Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Juripol

Pengaruh Timepressure Dan Tindakan Supervisi Terhadap Penghentian Prematur Atas Prosedur Audit Pada Kantor Akuntan Publik Syamsul Bahri Trb Enika Diana; Indra Surya Tanjung
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 3 No. 1 (2020): Juripol Volume 3 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v3i1.10496

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Time Pressure berpengaruh signifikan terhadap Penghentian Prematur atas Prosedur Audit pada Kantor Akuntan Publik Syamsul Bahri TRB, mengetahui apakah Tindakan Supervisi berpengaruh signifikan terhadap Penghentian Prematur atas Prosedur Audit pada Kantor Akuntan Publik Syamsul Bahri TRB dan mengetahui apakah Time Pressure dan Tindakan Supervisi berpengaruh signifikan terhadap Penghentian Prematur atas Prosedur Audit pada Kantor Akuntan Publik Syamsul Bahri TRB.Sumber data berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner sedangkan data sekunder diperoleh dari teori dan jurnal yang berkaitan dengan variabel yang diteliti. Hasil penelitian Tekanan waktu merupakan suatu keadaan dimana auditor mendapatkan tekanan dari Kantor Akuntan Publik tempatnya bekerja, untuk menyelesaikan audit pada waktu dan anggaran biaya yang telah ditentukan sebelumnya. Anggaran waktu yang rendah untuk tes audit tertentu dapat mengakibatkan kinerja auditor tidak efektif dan atau adanya premature sign-off pada tes tersebut, disebabkan auditor harus menyelesaikan tugas dalam waktu yang sempit dan tekanan yang besar sehingga auditor cenderung untuk tidak melakukan prosedur yang wajib dilakukan secara lengkap, walaupun auditor mendokumentasikan telah melakukannya dengan lengkap. Kantor Akuntan Publik yang pelaksanaan supervisinya baik akan melakukan prosedur review sehingga kegagalan auditor dalam melaksanakan tugas yang ditetapkan dapat terdeteksi sehingga dapat meminimalisir penghentian prematur atas prosedur audit. Oleh karena itu Kantor Akuntan Publik. auditor akan membuat judgment yang salah semakin tinggi. diharapkan dapat meningkatkan supervisi dengan menambah jumlah auditor senior yang berfungsi sebagai melakukan supervisi laporan keuangan yang diaudit oleh auditor junior.
PENERAPAN AKUNTANSI FORENSIK DAN AUDIT INVESTIGATIF TERHADAP MENDETEKSI KECURANGAN ( FRAUD ): PENERAPAN AKUNTANSI FORENSIK DAN AUDIT INVESTIGATIF TERHADAP MENDETEKSI KECURANGAN ( FRAUD ) Enika Diana Batubara
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 3 No. 2 (2020): Juripol Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v3i2.10776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penerapan akuntansi forensik dan audit investigatif terhadap mendeteksi kecurangan pada Kantor Akuntan Publik di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari auditor Kantor Akuntan Publik di Kota Medan. Dari populasi, diambil secara convinience sampling dan ditarik sebesar 21 sample auditor dengan populasi sebanyak 21 orang auditor. Variabel penelitian ini terdiri dari akuntansi forensik dan audit investigatif sebagai variabel independen dan mendeteksi kecurangan sebagai variabel dependen. Hasil penelitian Secara parsial akuntansi forensik berpengaruhsignifikan terhadap mendeteksi kecurangan. Hal ini terlihat dari nilai thitung > ttabel yaitu 2.114 > 2.10092 dan nilai signifikansi pada variabel akuntansi forensik yang lebih kecil dari 0.05 (0.049< 0.05). Audit investigatif tidak berpengaruhsignifikan terhadap mendeteksi kecurangan. Hal ini terlihat dari nilai thitung< ttabel yaitu 0.819 < 2.10092 dan nilai signifikansi pada variabel audit investigatif yang lebih besar dari 0.05 yaitu (0.424 > 0.05). Secara simultan pada variabel akuntansi forensik dan audit investigatif menunjukkan bahwa diperoleh Fhitung > Ftabel(57.201 > 3.55) dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 (.000 <0.05), yang artinya akuntansi forensik dan audit investigatif secara simultan atau bersama-sama memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap mendeteksi kecurangan. Penelitian menggunakan data primer sehingga dapat diperoleh bahwa nilai R Square menunjukkan nilai sebesar 0.864 atau sebesar 86.4% yang dapat diartikan bahwa pengaruh variabel independen (akuntansi forensik dan audit investigatif) terhadap variabel dependen (mendeteksi kecurangan) sebesar 86.4%.
PENGARUH BIAYA PEMASARAN DAN AVERAGE COLLACTION PERIOD TERHADAP PERJUALAN STABILIZER DI CV AGUNG JAYA Enika Diana Batubara
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 4 No. 2 (2021): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v4i2.11107

Abstract

Penjualan merupakan proses dimana pembeli dan penjual mendapatkan kebutuhan yang mereka inginkan melalui pertukaran informasi dan kepentingan. Penjualan secara kredit memiliki keunggulan dalam meningkatkan penjualan di perusahaan dikarenakan pada umumnya konsumen lebih tertarik membeli produk tersebut apabila perusahaan memberikan fasilitas penjualan secara kredit kepada konsumen. Akan tetapi penjualan secara kredit memiliki resiko yang tinggi dikarenakan adanya kemungkinan piutang usaha yang tidak akan tertagih. Perusahaan sebelum memutuskan melakukan penjualan kredit, maka hal yang harus diperhatikan adalah memperhitungkan mengenai jumlah dana yang diinvestasikan dalam piutang, syarat penjualan dan pembayaran yang diinginkan, kemungkinan kerugian piutang (piutang tak tertagih), biaya-biaya yang akan timbul dalam menangani piutang dan kemampuan konsumen dalam melunasi hutang tersebut dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.
DAMPAK REPUTASI UNDERWRITER TERHADAP UNERPRICING PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING Enika Diana Batubara
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 1 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i1.11304

Abstract

Dalam proses go public sebelum di perdagangkan di pasar sekunder, saham terlebih dahulu di jual ke pasar primer atau yang sering disebut sebagai pasar perdana. Penawaran saham secara perdana ke publik melalui pasar perdana ini dikenal dengan istilah initial public offering. Penawaran umum saham perdana merupakan kegiatan penawaran efek yang pertama kali dilakukan oleh perusahaan (emiten) dalam rangka menjual sahamnya kepada masyarakat di pasar modal. Harga saham perdana ditentukan berdasarkan kesepakatan antara perusahaan (emiten) dengan Underwriter (penjamin emisi), sedangkan harga di pasar sekunder ditentukan oleh mekanisme pasar (permintaan dan penawaran). Jika penentuan harga pada saat initial public offering lebih rendah dibandingkan dengan harga yang terjadi di pasar sekunder di hari pertama maka akan terjadi Underpricing. Di dalam kegiatan penawaran umum perdana terdapat suatu fenomena menarik yang disebut dengan Underpricing. Fenomena Underpricing merupakan gejala-gejala umum yang terjadi pada saat perusahaan melakukan penawaran umum saham perdana di pasar modal, dimana harga saham yang ditawarkan pada pasar perdana lebih rendah dibandingkan dengan harga saham setelah diperdagangkan di pasar sekunder. Namun faktor-faktor yang menyebabkan Underpricing ini berbeda-beda di setiap pasar modal.