Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN MOTIVASI DAN PERSEPSI PETANI KOMODITI KAKAO (Theobroma Cacao L.) SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN WILAYAH PERBATASAN (STUDI KASUS PETANI DESA MASPUL KECAMATAN SEBATIK TENGAH KABUPATEN NUNUKAN) Dewi Elviana; Sekar Inten
Hexagro Journal Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v3i1.306

Abstract

Kalimantan Utara adalah salah satu sebuah provinsi baru di Indonesia yang terletak di bagian utara Pulau Kalimantan. Provinsi ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Negara Bagian Sabah dan Serawak, Malaysia Timur. Melalui pembentukan provinsi Kalimantan Utara diharapkan terjadi percepatan pertumbuhan ekonomi wilayah, apalagi sebagian besar wilayah provinsi ini berada pada posisi strategis berbatasan negara bagian Sabah-Malaysia. Salah satu komoditi unggulan Propinsi Kalimantan Utara adalah komoditi kakao. Salah satu sentra penghasil kakao di Propinsi Kalimantan Utara adalah Kabupaten Nunukan. Sektor perkebunan di Kabupaten Nunukan merupakan salah satu penopang ekonomi daerah yang sangat potensial. Lokasi pengembangan sektor perkebunan sebagian besar berada di Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia baik secara laut maupun darat. Namun seiring dengan waktu, luas lahan dan produksi komoditi kakao cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Kondisi ini disebabkan banyaknya petani kakao yang beralih pada usahatani sawit dikarenakan harga jualnya yang lebih tinggi dan cenderung stabil. Faktor tersebut mempengaruhi motivasi dan persepsi petani kakao terhadap usahataninya yang dilakukannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis aspek motivasi dan persepsi petani terhadap usahatani kakao yang diusahakan. Penelitian dilakukan di Desa Maspul Kecamatan Sebatik Tengah. Wawancara dilakukan melalui informan kunci dan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Motivasi bertani kakao dipengaruhi oleh tiga aspek yaitu aspek ekonomi, sosial dan psikologis. Persepsi petani dipengaruhi oleh faktor kesesuaian usahatani kakao dengan tingkat pengetahuan serta keterampilan , sesuai dengan ketersediaan modal yang mereka miliki, dan tenaga kerja yang cukup dalam pengelolaan usahatani kakao. Kata kunci : Kakao, motivasi, persepsi, perbatasan
ANALISIS INFORMASI PASAR KOMODITI MANGGA DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA MALAYSIA (SEBUAH KASUS DI DESA AJI KUNING KECAMATAN SEBATIK TENGAH ) Dewi Elviana
Jurnal Borneo Saintek Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v2i1.636

Abstract

Usahatani hortikultura khususnya buah-buahan di Indonesia selama ini hanya dipandang sebagai usaha sampingan yang sederhana serta ditanam di pekarangan atau areal sempit, penerapan teknik budidaya, dan penanganan pasca panen yang masih sederhana. Permintaan pasar terhadap buah baik dari pasar lokal maupun pasar ekspor yang menghendaki mutu tertentu, ukuran seragam dan pasokan buah yang berkesinambungan. Salah satu faktor yang mendukung keberhasilan usaha tani adalah aspek pemasaran.Aspek pemasaran berfungsi untuk meningkatkan nilai kegunaan suatu produk. Sebagai salah satu wilayah pengembangan buah mangga di wilayah Kalimantan Utara, Pulau Sebatik memiliki potensi strategis sebagai penghasil komoditi durian dan berbatasan dengan dengan wilayah negara Malaysia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis saluran pemasaran dan peran sistem informasi pasar pada tataniaga komoditas mangga di Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunaka dua elemen yaitu elemen informasi pasar dan manajemen informasi pasar dan dianalisis dengan menggunakan frekuensi distribusi relative menurut kategori jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua model pemasaran komoditi durian dan sistem informasi pasar yang terbentuk merupakan interaksi antara penawaran dan permintaan. Dan mayoritas responden menggunakan sistem informasi yang bersifat informal yaitu dari mulut ke mulut dan cenderung lebih mempercayai sumber informasi dari pedagang pengumpul.
ANALISIS SALURAN DAN FUNGSI PEMASARAN KOMODITAS HORTIKULTURA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KAWASAN PERBATASAN (Studi Kasus Di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Propinsi Kalimantan Utara) Dewi Elviana
Jurnal Borneo Saintek Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v1i2.909

Abstract

Berdasarkan data yang berkaitan dengan kebijakan pengembangan wilayah perbatasan di Kalimantan Timur - Sabah dari PKAI-LAN (2004), pemerintah Propinsi Kalimantan Timur berupaya untuk mengembangkan Pulau Sebatik di Kabupaten Nunukan sebagai pusat perdagangan dan jasa. Karena tingkat perekonomian masyarakat di negara bagian Malaysia yang lebih tinggi diharapkan menjadi pasar potensial bagi sejumlah barang produksi Indonesia. Adanya potensi sumberdaya alam Pulau Sebatik sangat mendukung pengembangan pertanian, sehingga sektor pertanian diharapkan dapat menjadi tulang punggung  pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.Tujuan dari penelitian ini antara lain : (1) mendeskripsikan saluran pemasaran komoditas hortikultura, (2) menganalisis Lembaga pemasaran yang terlibat dan (3) menganalisis fungsi-fungsi pemasaran.  Lokasi penelitian dilakukan pada petani dan pedagang komoditi hortikultura Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan. Analisis data yang digunakan berupa analisis deskriptif untuk mengetahui saluran pemasaran, lembaga dan fungsi pemasaran yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa terdapat tiga model saluran pemasaran yang terdiri dari empat Lembaga pemasaran yaitu pedagang Sebatik, Pedang Tawau I, Pedagang Tawau II dan Pedagang Pengecer. Masing-masing Lembaga pemasaran melaksanakan fungsi pemasaran yang terdiri dari fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi penunjang.