Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI MASA PANDEMI COVID-19 DI RS BHAYANGKARA DAN RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR Hermayani Hermayani; Maria Kurnyata; Ferly Yacoline; Hasniati Hasniati; Maria Kurni Menga; William Rudy
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober :Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v1i2.754

Abstract

Latar Belakang: Masa pandemi COVID-19 menimbulkan dampak negatif dalam kesehatan mental salah satunya kecemasan, pasien dengan GGK yang menjalani hemodialisis (HD), cenderung mengalami kecemasan karena pengobatan HD di rumah sakit yang tidak bisa dihindarkan membuat pasien HD lebih berisiko tertular COVID-19. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di masa pandemi COVID-19 di RS Bhayangkaran dan RSUD Labuang Baji Makassar.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik. Responden berjumlah 45 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner ZSAS (Zung Self-rating Anxiety Scale) yang dikembangkan oleh peneliti dan sudah teruji validitas dan reliabilitas. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan dalam penelitian ini terbanyak mengalami kecemasan ringan sebanyak 35 responden (78%), terkecil mengalami kecemasan sedang sebanyak 10 responden (22%) dan tidak ada (0%) responden yang mengalami kecemasan berat.Simpulan: Diharapkan perawat di unit HD lebih memperhatikan intervensi untuk menurunkan kecemasan terutama di masa pandemi COVID-19.
STUDI KASUS PADA KELUARGA Tn.M YANG MENGALAMI HIPERTENSI DIKELURAHAN BAROMBONG KOTA MAKASSAR Hartaty Hj; Maria Kurni Menga
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v9i1.66

Abstract

Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2020 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat bangsa dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan prilaku yang sehat serta memiliki derajat kesehatan yang bermutu secara adil dan merata.Tujuan penelitian, mengetahui gambaran umum tentang pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga Tn.”M” dengan Ny.”D” yang mengalami masalah Hipertensi.Metode penelitian, Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif karena berujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena. Dalam hal ini peneliti hanya ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan sesuatu.Hasil, dalam pelaksanaan asuhan keperawatan, penulis menggunakan ilmu keperawatan masyarakat serta didukung oleh program masyarakat dari departemen kesehatan. Penulis membina kerjasama yang baik dalam melakukan intervensi yang telah ditetapkan selama tiga hari bersama dengan keluarga untuk memecahkan dan mengatasi masalah dengan membuat perencanaan, melaksanakan kegiatan pemerataan dan mengatasi masalah dengan membuat perencanaan, melaksanakan kegiatan, pemecahan masalah dan evaluasi. Memperoleh pengalaman nyata tentang hasil yang diperoleh. Ada beberapa kesenjangan yang terjadi dan beberapa hambatan yang diperoleh dimana telah di bahas pada bab sebelumnya.Kesimpulan, pada perawatan keluarga hendaknya menggunakan pendekatan yang sistematis untuk mengindentifikasi masalah kesehatan secara tepat. Perlu adanya peningkatan informasi yang diberikan oleh petugas kesehatan guna meningkatkan pemahaman keluarga dan masyarakat terhadap suatu penyakit yang dialami dan masalah kesehatan yang terkait dengan kehidupan orang banyak, melalui preventif, dan promosi kesehatan
Pengaruh Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Tb Di Wilayah Kelurahan Pallantikan Kabupaten Maros Maria Kurni Menga
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v6i2.203

Abstract

Penyakit tuberculosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang masih tetap merupakan masalah kesehatan di dunia. World Health Organization (WHO) dalam Annual Report On Global TB Control 2003, mengatakan terdapat 22 negara dikategorikan High Burden Countries terhadap TBTujuan diketahuinya pengaruh pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan TB di wilayah Kelurahan pallantikan Kabupaten Maros. Jenis penelitian yang digunakan adalah bersifat survey deskriptif dengan menggunakan pendekatan observasional yang bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap atau variabel bebas (independen) dengan variabel terikat (dependen) pencegahan TB. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan pallantikanKota Makassar selama 1 minggu mulai tanggal 6 sampai dengan 12 Juli 2013, dengan pengambilan data primer melalui wawancara dan pengisian kuisioner oeh pasien yang menjalani rawat jalan Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. cross sectional ialah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Artinya, tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status Pengetahuan responden tentang penyakit tuberculosis baik 26 responden dan yang pengetahuannya kurang sebanyak 24 responden karena kurangnya responden menggunakan alat inderanya untuk mencari informasi tentang penyakit tuberculosis. Sikap responden tentang penyakit tuberculosis positif yaitu 32 responden dengan cara menghindar penderita tuberculosis,dan sikap negatif yaitu 18 responden karena responden tidak tau cara penangana atau menghindar penderita tuberculosis .Sikap responden terhadap upaya pencegahan tuberculosis sangat baik
Fasting Blood Glucose with Serum Creatinine Levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Yohan Trayanus Lasarus Djaha; Maria Kurni Menga; Darmi Arda
Journal Interdisciplinary Health Vol. 2 No. 2 (2026): Journal Interdisciplinary Health
Publisher : Edukasi Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61099/jih.v2i2.259

