- Sudarko
Staf Pengajar Jurusan Pedalangan STSI Surakarta.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PLOT WAYANG KULIT PURWA DAN  PANDANGAN HIDUP ORANG JAWA (The Shadow Puppet Plot and Javanese Way of Life) Sudarko, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 4, No 3 (2003)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v4i3.729

Abstract

Plot wayang kulit purwa berhubungan erat dengan pandangan hidup orang Jawa. Plot dapat dilihat pada pembagian gendhing atas tiga pathet di dalam pertunjukan wayang   yakni  pathet  nem,  sanga  dan  manyura  yang   berhubungan   dengan pandangan hidup orang Jawa tentang paham manusia dalam satu putaran hidup (Jw: manungsa sauripan) dan paham sangkan paraning dumadi.Perang kembang disajikan   hampir   setiap   pertunjukan   wayang   kulit   purwa.  Perang   kembang  ini sering   tidak   ada   hubungannya   dengan   alur   cerita   dan   ini   merupakan   peristiwa yang   tiba­tiba   muncul.   Konsep   ketidaksengajaan   ini   merupakan   adanya   sesuatu yang ada di luar kemampuan manusia. Alur irama pada pertunjukan wayang kulit purwa seoagai simbol salah satu sikap hidup orang Jawa yakni kendho­kenceng.Kata kunci: Wayang Kulit Purwa, Plot, pandangan hidup.
PLOT WAYANG KULIT PURWA DAN  PANDANGAN HIDUP ORANG JAWA (The Shadow Puppet Plot and Javanese Way of Life) Sudarko, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 4, No 3 (2003)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v4i3.729

Abstract

Plot wayang kulit purwa berhubungan erat dengan pandangan hidup orang Jawa. Plot dapat dilihat pada pembagian gendhing atas tiga pathet di dalam pertunjukan wayang   yakni  pathet  nem,  sanga  dan  manyura  yang   berhubungan   dengan pandangan hidup orang Jawa tentang paham manusia dalam satu putaran hidup (Jw: manungsa sauripan) dan paham sangkan paraning dumadi.Perang kembang disajikan   hampir   setiap   pertunjukan   wayang   kulit   purwa.  Perang   kembang  ini sering   tidak   ada   hubungannya   dengan   alur   cerita   dan   ini   merupakan   peristiwa yang   tiba­tiba   muncul.   Konsep   ketidaksengajaan   ini   merupakan   adanya   sesuatu yang ada di luar kemampuan manusia. Alur irama pada pertunjukan wayang kulit purwa seoagai simbol salah satu sikap hidup orang Jawa yakni kendho­kenceng.Kata kunci: Wayang Kulit Purwa, Plot, pandangan hidup.