Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO, NET PROFIT MARGIN DAN TOTAL ASSET TURNOVER TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN DI BURSA EFEK JAKARTA nursidin nursidin
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 4 No. 1 (2021): Juripol Volume 4 nomor 1 tahun 2021
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah debt to equity, net profit margin dan total assets turnover berpenngaruh positif terhadap financial distress pada perusahaan di Bursa Efek Jakarta. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka. Sumber data berupa data sekunder. Data sekunder dalam penelitian ini adalah berupa laporan keuangan tahunan selama periode 2016-2020. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan subsektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-20120 sebanyak 9 perusahaan. Sampel penelitian dalam penelitian ini sebanyak 35 perusahaan dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil analisis memberikan persamaan Financial Distress = -0,445 + 1,477 Debt To Equity Ratio – 3,820 Net Profit Margin + 117,564 Total Asset Turnover + e. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa total asset turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial yaitu thitung 0,476 < ttabel 2,03693 dan nilai signifikan 0,637 > 0,05, berarti H1 ditolak. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa debt to equity ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial yaitu thitung -0,956 < ttabel 2,03693 dan nilai signifikan 0,346 > 0,05, berarti H2 ditolak. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa net profit margin berpengaruh signifikan terhadap financial distress berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial yaitu thitung 5,546 > ttabel 2,03693 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Hasil penelitian ini didukung oleh nilai adjusted R Square sebesar 73% sedangkan sisanya sebesar 27% financial distress dijelaskan variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini seperti current ratio, sales growth, earning per share.
PENGARUH EPS, PER DAN BIAYA OPERASIONAL TERHADAP LDR PADA BANK SWASTA YANG TERDAFTAR DI BEI 2016-2020 nursidin nursidin
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 1 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i1.11320

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis apakah Earning Per Share, Price Earning Ratio, Biaya Operasional Pendapatan Operasional berpengaruh signifikan terhadap Loan to Deposit Ratio Pada Bank Swasta yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka atau bilangan. Sumber data berupa data sekunder. Data sekunder diperoleh dari www.idx.co.id untuk memperoleh laporan keuangan Bank Swasta yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan Bank Swasta yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020 sebanyak 23 perusahaan. Sampel penelitian ini berjumlah 75 laporan keuangan yang berasal dari 15 Bank Swasta yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2016-2020. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Hasil analisis memberikan persamaan Loan to Deposit Ratio = 0,984 + 0,000 Earning Per Share – 0,001 Price Earning Ratio – 0,116 Biaya Operasional Pendapatan Operasional + e.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel tidak terdapat pengaruh tetapi signifikan Earning Per Share terhadap Loan to Deposit Ratio dengan nilai nilai thitung < ttabel yaitu -3,211 < 1,993 dengan nilai signifikan < 0,05 yaitu 0,002 < 0,05, maka hipotesis 1 (pertama) pada penelitian ini dapat diterima. Hasil analisis menunjukkan secara parsial variabel tidak terdapat pengaruh dan tidak signifikan Price Earning Ratio terhadap Loan to Deposit Ratio dengan nilai thitung > ttabel yaitu -1,515 > 1,993 dengan nilai signifikan > 0,05 yaitu 0,134 > 0,05, maka hipotesis 2 (kedua) pada penelitian ini ditolak.
Pengaruh Komite Audit, Proceed Terhadap Initial Return Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bei 2017-2021 nursidin nursidin
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 2 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i2.11709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Komite Audit / Proceed secara parsial dan secara simultan pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif dan sumber data merupakan data sekunder. Unit analisis dan observasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan jumlah populasi sebanyak 23 perusahaan Dari populasi, dipilih dengan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 18 perusahaan selama 5 periode yaitu periode 2017 – 2021 yang berjumlah 90 sampel. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan hasil analisis memberikan persamaan Initial Return = 3,239 – 2,433 Komite Audit – 0,070 Proceed + e Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa Komite Audit tidak berpengaruh tetapi signifikan terhadap Initial Return dengan nilai thitung < ttabel yaitu -2,589 < 1,98729 dan nilai signifikan < 0.05 yaitu 0.011 < 0.05 yang berarti hipotesis pertama (H1) diterima, Proceed menunjukkan bahwa secara parsial Proceed tidak berpengaruh signifikan terhadap Initial Return dengan nilai thitung < ttabel yaitu -1,680 < 1,98729 dan nilai signifikan > 0.05 yaitu 0,097 > 0.05 yang berarti hipotesis kedua (H2) ditolak. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa Komite Audit dan Proceed berpengaruh signifikan terhadap Initial Return dengan nilai Fhitung > Ftabel yaitu 4,665 > 3,10 dan nilai signifikan < 0.05 yaitu 0.012 < 0,05 yang berarti hipotesis ketiga (H3) diterima. Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,97 atau 9,7% yang berarti variabel Initial Return dapat dijelaskan oleh variabel Komite Audit dan Proceed. Sedangkan sisanya sebesar 90,3% variabel Initial Return dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti Return On Assets, Financial Leverage, Earning Per Share, Ukuran Perusahaan, Reputasi Underwriter, Reputasi Auditor
PENERAPAN AKUNTANSI TERHADAP DANA PENSIUN nursidin nursidin
Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan) Vol. 5 No. 2 (2022): Juripol (Jurnal Institusi Polgan)
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/juripol.v5i2.11766

Abstract

Pada prinsipnya Dana Pensiun merupakan suatua lternative untuk memberikan manfaat kepada karyawan untuk memperkeci latau mengurangi resiko-resiko yang biasa dihadapi di masa yang akan datang, seperti resiko kehilangan pekerjaan, lanjut usia, kecelakaan yang mengakibatkan cacat tubuh atau meninggal dunia. Resiko tersebut berpengaruh pada kelangsungan hidup mereka, karenanya untuk mengatasi kemungkinan resiko tersebut diciptakan suatu usaha pencegahan antara lain dengan menyelenggarakan program pensiun yang biasa dikelola oleh perusahaan swasta atau pemerintah. Dana Pensiun merupakan suatu badan hukum yang mengelola dan menjalankan manfaat pensiun, yang didirikan secara terpisah oleh perusahaan, dengan mencadangkan dana untuk mengelola Dana Pensiun guna menjamin kesinambungan penghasilan karyawan setelah hari tua nanti. pada satu sisi Dana Pensiun memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian, karena selain menjamin kesejahteraan tenaga kerja setelah mereka memasuki masa pension juga membantu perkembangan sector riil melalui usaha investasi.Dengan besaran dana yang dikelola maka dampak investasi yang dilakukan oleh Dana Pensiun akan sangat signifikan. Di sisi lain, dengan pertumbuhan Dana Pensiun, maka pemerintah harus memberikan perhatian terhadap beberapa isu dan permasalahan yang masih muncul dalam pengelolaan Dana Pensiun