p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Natural
Ishak Semuel Erari
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Papua

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGGUNAAN MODUL PELTIER SEBAGAI SISTEM PENDINGIN COOLBOX Yubelin Ira Merdekawati; Ishak Semuel Erari; Abdul Muis Muslimin
Jurnal Natural Vol. 17 No. 2 (2021): JURNAL NATURAL
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v17i2.162

Abstract

Modul peltier merupakan piranti pendingin termoelektrik yang pada penelitian ini digunakan sebagai sistem pendinginan pada coolbox. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menganalisa kecepatan pendinginan, suhu terendah yang dicapai, daya listrik yang dibutuhkan dan performa modul peltier yang digunakan dengan memvariasikan jumlah modul peltier dan jumlah beban pendinginan. Pada penelitian ini dilakukan eksperimen dengan variasi jumlah modul peltier adalah satu, dua dan tiga serta variasi beban pendinginan adalah coolbox kosong, berisi satu liter air dan dua liter air. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa semakin banyak modul peltier yang dipakai, maka semakin cepat proses pendinginannya dan semakin rendah suhu yang dapat dicapai. Pada coolbox kosong dan berisi 1 liter air suhu terendah yang dapat dicapai adalah sama yaitu 21,5 oC untuk 1 modul, 19,5 oC untuk 2 modul dan 16,0 oC untuk 3 modul, sedangkan coolbox yang berisi 2 liter air suhu terendahnya adalah 21,0 oC untuk 1 modul, 19,0 oC untuk 2 modul dan 15,5 oC pada 3 modul. Pada penelitian ini, setiap penambahan 1 buah modul, suhu terendah akan turun sebanyak 2,75 oC. Semakin banyak jumlah modul peltier yang digunakan maka semakin besar pula kebutuhan daya listriknya, besar daya listrik untuk 1 modul adalah 25-33 watt, 2 modul adalah 48-52 watt dan untuk 3 modul adalah 56-65 watt. Pada penelitian ini, tiap penambahan 1 buah modul daya listrik yang dibutuhkan akan bertambah sebesar 17,15 watt. Melalui penelitian ini diketahui bahwa performa modul peltier sangat ditentukan oleh sistem pembuangan kalor yang digunakan, dimana semakin baik sistem pembuangan kalor yang digunakan maka semakin baik performa modul peltier yang dicapai. Pada penelitian ini performa paling baik adalah modul 1 peltier kemudian modul 3 peltier dan terakhir modul 2 peltier
Pemanfaatan air hujan sebagai sumber air utama kampus Universitas Papua Manokwari Mariones Ruamba; Ishak Semuel Erari; Rosalina Mirino; Abdul Muis Muslimin
Jurnal Natural Vol. 20 No. 2 (2024): Jurnal Natural
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v12i2.284

Abstract

The purpose of this study was to determine the amount of water storage obtained from rainwater collected through the roof of the building and the monthly water needs at the University of Papua (Unipa) Manokwari Campus. The results showed that the input of rainwater per year was 3.54 times more than the water usage on campus. All buildings on the Unipa Manokwari campus had a water surplus per month, except for the Faculty of Economics and Business building which had a water deficit from October to December. Buildings with a water surplus can act as buffers for buildings with a water deficit.
The Comparison of several earthquake decay models to predict the duration of aftershocks that occured in Manokwari Regency on April 21, 2012: Aftershock in Manokwari Regency on April 21, 2012 Auwliyah Auwliyah; Sangaji Hasmi Maharani Ipa; Kristian Enggar Pamuji; Ishak Semuel Erari; Abdul Muis Muslimin
Jurnal Natural Vol. 21 No. 1 (2025): Jurnal Natural
Publisher : FMIPA Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jn.v21i1.296

Abstract

Has happen earthquake earth tectonics with magnitude 6.8 SR in Regency South Manokwari , West Papua Province on April 21, 2012. Purpose from study This is compare four decay models earthquake continuation namely the Omori , Mogi I, Mogi II and models Utsu to the earthquake data obtained from BMKG. Model with the smallest Root Means Square Error was the best earthquake decay model. Results matching curve shown the Mogi I and Utsu more suitable with earthquake decay data. Model of Mogi I and Utsu had mempredicted aftershocks for 15 days. Keyword: earthquake decay, aftershocks, Omori, Mogi I, Mogi II, Utsu