rosidi roslan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kompetensi Kerja, dan Komitmen Organisasi terhadap Kepuasan Kerja, Serta Implikasinya pada Kinerja Perawat Puskesmas rosidi roslan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.945 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v8i02.260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, kompetensi kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja perawat Puskesmas (Studi Empiris pada Perawat Puskesmas di DKI Jakarta) melalui kepuasan kerja baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Populasi penelitian adalah seluruh perawat Puskesmas di DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan verifikatif, dengan menggunakan ukuran sampel sebesar 220 responden, serta metode analisis data yang digunakan adalah SEM (Structural Equation Modelling). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan temuan bahwa kecerdasan emosional, kompetensi kerja dan komitmen organisasi baik secara parsial maupun secara bersama-sama, berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan koefisien determinasi sebesar 0.56. Kecerdasan emosional merupakan variabel yang paling dominan yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat Puskesmas di DKI Jakarta. Selanjutnya kecerdasan emosional, kompetensi kerja, komitmen organisasi dan kepuasan kerja, secara parsial maupun bersama-sama, berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja perawat Puskesmas di DKI Jakarta, dengan koefisien determinasi sebesar 0.84. Komitmen organisasi merupakan variabel yang paling dominan yang mempengaruhi kinerja perawat Puskesmas di DKI Jakarta. Kepuasan kerja berperan sebagai parsial mediasi dalam peningkatan kinerja perawat, karena kompetensi kerja dan komitmen organisasi memiliki pengaruh langsung yang lebih besar terhadap peningkatan kinerja perawat Puskesmas di DKI Jakarta.
Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kompetensi Kerja, dan Komitmen Organisasi terhadap Kepuasan Kerja, Serta Implikasinya pada Kinerja Perawat Puskesmas rosidi roslan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v8i02.260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, kompetensi kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja perawat Puskesmas (Studi Empiris pada Perawat Puskesmas di DKI Jakarta) melalui kepuasan kerja baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Populasi penelitian adalah seluruh perawat Puskesmas di DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan verifikatif, dengan menggunakan ukuran sampel sebesar 220 responden, serta metode analisis data yang digunakan adalah SEM (Structural Equation Modelling). Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan temuan bahwa kecerdasan emosional, kompetensi kerja dan komitmen organisasi baik secara parsial maupun secara bersama-sama, berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan koefisien determinasi sebesar 0.56. Kecerdasan emosional merupakan variabel yang paling dominan yang mempengaruhi kepuasan kerja perawat Puskesmas di DKI Jakarta. Selanjutnya kecerdasan emosional, kompetensi kerja, komitmen organisasi dan kepuasan kerja, secara parsial maupun bersama-sama, berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja perawat Puskesmas di DKI Jakarta, dengan koefisien determinasi sebesar 0.84. Komitmen organisasi merupakan variabel yang paling dominan yang mempengaruhi kinerja perawat Puskesmas di DKI Jakarta. Kepuasan kerja berperan sebagai parsial mediasi dalam peningkatan kinerja perawat, karena kompetensi kerja dan komitmen organisasi memiliki pengaruh langsung yang lebih besar terhadap peningkatan kinerja perawat Puskesmas di DKI Jakarta.