Salki Sasmita
Kesehatan Masyarakat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja di SMAN 5 Kota Makassar Salki Sasmita
Kampurui Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2019): Kampurui Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kjkm.v1i1.38

Abstract

Di lingkungan sekolah, pembinaan dan penyebaran informasi mengenai Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) masih sangat kurang. Untuk mengantisipasi kasus tersebut, pemerintah Indonesia, melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia memasukkan pengetahuan kesehatan reproduksi di dalam kurikulum sekolah, melalui layanan bimbingan informasi dan konseling yang merupakan upaya untuk membimbing remaja mengatasi konflik seksual dan isu-isu yang berkaitan dengan itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara program pusat informasi dan konseling kesehatan reproduksi remaja (PIK KRR) dengan tindakan pencegahan penyakit menular seksual pada siswa SMAN 5 Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan “Cross Sectional Study. Populasinya adalah seluruh siswa SMAN 5 Makassar tahun 2010-2011 yang berjumlah 856 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Jumlah sampel 265 orang atau sekitar 31% populasi. Sebanyak 68,7% siswa memiliki tindakan positif dalam pencegahan PMS dan 31,3% masih negatif. Ada hubungan antara pemberian informasi serta pelayanan dan konseling kesehatan reproduksi remaja dengan tindakan pencegahan PMS dengan nilai kemaknaan secara berurutan (p= 0.001) dan (p=0,011). Penelitian ini menyarankan agar Pemerintah Indonesia lebih peduli akan keaktifan PIK KRR di sekolah-sekolah menengah atas seluruh Indonesia dan pengelolanya lebih mengoptimalisasikan program PIK KRR agar siswa mampu mengambil tindakan positif terhadap pencegahan PMS.