Dela Aristi
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gambaran Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Puskesmas Cinere Depok Mira Rizkia Puspitasari; Dela Aristi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 04 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v6i04.27

Abstract

Anak usia sekolah merupakan usia rentan terkena gangguan kesehatan. Oleh karena itu sangat tepat untuk diakukan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit lebih dini melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Puskesmas Cinere mempunyai fungsi sebagai Pembina UKS dan pelaksana penjaringan kesehatan anak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran program UKS di Puskesmas Cinere Depok. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisa data sekunder dan wawancara mendalam kepada 5 orang informan, yaitu 4 orang pemegang program dan 1 orang kepala Puskesmas. Hasil penelitian ini yaitu pada tahap perencanaan program masih belum optimal karena belum ada dokumen rencana pelaksanaan kegiatan UKS yang memuat setiap kegiatan yang akan dilakukan secara spesifik. Pada tahap pelaksanaan, terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu penjaringan kesehatan peserta didik yang belum terjaring seluruhnya, pelatihan dokter kecil yang telah mencapai target, pemberian tablet Fe pada remaja putri di SMA yang telah mencapai target, serta bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) yang belum mencapai indikator capaian sebesar 100% karena cakupan hanya berkisar 70%. Sedangkan pada tahap monitoring dan evaluasi hanya dilakukan satu kali dalam setahun. Dengan demikian, diperlukan peningkatan kesadaran masing-masing pihak yang bertanggung jawab dalam program UKS untuk melaksanakan tugasnya. Perlu dilakukan sosialisasi program UKS dan regulasi yang berlaku secara rutin dalam pertemuan yang dilaksanakan setiap bulan, dan pemberian reward kepada Tim Pembina UKS yang melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Tindakan Kekerasan Dalam Pacaran Pada Siswa SMA N 16 Kota Bekasi Rohmi Febryana; Dela Aristi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v8i03.352

Abstract

Kekerasan dalam pacaran merupakan permasalahan remaja yang penting dan harus menjadi perhatian banyak pihak karena dapat berdampak pada kesehatan, seperti dampak fisik berupa memar, patah tulang, dan yang paling berbahaya dapat menyebabkan kecacatan permanen atau bahkan kematian serta dampak psikis berupa sakit hati, jatuhnya harga diri, malu, cemas, memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi hingga munculnya keinginan untuk bunuh diri. Selain itu juga pada kekerasan seksual dapat berdampak pada kesehatan reproduksi remaja seperti kehamilan tidak diinginkan, aborsi dan penyakit menular seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan tindakan kekerasan dalam pacaran pada siswa SMA X tahun 2019 dengan menggunakan analisis statistik uji Chi Square. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi Cross Sectional. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA X yang pernah atau sedang berpacaran, sampel penelitian ini sebanyak 132 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80,3% responden pernah melakukan tindakan kekerasan dalam pacaran. Faktor yang berhubungan dengan tindakan kekerasan dalam pacaran adalah pengalaman kekerasan dalam keluarga (P value 0,042) dan keterpaparan konten kekerasan di media online ( P value 0,048). Sekolah dapat meningkatkan pengetahuan siswa dengan mengadakan penyuluhan terkait dengan kesehatan reproduksi dimana salah satu materinya adalah kekerasan dalam pacaran. Bagi orang tua sebaiknya meningkatkan komunikasi yang baik dengan anak remaja, mempelajari pola asuh yang tepat sejak dini dan saat anak menginjak usia remaja.
Perception and Behavior of PLWHA towards Out-of-Pocket Costs when Accessing Antiretroviral Treatment Raihana Nadra Alkaff; Dela Aristi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1927

Abstract

Out-of-pocket costs are defined as direct and indirect costs when accessing antiretroviral (ARV) treatment at healthcare centers that aren’t subsidized by the government. While ARV treatment can be accessed for free, costs for diagnostic tests, consultation, and treatment for opportunistic infections are the main factor behind the low number of People Living with HIV/AIDS (PLWHA) accessing ARV treatment post-diagnosis. This study aims to understand PLWHA’s behaviors that are related to ARV treatment access based on perceived barriers to out-of-pocket costs. This study used a qualitative approach with 8 PLWHA informants and 1 healthcare worker informant that works at a care, support, and treatment (CST) clinic at a private hospital. This study was conducted for four months from August to November 2021. Results found that behaviors in accessing ARV treatment in PLWHA are influenced by their perceived seriousness of HIV, perceived barriers in the national healthcare insurance referral process, and self-efficacy. Perceived out-of-pocket cost barriers were not identified as the informants’ reason for deciding to start ARV treatment or discontinue ARV treatment. This study recommends increasing the availability of clinical psychologists that can provide psychological support for PLWHA, specifically within the first 6 months of diagnosis, supplemented by peer support groups.