Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inovasi Pelayanan Pencatatan Pernikahan Melalui E-Kartu Nikah Di Kantor Urusan Agama Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang Ari Biyantino Pratama; Ivana Ivana; Trecy Austin
JURNAL DINAMIKA Vol 2 No 1 (2022): JURNAL DINAMIKA
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.867 KB) | DOI: 10.54895/dinamika.v2i1.1478

Abstract

This research was conducted at KUA Ilir Timur II Palembang City. This study aims to find out how the E-Marriage Card Innovation is at the Religious Affairs Office of Ilir Timur II District. Those who have implemented the E-Marriage Card innovation since 2019. The research method is a aqulitative descriptive approach, with data collection techniques through interviews, observations, and interviews. Documentation. Based on the Regulation of the Minister of Religion Article 21 paragraph 1 20/2019, the husband and wife get a marriage regitration book and marrige card. This marriage registration innovation is called E-Marriage Card. The results of the study indicate that, when viewed as a whole, the 5 innovation indicators are relative advantage, compatibility, complexity, variability, observability. The researcher concludes that the E-Marriage Card innovation has good innovation characteristics. Able to provide marriage registration services in accordance with the needs of the community. The government has succeeded in replacing manual services with technology-based innovations. However, if viewed from several aspects, there are still obstacles in the implementation of the innovation, namely the lack of understanding of some people regarding the procedure or flow of marriage registration through E-Marriage Cards. So that it becomes an obstacle for the process of making E-Marriage Card. Because basically all contents of the E-Marriage Card innovation data are managed to be recorded and connected to the Simkah Web which is then also integrated with the civil registry. So if there is an error or data change, it must be changed first in the capil because the data cannot be changed through the SIMKAH WEB application. In addition, network problems are also one of the obstacles in implementing these innovations.
Edukasi Mewujudkan Generasi Emas Digital Society Dengan Quality Education Kebangsaan Di MA Daarul Hikmah Sungai Rengit Kabupaten Banyuasin Ivana; Diah Putri Islamy; Abizar Asmail
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 8 : September (2023): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Theme of education Quality Education National is supporting a large theme of KKN Stisipol Candradimuka XXVII in 2023 namely Digital Society. Digital society carries 17 themes in order to support SDGs programs that are sustainable development goals. Indonesia is one of 190 countries in the world that supports and agreed to SDGs that if interpreted is the goal of sustainable development. One of the theme of SDGs is a quality education. The purpose of this educational activity is the national education character of the Indonesian gold generation. This educational activity is carried out in MA Daarul Himmah Sungai Rengit  Regency Banyuasin The method of implementing this educational activity is a seminar in the form of lectures, discussions and question and answer. This educational activity runs smoothly and organized. Where these educational participants are very enthusiastic to answer questions submitted and answer all questions properly and correctly. In addition, participants are also passionate to provide questions about nationality given that is about Pancasila and Bhineka Tunggal Ika. The participants who answered the question and which gave questions get rewarded from the committee in the form of gifts and plaques.
Penguatan Karakter Anti-Perundungan melalui Edukasi Interaktif dan Kegiatan Kreatif bagi Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar di Kelurahan Sungai Selayur Palembang Sutinah Sutinah; Budi Santoso; Ivana Ivana; Wangi Sari; Ahmad Rozikin; M. Ridwan; M. Aria S.
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v6i3.4307

Abstract

Perundungan (bullying) merupakan salah satu permasalahan sosial yang dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan pendidikan anak. Rendahnya pemahaman anak mengenai bentuk, dampak, dan upaya pencegahan perundungan menunjukkan pentingnya edukasi sejak usia dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) mengenai perilaku anti-perundungan sekaligus menanamkan nilai saling menghormati, menghargai perbedaan, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tematik STISIPOL Candradimuka Tahun 2026 pada 27 Juli 2026 di Rumah Cinta Dahlia, RW 02, Kelurahan Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain action research yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Peserta kegiatan berjumlah 42 anak usia PAUD dan SD beserta orang tua atau wali. Program dilaksanakan melalui edukasi anti-perundungan secara interaktif, pemutaran film edukatif, diskusi, serta kegiatan kreatif berupa lomba mewarnai, cat patung, dan menyanyi. Data kegiatan dianalisis secara kualitatif deskriptif berdasarkan observasi, catatan lapangan, respons peserta, dan umpan balik orang tua/wali. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme dan partisipasi peserta dalam seluruh rangkaian kegiatan. Anak-anak menunjukkan kemampuan memahami pesan dasar mengenai pentingnya menghormati orang lain, menghargai perbedaan, membangun empati, dan menghindari perilaku menyakiti teman. Kegiatan kreatif juga mendukung pengembangan rasa percaya diri, kemampuan berekspresi, sportivitas, dan keterampilan sosial. Keterlibatan orang tua/wali turut memperkuat penyampaian nilai-nilai pendidikan karakter di lingkungan keluarga. Dengan demikian, kombinasi edukasi interaktif, media film, aktivitas kreatif, dan keterlibatan keluarga dapat menjadi pendekatan partisipatif yang relevan dalam mendukung upaya pencegahan perundungan dan penguatan karakter anak di tingkat masyarakat.