Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Imunisasi Dasar dalam Masa Pandemi COVID-19 Nur Ayu Virginia Irawati
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2898

Abstract

Imunisasi merupakan pencegahan primer terhadap penyakit infeksi yang paling efektif. Imunisasi melindungi individu dari penyakit yang serius dan mencegah penyebaran penyakit menular. Di Indonesia, setiap bayi wajib mendapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai dengan jadwal imunisasi yang telah dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pandemi COVID-19 yang muncul pada akhir tahun 2019 lalu memberikan dampak yang luas pada berbagai aspek kehidupan, termasuk sistem kesehatan. Perintah untuk melakukan kegiatan dari rumah, melakukan social distancing dan mengurangi frekuensi bepergian keluar rumah berdampak pada kelangsungan pelayanan kesehatan rutin, salah satunya adalah kegiatan imunisasi dasar. Penurunan kunjungan imunisasi dasar menyebabkan jumlah anak yang mendapatkan imunisasi menurun, sehingga resiko terjangkit penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi menjadi meningkat sehingga dikhawatirkan terjadi kejadian luar biasa dalam pandemi. Dalam masa pandemi COVID-19 ini, imunisasi tetap harus diupayakan lengkap sesuai jadwal untuk melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pelayanan imunisasi pada masa pandemi COVID-19 tetap harus dilaksanakan dengan penyesuaian terkait situasi penyebaran COVID-19 di tiap daerah di Indonesia.Kata kunci : COVID-19, imunisasi balita, pandemi
Hipertensi Dan Inflamasi: Sebuah Perspektif Ke Depan Untuk Target Terapi Baru Diano Ramadhan Fauzan; Nur Ayu Virginia Irawati; Muhammad Yogi Fadli
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 4, No 2 (2020): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v4i2.2876

Abstract

pertensi adalah penyakit kronis yang diderita 1,13 miliar orang di seluruh dunia. Secara global, penyakit kardiovaskular menyebabkan 17 juta kematian setiap tahun dan 9,4 juta dari kematian tersebut adalah komplikasi hipertensi. Di Indonesia, jumlah hipertensi meningkat dari 25,8% menjadi 34,1% selama 5 tahun terakhir. 90% hipertensi adalah hipertensi primer. Penyebab pasti dari hipertensi primer masih belum sepenuhya diketahui. Tekanan darah tinggi pada sebagian besar individu berhasil diobati dengan obat-obatan yang ada, tetapi beberaparesisten terhadap pengobatan. Studi menghubungkan hipertensi dengan proses inflamasi. Meskipun target tekanan darah tercapai, pasien dengan hipertensi masih berisiko terkena penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh peradangan yang mendasarinya. Beberapa penelitian meyakini bahwa proses inflamasi mendahului terjadinya hipertensi. Proses inflamasi dikaitkan dengan respon imun bawaan dan adaptif, stres oksidatif dan sitokin proinflamasi. Sistem kekebalan tubuh merespon molekul endogen (di samping patogen eksogen) yang dilepaskanoleh sel-sel yang stres, rusak, atau nekrotik yang disebut DAMPS. Stres oksidatif dan sitokin yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh juga memainkan peran utama dalam hipertensi. Penelitian telah dilakukan untuk menghambat faktor-faktor ini, yang mungkin berpotensi untuk target terapi baru. Peran sistem kekebalan tubuh dan inflamasi dalam terjadinya hipertensi adalah perspektif baru untuk mengatasi hipertensi.Kata kunci: Hipertensi, inflamasi,  sistem imun