Laros Tuhuteru
Prodi Pend. Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Pattimura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIFITAS PEMBINAAN KARAKTER GENERASI MUDA DALAM PRESEPSI TOKOH MASYARAKAT DAN PEMUDA Laros Tuhuteru
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 7 No 2 (2019): Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol7issue2page84-95

Abstract

Penelitian ini bertolak dari permasalahan pokok bahwa dalam kenyataan sampai saat ini, belum ditemukan pola pembinaan karakter generasi muda pasca konflik sosial di kota Ambon secara efektif dilakukan, baik di keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Organisasi sosial kemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sikap dan perilaku generasi muda Ambon pasca konflik sosial, sebagai solusi pembinaan karakter generasi muda.. Prosedur penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, yang bersifat deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara (1) wawancara mendalam, (2) obsevasi langsung, dan (3) studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive dan data hasil penelitian diolah melalui proses reduksi, analisis secara deskriptif kualitatif. Setelah hasilnya dianalisis, maka ditemukan pola pembinaan karakter generasi muda kota Ambon pasca konflik sosial, evektif dilakukan dengan pendekatan budaya lokal, diantaranya; (1) kersama (makan patita), (2) kebebasan (pela gandong), (3) toleransi (ale rasa beta rasa), (4) nilai kerja sama (masohi), Artinya, indahnya suatu keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat apabila tidak terjadinya perselisihan antarpemuda, antarsuku, antaretnis, dan antaragama. Dari hasil temuan ini dapat disimpulkan bahwa pembinaan karakter generasi muda pasca konflik sosial, ditemukanlah berupa adanya sikap persaudaraan, kerja sama, toleransi, kerukunan, tanggung jawab, pengendalian diri, komunikasi yang santun dan saling menghargai. Karena itu direkomendasikan agar budaya lokal dapat digunakan sebagai program penyelengaraan pembinaan karakter generasi muda dan resolusi konflik sosial. khususnya bagi peningkatan sikap dan perilaku generasi muda berdasarkan akal dan pikiran yang rasional.