan karakter budaya bagi ABK serta melalui video pembelajaran ini ABK di SLB Negeri Kota Jantho dapat belajar kapan saja dan dimana saja secara mandiri. Pembejaran tari Ratoh Jaroe dalam kegiatan pengabdian mampu menumbuhkan rasa percaya diri siswi di SLB Negeri Kota Jantho dibuktikan dengan sukses tampil dalam pertunjukan tari yang dilaksanakan masyarakat Kota Jantho.
Pendekatan Adaptif Terapi Seni Untuk Pemulihan Psikososial Siswa Pascabencana Di Bireuen Ichsan Ichsan; Asrinaldi; Indra Setiawan; Nadra Akbar Manalu; Teuku Muhammad Husni
COMMUNITY SERVICE JOURNAL OF ECONOMICS EDUCATION Vol. 5 No. 1 (2026): Community Service Journal Of Economic Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service study examines an adaptive art-therapy approach combining doodle drawing and dance to support students’ psychosocial recovery in post-disaster contexts. The program was implemented over two days in two schools in Bireuen—MTSN 2 and MAN 7—with 140 participants divided equally into drawing and dance groups. Methods included guided repetitive doodle exercises (non-representational lines and color exploration), movement-based dance sessions, and adaptive facilitation through motivation and ice-breaking for low-engagement groups. Data were collected through structured observation using three indicators: participation, positive emotional expression, and expressive courage. Results show higher baseline engagement at MTSN 2 (participation 88%; positive affect 85%; expressive courage 82%). At MAN 7, initial engagement was low (52%; 48%; 45%), but improved substantially after adaptive intervention (78%; 75%; 72%). Findings indicate that art-based interventions are effective for psychosocial recovery, while adaptive facilitation significantly enhances outcomes in low-motivation contexts. The study highlights the importance of flexible, context-sensitive strategies in community-based psychosocial programs.