Abstract

Introduction: Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a major global health problem associated with various chronic complications, particularly diabetic nephropathy. Persistent hyperglycemia can damage renal microvasculature and lead to impaired kidney function. Fasting blood glucose (FBG) is commonly used to assess glycemic control, while serum creatinine is a key indicator of renal function. Understanding the relationship between these parameters is important for early detection of kidney complications among patients with T2DM. This study aimed to analyze the relationship between fasting blood glucose levels and serum creatinine levels in patients with Type 2 Diabetes Mellitus in a primary healthcare setting. Research Methodology: This study employed an analytical observational design using a cross-sectional approach. Data were collected from medical records of patients with Type 2 Diabetes Mellitus at UPT Puskesmas Buki, Indonesia, in March 2026. A total of 38 patients who met the inclusion criteria were selected using purposive sampling. Fasting blood glucose levels were measured using the enzymatic GOD-PAP method, while serum creatinine levels were determined using the Jaffe reaction method. Data were analyzed using descriptive statistics and Spearman’s rank correlation test with a significance level of p ≤ 0.05. Results: The mean fasting blood glucose level was 176.4 ± 42.5 mg/dL, while the mean serum creatinine level was 1.18 ± 0.36 mg/dL. Statistical analysis revealed a moderate positive correlation between fasting blood glucose and serum creatinine levels (r = 0.421; p = 0.009). This indicates that higher fasting blood glucose levels tend to be associated with increased serum creatinine levels. Conclusions: Fasting blood glucose levels are significantly associated with serum creatinine levels among patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Regular monitoring of glycemic status and renal function in primary healthcare settings is essential for early detection and prevention of diabetic kidney complications.
Edukasi Asuhan Keperawatan Pada Pasien Asma: Manajemen Serangan Akut Di Tingkat Rumah Tangga Zulfikar Peluw; Maria Kurni Menga; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1134

Abstract

ABSTRACT Asthma is a chronic respiratory disease characterized by inflammation and narrowing of the airways, causing shortness of breath, coughing, and wheezing. Asthma attacks can occur suddenly and require prompt and appropriate treatment to prevent more serious complications. Families' lack of knowledge about how to manage asthma attacks at home often leads to delays in initial treatment. This community service activity aims to improve families' knowledge and skills in managing acute asthma attacks at the household level through nursing care education. Implementation methods included health education, inhaler demonstrations, interactive discussions, and pre- and post-activity knowledge evaluations. The results of the activity showed an increase in families' knowledge and skills in recognizing the signs of an asthma attack and administering initial treatment at home. Nursing care education has been proven effective in improving families' ability to manage asthma attacks independently at home. Keywords: Asthma, Nursing Care, Health Education, Attack Management ABSTRAK Asma merupakan salah satu penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas sehingga menyebabkan sesak napas, batuk, dan mengi. Serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba dan memerlukan penanganan yang cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai cara menangani serangan asma di rumah seringkali menyebabkan keterlambatan dalam penanganan awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam melakukan manajemen serangan asma akut di tingkat rumah tangga melalui edukasi asuhan keperawatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi penggunaan inhaler, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam mengenali tanda serangan asma serta melakukan penanganan awal di rumah. Edukasi asuhan keperawatan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan keluarga dalam menangani serangan asma secara mandiri di rumah. Kata Kunci: Asma, Asuhan Keperawatan, Edukasi Kesehatan, Manajemen Serangan
Community Nurses' Strategies for Overcoming Stunting Through a Family Approach Ari Setiawati; Fransisca B. Batticaca; Evi Nurmaisa Biduri; Mery Kana; Maria Kurni Menga
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 14 No. 1 (2025): January - June
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v14i1.309

Abstract

Introduction: Stunting is a high public health problem in Indonesia, especially in rural areas. This condition has a long-term impact on a child's physical growth, cognitive development, and quality of life. Community nurses are important in stunting prevention and management efforts, particularly through a more holistic and sustainable family-based approach. Research Objectives: To identify and analyze the strategies used by community nurses in tackling stunting through a family approach, as well as to understand the challenges faced in implementing these strategies at the community level. Research Methodology: This study uses a descriptive qualitative design with a phenomenological study approach. A total of 10 community nurses in areas with high stunting prevalence were interviewed in depth. Purposive sampling techniques were used to select participants, and data were analyzed using thematic methods to identify the main strategies applied in the family approach. Result: The results of the study showed that community nurses implemented several main strategies, namely: (1) health education to families about nutrition, sanitation, and child care, (2) regular home visits to monitor family growth and development, (3) collaboration with cadres and community leaders in the implementation of programs, and (4) empowerment of mothers through mentoring and counseling groups. Nurses also emphasize the importance of building trust with family to encourage behavior change. Obstacles include low family awareness, a local culture that conflicts with healthy practices, and limited resources. Conclusion: Strategies carried out by community nurses through a family approach have proven to be effective in efforts to overcome stunting. Family empowerment and cross-sector collaboration are key to success. Ongoing support is needed to strengthen the capacity of community nurses to carry out these roles optimally.