Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Latar as the Central Point of Houses Group Unit: Identifiability for Spatial Structure in Kasongan, Yogyakarta, Indonesia Subroto, T. Yoyok Wahyu
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 23, No 2 (2012)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20882033.v23i2.7

Abstract

The massive spatial expansion of the city into the rural area in recent decades has caused such problems as related to the spatial exploitation in villages surrounding. This raises a question of whether the open space change into land coverage building may have a spatial structure implication on settlement growth and evolution process in the villages surrounding. This paper reports a case study of Kasongan village in Bantul regency, Yogyakarta, Indonesia in between 1973-2010 in which the problem refers to the discussion of spatial structure is rarely addressed especially in village’s settlement growth and evolution analysis. The bound axis which consists of 4 (four) quadrants and one intersection refers to the reference axes in a Cartesian Coordinate System (CCS) is used to analyze the setting of the houses group unit around 4 areas/ quadrants. Through such spatial process analysis by means spatial structure approach, the continuity of latar (yard), in the central of houses group unit is detected. There is finding from this research that the latar which exists in ‘the central point’ of houses group unit in Kasongan during 4 decades significantly becomes the prominent factor of the basic spatial structure. It composes the houses group unit in Kasongan.
Ruang Budaya Dalam Tradisi Sebaran Apem Ya Qowiyyu Desa Jatinom, Klaten Agus Suhendro; T. Yoyok Wahyu Subroto
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 5 No. 01 (2023): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v5i01.392

Abstract

Desa Jatinom memiliki nilai-nilai kesejarahan yang tinggi di dalam penyebaran agama Islam. Jatinom akan terkait dengan sosok Ki Ageng Gribig sebagai tokoh penyebaran agama Islam. Dalam menyebarkan agama Islam di daerah yang sekarang menjadi Jatinom tersebut salah satunya adalah dengan aspek tradisi kemasyarakatan. Sebaran Apem Ya Qowiyyu merupakan salah satu warisan budaya dari Ki Ageng Gribig yang diturunkan kepada masyarakat yang kemudian dilestarikan hingga saat ini. Sebaran Apem Ya Qowiyyu sendiri dilakukan di bulan Safar atau masyarakat menyebutnya dengan bulan Sapar sehingga acara tersebut juga dijuluki dengan Saparan dikarenakan dilakukan di bulan Sapar yang diadakan setiap satu kali dalam satu tahun berdasarkan penanggalan Aboge. Di dalam perilaku saparan dengan kegiatan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif didukung dengan pengamatan lapangan, wawancara, dan kajian-kajian sebelumnya. Hasil penelitian yang dilakukan adalah terdapat tahapa-tahapan yang dilakukan di dalam perayaan Sebaran Apem Ya Qowiyyu yang dilakukan. Di dalam tahapan-tahapan tersebut terdapat ruang-ruang yang terjadi dan menjadi ruang budaya yang terjadi.